Usaha tidak mengkhianati hasil. Itulah ungkapan tepat untuk menggambarkan perjuangan Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo yang baru saja meraih Juara I Lomba Kinerja Bidang Kebinamargaan Kementerian PUPR. Berkat kinerja unggulnya, Kota Probolinggo pun diganjar hadiah Rp 40 miliar.
ARIF MASHUDI, Mayangan - Radar Bromo
Kantor Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo terletak di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangunharjo, Mayangan. Dinas ini memiliki lima bidang; Bidang Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air (SDA), Tata Ruang, Pertanahan, dan Perumahan dan Kawasan Pemukiman.
Pada 2024, Bidang Bina Marga kembali berpartisipasi dalam Penilaian Kinerja Pemda Bidang Kebinamargaan yang digelar Kementerian PUPR RI. Kegiatan yang dilakukan untuk memperingati Hari Jalan itu, diikuti 514 pemerintah daerah. Terdiri atas 406 kabupaten dan 84 kota.
Dari ratusan peserta itu, Kota Probolinggo berhasil masuk dalam nominasi 6 besar Kategori Kota. Bersama Madiun, Bandar Lampung, Medan, Ternate, dan Sorong.
”Penilaian ini dilakukan sejak akhir tahun 2023 hingga November 2024. Penilaian dilakukan dengan metode pemaparan dan verifikasi langsung oleh tim penilai dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR RI,” kata Gigih Ardityawan Pratama, kabid Bina Marga.
Menurutnya, penilaian melibatkan beberapa kriteria pembobotan. Di antaranya, kebijakan pemerintah daerah, inovasi daerah, ketersediaan informasi publik, regulasi terkait jalan, manajemen penyelenggaraan jalan, serta pelaksanaan survei kondisi jalan.
Berdasarkan penilaian itu, Kota Probolinggo dianggap konsisten dalam melaksanakan program-program yang sesuai dengan kriteria tersebut. Tim penilai juga mempertimbangkan kondisi pengembangan wilayah pada sektor infrastruktur di setiap daerah untuk tahap pemeringkatan.
Hingga akhirnya, Kota Probolinggo meraih Juara I dalam Kategori Kota dan diundang pada peringatan Hari Jalan 2024 di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta Selatan, Jumat (20/12) malam. Hadiah uang Rp 40 miliar diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri PUPR RI Diana Kusumastuti pada Pj Wali Kota Probolinggo Muhammad Taufik Kurniawan.
”Alhamdulillah, Kota Probolinggo meraih juara pertama tingkat Nasional dan mendapat hadiah Rp 40 miliar. Hadiah ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, khususnya rehabilitasi jalan. Sehingga, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kota,” ungkapnya.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menambahkan, selama ini Pemkot Probolinggo telah mengimplementasikan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan jalan. Salah satunya dengan membentuk Tim Unit Reaksi Cepat yang bertugas menangani kerusakan jalan secara tepat dan cepat.
Pembentukan Tim Unit Reaksi Cepat yang beranggotakan 23 orang itu sangat efektif menangani kerusakan jalan. Dengan anggaran yang ada, tim langsung menindaklanjuti titik-titik jalan yang membutuhkan perbaikan atau penanganan dengan tambal sulam.
Penanganan perbaikan makin cepat. Sebab, tim yang dibentuk pada 2023 itu menggunakan material terbarukan produksi dalam negeri dalam perbaikan jalan. Yaitu, aspal dingin. Sehingga, jalan yang rusak bisa langsung tertangani.
Sebelum perbaikan, analisis dilakukan lebih dulu. Bila memungkinkan, maka perbaikan atau penanganan dilakukan dengan tambal sulam menggunakan bahan terbarukan. Namun, jika rusak berat dan butuh pembangunan total, akan diajukan untuk masuk prioritas pembangunan infrastruktur jalan.
Hal ini didukung oleh alokasi anggaran dalam APBD untuk menjaga kemantapan jalan. Seperti tahun 2022, alokasi anggaran untuk Bidang Bina Marga sebesar Rp 20,1 miliar. Kemudian tahun 2023, sebesar Rp 26 miliar dan tahun ini Rp 5,2 miliar.
Taufik mengatakan, perbaikan jalan memiliki dampak luas. Tidak hanya meningkatkan kualitas transportasi. Tetapi, juga mendukung perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih baik.
Jalan yang baik memungkinkan transportasi barang lebih efisien, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan daya saing produk di pasar. “Infrastruktur yang baik juga menarik investor, baik domestik maupun asing untuk berinvestasi dalam proyek-proyek ekonomi. Karena mereka dapat mengandalkan konektivitas yang lebih baik,” pungkasnya. (hn)
Editor : Muhammad Fahmi