Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Edi Asan Joko, Perajin Umpan Pancing yang Produknya Tembus Eropa, Asia hingga Australia

Rizal Syatori • Rabu, 19 Juni 2024 | 17:40 WIB
TELITI-TELATEN: Edi Asan Joko melihat umpan pancing produksinya yang sedang dalam proses pengeringan.
TELITI-TELATEN: Edi Asan Joko melihat umpan pancing produksinya yang sedang dalam proses pengeringan.

PUNYA hobi memancing di laut menginspirasi Edi Asan Joko untuk memproduksi umpannya. Sejak dirintis delapan tahun lalu, umpan buatan Edi kian berkembang. Bahkan pemasaran produknya hingga ke luar negeri.

Rambutnya gondrong dan sering terlihat santai. Kerap memakai topi seperti ciri khas angler adalah ciri khas Edi Asan Joko, 32.

Bapak dua anak yang tinggal di Dusun Batok RT 03 RW 03 Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi ini, sudah punya karyawan walau usahanya masih berskala home industri.

Saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu, Edi tampak serius membuat produk umpan pancing.

Ketika itu dia tengah menyelesaikan proses pengecatan dengan spray brush. Ia tidak sendiri. Tetapi dibantu sejumlah pemuda warga setempat yang merupakan karyawannya.

CANTIK: Produk umpan pancing buatan Edi Asan.
CANTIK: Produk umpan pancing buatan Edi Asan.

Home industri umpan pancing ini, ternyata digelutinya sejak 2016 lalu dan tetap eksis hingga sekarang. Bahkan kini menjadi pekerjaan utamanya.

“Awal produksi pembuatan umpan pancing ini, saya berdua sama istri saja. Bagi tugas dan belajarnya secara otodidak. Awalnya butuh waktu hingga setahun lebih. Lama kelamaan kemudian bisa, akhirnya memutuskan untuk memproduksinya sendiri,” kata Edi.

Suami dari Ade Rahmawati ini memutuskan memproduksi umpan pancing sendiri, setelah terinspirasi hobinya memancing di laut.

Karena beli umpan pancing harganya mahal, dia kemudian mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Tak disangka, home industrinya terus berkembang. Bahkan kini sudah ada lima karyawan yang membantunya untuk produksi tiap hari. Dia biasa bekerja dari pagi sampai dengan sore hari. Bahkan dilembur hingga malam hari.

Proses pembuatannya dari nol. “Dua pekan sekali, untuk produksi sampai dengan 1.000 buah umpan pancing ini,” katanya.

Adapun bahan baku yang dipakai, antara lain kayu mahoni, timah, kawat stainless, dan stiker hologram.

Kemudian peralatannya untuk produksi menggunakan mesin pres, bor, komnpresor dan spray brush, amplas, mesin cetak CNC.

“Proses pembuatannya dari bahan mentah atau nol, hingga jadi dan siap dijual, harus melalui banyak tahapan. Pengerjaannya juga harus teliti. Sebab umpan pancing dibentuk sesuai jenis ikan,” tuturnya.

Ada lima jenis umpan pancing yang ia produksi. Di antaranya metal jig, stikbait, andeman, minnow dan proper. Bentuk ikan umpan pancingnya, menyerupai sejumlah jenis ikan. Antara lain tongkol, cakalang, selam, teri, baby tuna dan lain-lain.

“Harganya menyesuaikan bentuk, bahan baku. Semua jenis umpan pancing terbuat dari mahoni, diberi pemberat timah di bagian perutnya dan menyerupai ikan. Terkecuali umpan pancing jenis metal jig, full dari timah tanpa kayu,” ungkapnya.

Walau skala home industri, produk buatan Edi harus berkualitas. Bahkan untuk mengetahui kualitas produksinya, dalam sebulan selalu menyempatkan mancing ke laut minimal dua kali dalam satu bulan. Ini juga sekaligus juga menyalurkan hobinya.

“Setelah jadi, beberapa umpan pancing saya pakai untuk mancing sendiri sekaligus tes kualitasnya baik ataukah ada yang kurang,” ujarnya.

Untuk pemasaran produknya, selama ini dijual via online. Biaanya dia kirim ke berbagai daerah di Indonesia dari Aceh hingga Papua sudah pernah.

Selain itu, juga tembus ke luar negeri di benua Asia, Australia dan Eropa. Seperti ke Australia, Perancis, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Singapura.

“Pengiriman barang kalau di dalam negeri via paket. Sedangkan ke luar negeri via kargo. Lebih banyak melayani pengiriman untuk grosir. Lainnya melayani eceran ke beberapa komunitas mancing. Produksi barang sesuai pesenan,” ungkapnya.

Dari usahanya ini, omzetnya mencapai hingga puluhan juta rupiah perbulannya. Antara Rp 25-30 juta. Pernah hingga ratusan juta, saat sebelum pandemi.

Pada saat pandemi, merupakan masa-masa sulit bagi usahanya. Karena pengiriman ke luar daerah, juga ke luar negeri terkendali lockdown. Sehingga saat itu, mengaku sempat merugi.

“Omzet didapat itu kotor, digunakan untuk bahan baku, gaji karyawan, stok bahan. Sisanya untuk kebutuhan sehari-hari dan ditabung,” bebernya. (zal/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#umpan #pancing