Jagat sosial media belakangan diramaikan dengan aksi seorang anak menggendong ibunya saat ibadah umrah di Makkah. Dia adalah Zainal Abidin, 43, warga Desa Tambakrejo, Kraton, Kabupaten Pasuruan yang dikenal sebagai sekretaris desa. Ketulusannya menggendong sang ibu, Umi Hanik, 79, membuatnya diundang di sejumlah acara di layar kaca.
FANDI ARMANTO, Kraton, Radar Bromo
BELUM genap sepekan Zainal Abidin dan Umi Hanik tiba di tanah air setelah sepuluh hari beribadah umrah di tanah suci Makkah.
Tapi, mereka berdua sudah harus menghadiri undangan dari sebuah program di televisi swasta yang disiarkan pagi kemarin (16/4). Itu pun belum termasuk sejumlah channel YouTube yang ingin mengundangnya podcast.
Zainal Abidin sebenarnya masih kelelahan. Dia juga tak sembarangan mengiyakan undangan tersebut. “Saya melihat ibu dahulu. Kalau tidak lelah, ya kami berangkat. Itu setelah konsultasi dengan saudara dan kakak-kakak,” beber pria yang kerap disapa Ebit itu dari saluran telepon.
Ebit sendiri tak mengira aksinya menggendong Umi Hanik, bakal viral di media maya. Dia baru mengetahuinya dua hari sebelum pulang ke tanah air.
“Ada rekan yang mengucapkan semoga lancar beribadah. Tapi juga memberikan selamat karena katanya viral,” kata Ebit.
Mulanya, Ebit sempat bingung karena dirinya tiba-tiba viral. Dia bahkan khawatir, dirinya viral karena membuat kesalahan. Tapi setelah ditunjukkan TikTok milik kakak kandungnya, dia baru paham.
Dalam video yang sudah ditonton dua juta kali itu, aksi Ebit memang bikin trenyuh. Dia menggendong ibunya, Umi Hanik hingga tujuh kilometer, saat tawaf di Masjidil Haram. Ada alasan kuat mengapa dia melakukan hal itu.
“Sebenarnya dari tanah air, saya membawa kursi roda. Namun saat tawaf di Baitullah, ibu meminta saya untuk tawaf di pelataran. Jadi harus digendong,” beber Ebit.
Dia pun menuruti kemauan sang ibu yang memang meminta digendong. Permintaan itu bahkan disampaikan ibunya jauh sebelum mereka umrah. Karena itu meski kelelahan, dia pun menggendong ibunya itu.
“Jauh sebelum berangkat, saya juga memiliki nazar. Jika bisa umrah bareng ibu, akan saya lakukan itu (menggendongnya, Red),” lanjutnya.
Ebit bernazar demikian karena sudah beberapa kali sang ibu gagal umrah. Sebelumnya, Umi Hanik pernah akan berangkat umrah di tahun 2018. Namun batal karena sakit.
Di tahun 2020, Umi Hanik juga berkeinginan berangkat. Tapi, lagi-lagi batal karena pandemi Covid-19. Begitu juga di tahun 2023, keinginan itu kembali muncul setelah pandemi berakhir. Namun, batal lagi karena sakit.
“Akhirnya pada 2023, saya berangkat umrah sendirian yang biayanya dari hasil menabung,” kata Ebit yang tercatat sebagai Carik Tambakrejo sejak tahun 2019.
Sebagai seorang sekretaris desa, jelas ibadah umrah tidaklah murah. Apalagi bila harus berangkat berdua dengan ibunya.
Singkatnya di tahun ini, ada seseorang teman masa kecilnya yang mau memberangkatkan dia dan ibunya. Ebit tentu saja senang bukan main. Dia pun bernazar akan menggendong ibunya saat tawaf.
Umi Hanik sendiri sebenarnya masih bisa jalan. Namun, tidak bisa lebih dari 200 meter. Lebih dari itu, dia akan kelelahan. Karena itulah, Ebit membawa kursi roda untuk ibunya saat umrah.
Saat baru tiba di Makkah, entah mengapa Ebit begitu bersemangat saat waktunya ibadah tawaf. “Ibu langsung bilang, Le aku pengen digendong. Saat itulah saya berusaha,” beber Ebit.
Lalu, siapakah yang merekam saat Ebit menggendong Umi Hanik? Ebit mengaku tidak tahu. Namun, sepertinya jemaah umrah yang satu rombongan dengannya.
Kebetulan saat itu, juga ada kawan dari kakaknya yang satu rombongan. Nah, video itu lantas diunggah ke TikTok hingga viral.
Sebenarnya, Ebit sempat kelelahan karena menggendong sang ibu. Dia bahkan hampir menyerah saat kurang sekitar dua kilometer.
Maklum, berat badannya hanya 64 kilogram dengan tinggi 169 sentimeter. Sementara Umi Hanik, punya bobot 72 kilogram dengan tinggi 159 sentimeter. Jelas lebih berat bobot sang ibu.
“Berat tapi saya berusaha. Di sisa dua putaran, saya benar-benar kehabisan napas. Sementara gendongan ibu beberapa kali terlepas. Saat itulah banyak jemaah yang menyemangati, hingga saya berhasil menuntaskan,” beber Ebit.
Konsekuensinya setelah itu, Ebit sakit karena kelelahan. Bahkan, dia sempat masuk rumah sakit di sana untuk mendapat perawatan.
“Satu hari saya mendapat perawatan. Selama itup ula, saya titip ke rombongan jemaah supaya menjaga ibu. Saya berpesan pada mereka, jika ibu bertanya, bilang saja saya sedang ibadah,” kata Ebit.
Meski sakit, Ebit bisa menyelesaikan sisa waktu di tanah suci untuk menuntaskan ibadah. Dia kembali bersama ibunya di berbagai ibadah lainnya.
Selama itu pula dia tidak pernah memperhatikan sosial media. Hanya sesekali melihat pesan WA ataupun menerima telepon dari keluarga di rumah.
Jelang dua hari kepulangan, Ebit baru sadar bahwa aksinya viral. Dia lalu membuka akun sosial medianya.
Saat itulah beberapa stasiun televisi mengirimkan pesan hingga direct message. Mereka memintanya hadir di acara setelah tiba di tanah air.
Saat tiba di tanah air, Ebit dan ibunya langsung menemui banyak tamu. Mulai kerabat hingga tetangga.
Tak ada pikiran untuk menghadiri undangan dari televisi. Tapi setelah berkonsultasi dengan kakak-kakaknya, dia akhirnya mengiyakan karena fisik sang ibu bisa diajak kompromi.
Muhammad Khozin, 45, kakak Ebit menambahkan, sebenarnya saat ibu dan adiknya pulang, mereka tak ingin ramai-ramai. “Saat berangkat saja, kami silent. Ndak woro-woro. Saya unggah ke TikTok juga sebagai ucapan terima kasih ke adik karena sudah mau mengantar ibu umrah,” beber Ojin, panggilan akrabnya.
Kini setelah tiba di tanah air, Ebit dan Umi Hanik sudah merindukan tanah suci. Mereka berdua berharap, bisa beribadah kembali ke sana. (*)
Editor : Muhammad Fahmi