Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Karaoke Senja jadi Cara Dinas Sosial Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Selasa, 17 Juni 2025 | 20:00 WIB

 

MENIKMATI SISA HIDUP: Suasana halaman kantor Dinas Sosial yang disulap menjadi tempat karaoke bagi lansia.
MENIKMATI SISA HIDUP: Suasana halaman kantor Dinas Sosial yang disulap menjadi tempat karaoke bagi lansia.

Tiap Rabu malam, ada yang berbeda dengan halaman kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan. Halaman kantor Dinsos disulap menjadi panggung karaoke bagi lansia. Puluhan lansia bernyanyi dan berjoget bersama.

FAHRIZAL FIRMANI, Panggungrejo, Radar Bromo

SEJUMLAH pria dan wanita tampak memadati halaman kantor Dinsos di Jalan Balaikota, Kelurahan Kandangsapi, Panggungrejo. Mereka menempati meja bundar yang berada di tengah halaman. Sesekali pandangan mereka tertuju pada televisi di sisi selatan.

Secara bergantian, mereka bernyanyi mengikuti irama musik dan lirik yang ditampilkan di televisi dan sound system.

Ada yang menyanyikan lagu campur sari, dangdut hingga rock. Sebagian ikut berjoget saat teman mereka sedang bernyanyi.

Begitulah pemadangan yang terjadi setiap Rabu malam. Ya, setiap pekannya, lansia di Kota Pasuruan difasilitasi oleh Dinsos untuk bisa mengekpresikan diri. Ini bagian dari program karaoke senja bahagia.

Salah seorang lansia yang hadir, Rofiyah Marwati, 70, warga Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo mengungkapkan, kegiatan karaoke ini sudah diikutinya sejak tahun lalu.

Ia tahu dari Neneng, ketua Karang Werda Suropati. Tiap pekan ia selalu datang ke kantor Dinsos.

"Saya biasanya datang diantar anak. Terus pulangnya nunut sama teman lansia yang hadir. Tiap pekan selalu datang," katanya.

Ia mengaku dulunya ia menekuni profesi sebagai make up artist (mua). Profesi ini ditekuni hingga ia berusia 60 tahun. Dan sejak memilih pensiun, profesi ini dilanjutkan oleh anak perempuannya. Semenjak itu dia memilih untuk beristirahat di rumahnya.

Sebelum ada kegiatan karaoke bersama lansia ini, ia sering tinggal di rumah saja.

Terkadang ngemong 18 cucu dan empat cicit yang main atau dititipkan ke rumahnya. Saat bosan, ia sering ikut mendampingi anaknya yang dapat pekerjaan MUA.

Di luar itu, ia masih aktif mengikuti senam yang diinisiasi oleh Neneng, ketua Karang Werda Suropati. Senam ini dilakukan tiga kali dalam sepekan. Yakni Selasa, Rabu dan Kamis.

Saat akhir pekan dan tidak ada kesibukan, ia lebih sering menghabiskan waktu di rumah saja.

"Lansia itu harus sehat. Makanya saya masih aktif ikut senam dan ikut anak saat ada pekerjaan merias," sebut Rofiyah.

Ibu enam anak ini menuturkan ia sangat senang mengikuti kegiatan karaoke tiap pekannya. Meski ia tidak menyumbang menyanyi, namun kegiatan ini memberi dampak positif. Ia menjadi lebih bahagia karena bisa bertemu teman baru sembari bercengkerama.

"Tidak bisa nyanyi makanya tidak menyumbang menyanyi. Ya senang senang saja. Ngobrol sama teman," terang  Rofiyah.

Ketua Karang Werda Suropati, Neneng, 61 menuturkan ia suka hadir dalam kegiatan karaoke bahagia. Namun diakuinya ia tidak ikut berkaraoke atau berjoget.

Ia memilih untuk mendengarkan teman sesama lansia menyumbabgkan suara mereka. Ia lebih suka ngobrol di mejanya.

Pensiunan PNS ini menyebut, seusai pensiun, ia masih berkegiatan. Ia membuka usaha katering makanan di rumahnya di Kebonagung, Purworejo.

Usaha ini digelutinya sejak setahun terakhir. Di luar itu ia aktif senam bersama lansia lainnya.

Katanya, setiap pekannya, ada lebih dari 30 lansia yang bergabung. Bahkan ibu dari istri wali kota pasuruan saat ini, Suryani Firdaus ikut hadir.

Tidak hanya bisa bernyanyi dan berjoget bareng, mereka bisa menikmati jajanan dan minuman yang dijual oleh teman disabiltas.

"Selasa, Rabu dan Kamis pagi aktif senam. Rabu malam ikut karaoke bahagia. Bisa senang senang dengan teman seusia," jelas Neneng.

Lansia lainnya yang ikut hadir di lokasi, Hari Widiyanto, 60, menuturkan ia telah ikut kegiatan karaoke senja bahagia ini sejak pertama penyelenggaraannya. Yakni sejak tahun lalu. Setiap pekannya ia selalu hadir. Ia biasanya turut bergoyang saat lainnya bernyanyi.

Saat ini, meski sudah menapaki usia senja, warga Jalan Hasanuddin, Kelurahan Karanganyar  ini mengaku masih aktif berkarya. Ia masih berkegiatan sebagai master of ceremony (MC), hingga menghibur masyarakat dengan lakon boneka tangan.

"Lansia itu tidak boleh berdiam diri saja. Harus berkegiatan. Cari kegiatan positif untuk membuat kebahagiaan," jelas Hari.

Bapak dua anak ini mengapresiasi program karaoke senja bahagia yang diinisiasi Dinsos. Katanya, program ini sangat positif. Bisa membawa lansia kembali bersemangat. Meski usia tidak lagi muda, namun bernyanyi dan berkumpul bisa membuat mereka sejahtera secara emosional.

"Tekanan hidup dan uneg uneg bisa dikeluarkan sepenuhnya di sini. Kami bersenang senang dengan joget, nyanyi dan ngobrol," tutur Hari.

Kepala Dinsos Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menyebut program karaoke senja bahagia diadakan setiap sepekan sekali.

Tiap Rabu mulai pukul 19.00 hingga pukul 22.00. Kegiatan ini untuk memfasilitasi lansia. Tidak hanya memberikan hiburan tapi juga wadah untuk mengekspresikan diri.

Mereka bisa hadir untuk menjalin kebersamaan dan keakraban sekaligus meningkatkan kesejahteran emosional.

Ada operator dari Dinsos yang membantu memilihkan lagu bagi lansia sesuai permintaan mereka. Ini sebagai bentuk komitmen pemkot dalam memperhatikan kualitas hidup lansia.

"Program karaoke ini diberi nama karaoke senja bahagia. Dengan mengusung semangat kebahagiaan, bisa menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi lansia," tutur Kokoh. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#karaoke #lansia