Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Almer Abiyu Ahmad, Siswa MAN 1 Pasuruan Menaklukkan Ajang Robotik Internasional, Robot Buatannya yang Bisa Deteksi Luka Dalam Tubuh

Muhamad Busthomi • Rabu, 22 Mei 2024 | 20:05 WIB
MEMBANGGAKAN: Almer Abiyu Ahmad didampingi Kepala MAN 1 Pasuruan menunjukkan prestasi dari AJR Cup 2024.
MEMBANGGAKAN: Almer Abiyu Ahmad didampingi Kepala MAN 1 Pasuruan menunjukkan prestasi dari AJR Cup 2024.

Membuat robot ternyata tak serumit yang dibayangkan. Dengan bahasa pemrograman berbasis kecerdasan buatan, Almer Abiyu Ahmad sukses menciptakan robot selayaknya bermain game. Seru dan menyenangkan. Hasilnya pun diakui ajang kompetisi internasional.

MUHAMAD BUSTHOMI, Bangil, Radar Bromo

Bel sekolah berdering yang segera disusul anak-anak berseragam putih abu-abu berhamburan keluar kelas. Jam pelajaran di MAN 1 Pasuruan berakhir. Hanya menyisakan beberapa siswa yang tetap berada di area sekolah.

Almer Abiyu Ahmad salah satu dari segelintir yang bertahan, langsung bergegas menaiki tangga menuju lantai dua sembari memanggul tas ransel.

Ia memasuki salah satu ruangan. Luasnya tak seberapa. Kira-kira hanya separo dari luas ruang kelas pada umumnya. Almer dan teman-temannya menyebut ruangan itu sebagai laboratorium.

Sisa-sisa gulungan kabel, solder hingga komponen elektronik masih berserak di lantai. Bekas eksperimen para siswa pada hari sebelumnya.

MENANG: Almer Abiyu bersama piagam penghargaannya.
MENANG: Almer Abiyu bersama piagam penghargaannya.

Di dua sisi dinding terdapat rak kaca yang penuh dengan bermacam-macam buah tangan mereka.

Ada robot analog hingga line tracer. Bekas rakitan robot yang membawa Almer memenangkan AJR Cup 2024 juga masih tersimpan.

Ketertarikan Almer pada dunia robotika sendiri dimulai sejak masih SMP. Ia bahkan sempat membuat robot sendiri, namun sempat terhenti.

Gairahnya kembali membara duduk di kelas 10 MAN 1 Pasuruan, di mana ia bergabung dengan tim robotika sekolah.

Sebenarnya AJR Cup 2024 bukan kompetisi pertama yang diikuti. Sederet lomba di bidang robotik juga pernah dimenangkan.

Sampai sekarang, ia empat kali menyandang juara dalam ajang internasional. Dua kali digelar di Thailand, kemudian di Malaysia dan Korea Selatan.

AJR Cup 2024 menjadi titik balik bagi Almer untuk kembali menunjukkan eksistensinya.

Paling tidak, jam lemburnya di laboratorium selama ini, tak sia-sia. Persiapan menuju AJR Cup 2024 terbilang cukup singkat. Hanya sepekan, Almer memulai dengan brainstorming.

”Yang pertama menentukan tujuan dan fungsi robot yang ingin dibuat. Hal ini penting untuk menentukan jenis robot yang dibutuhkan, komponen yang diperlukan, dan bahasa pemrograman yang akan digunakan,” katanya.

Pemilihan komponen harus sesuai dengan desain robot dan tujuan fungsinya. Setelah semua komponen dipilih, langkah selanjutnya adalah merakit robot. Perakitan harus dilakukan dengan hati-hati.

”Yang tidak kalah penting sebenarnya proses coding,” ujar remaja 17 tahun itu.

Bisa dibilang, pada proses inilah Almer menitipkan sebagian isi kepalanya dalam sebuah robot melalui serangkaian kode-kode bahasa pemrograman. Kode itu menjadi otak robot yang memuat instruksi apa saja yang harus dilakukan.

Bahasa pemprograman yang dipakai Almer adalah PictoBlox. Alih-alih harus menerjemahkan algoritma ke dalam kode-kode yang rumit, ia justru lebih nyaman memakai bahasa pemrograman phyton yang divisualisasikan dalam blok-blok kode berwarna-warni.

”Sehingga mudah dipahami dan memang banyak digunakan oleh programmer pemula,” kata Almer.

Selayaknya bermain, istilah programming yang identik dengan pictoblox adalah drag-and-drop. Karena penggunanya bisa membuat program dengan menyeret dan menjatuhkan blok-blok kode, tanpa perlu mengetik kode secara manual.

Sejak tahap brainstorming memang berangan-angan membuat robot yang bisa membantu aktivitas manusia. Kemudian lebih dispesifikkan dalam urusan kesehatan.

Akhirnya membuat robot yang bisa mendeteksi luka dalam tubuh manusia. Almer menempatkan pengenalan citra pada program yang dibuat.

”Algoritmanya setiap ada tanda luka atau jerawat, sistem akan mendeteksi,” kata siswa asal Sidoarjo itu.

Data citra itu direkam melalui kamera. Hasil pengenalan citra itu kemudian dilaporkan kepada sistem. kemudian menghasilkan feedback berupa resep obat yang mesti diberikan kepada pasien.”Akhirnya saya namakan smart pharmasi,” kata Almer.

Persaingan yang dirasakan di AJR Cup 2024 sendiri cukup ketat. Bayangkan saja, ada 120 peserta berbagai negara yang turun dalam ajang itu. Selain dari Indonesia, peserta lain juga berasal dari negara tuan rumah, serta Malaysia dan Singapura.

Yang justru membuatnya ketar-ketir adalah detik-detik menjelang kompetisi. Karena meskipun robot buatannya sukses disimulasikan di laboratorium sekolah, tak menutup kemungkinan akan mengalami eror.

Apalagi robot itu harus dibongkar saat menempuh perjalanan udara dan dirakit kembali setibanya di Thailand.

Sedangkan Almer tak punya banyak waktu. Perakitan ulang robot itu sendiri memakan waktu sekitar dua jam. ”Untungnya ketika di lokasi tidak banyak kendala,” kata dia.

Kegigihan Almer membuahkan hasil. Ia berhasil memukau para juri dengan presentasinya yang meyakinkan tentang potensi Smart Pharmasi untuk dikembangkan lebih luas.

Almer pun dinobatkan sebagai juara pertama kategori Creative and Excellent Asian Junior Robot Cup 2024, akhir April lalu.

Kepala MAN 1 Pasuruan Nasrudin mengatakan, keberhasilan Almer merupakan salah satu produk kerja sama yang dijalin dengan Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (PRODISTIK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang mumpuni di bidang robotika, desain grafis, pemrograman, dan animasi.

”Jadi ini menjadi ajang bagi siswa membekali keterampilan baik untuk kemampuannya di dunia kerja maupun ketika hendak melanjutkan studi melalui jalur prestasi,” kata Nasrudin.

Itulah kenapa MAN 1 Pasuruan mendapat predikat MA plus. Karena menjadi salah satu madrasah yang memiliki concern program keterampilan. Tahun ini saja, ada 76 alumni yang dipastikan lolos seleksi di beberapa kampus ternama tanpa tes. Baik jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) maupun PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).

Sejauh ini, ada1.080 siswa yang mengikuti Prodistik. Mereka diberi keleluasaan memilih penjurusan ketika memasuki kelas 11, sesuai dengan minat dan bakat mereka. Entah di bidang teknologi informasi perkantoran, robotika, animasi, desain grafis maupun programming.

”Sehingga anak-anak selama 2,5 tahun itu juga dibekali dengan kemampuan ilmu terapan di samping pelajaran agama dan pelajaran umum yang mereka dapat di dalam kelas,” katanya. (fun)

Editor : Jawanto Arifin
#man 1 pasuruan #kejuaraan robotik