Siapa bilang papan tulis hanya papan polos hitam atau putih? Di MTsN 1 Bangil, papan tulis telah berevolusi menjadi layar sentuh interaktif yang mengubah wajah pembelajaran. Interactive Touchscreen Board (IT Board). Alhasil, suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Perangkat itu juga memungkinkan distribusi pengetahuan yang lebih efektif.
ANI melangkah memasuki kelas 7a dengan penuh semangat. Di tangannya, ia membawa sebuah laptop yang dibungkus rapi dalam tas khusus.
Hari ini, ia ingin kembali mengajar dengan metode pembelajaran baru yang memanfaatkan teknologi.
Sesampainya di depan kelas, Ani membuka tasnya dan mengeluarkan laptop. Ia kemudian menghubungkannya ke IT board yang tersedia di kelas. Tak sampai dua menit, layar besar di depan kelas pun menampilkan materi pembelajaran yang telah ia siapkan.
Para siswa terlihat antusias dan bersemangat melihat metode pembelajaran baru ini.
Mereka tak sabar untuk mengikuti pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.
Sejak dua bulan terakhir, suasana belajar di MTsN 1 Pasuruan menjadi lebih hidup.
Ketersediaan papan tulis pintar atau IT board banyak membantu proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menarik.
Para siswa mengaku senang dan terbantu dengan penggunaan IT board.
Akhmida Dinijad, salah satu siswa kelas akselerasi mengaku bahwa IT board membuatnya lebih mudah memahami pelajaran.
Materi pembelajaran bisa ditampilkan dalam bentuk visual. Baik berupa grafis, gambar dan video yang ditampilkan di layar besar. Tak melulu berisi teks.
”Sehingga mudah memahami materi pelajaran dan menyenangkan,” ungkapnya.
Rasa bosan pun hampir tak pernah dirasakan mereka yang berada di kelas akselerasi.
Kendati durasi pembelajaran mereka yang hanya perlu dua tahun untuk menempuh pendidikan jenjang SMP itu, relatif lebih panjang.
Kepala MTsN 1 Pasuruan Yasir mengatakan, penggunaan IT board memang masih dalam tahap awal. Karena itu baru diterapkan di dua kelas yang memakai sistem akselerasi.
Ia mengatakan, sebenarnya sekolahnya bukan yang kali pertama menerapkan IT board. ”Di daerah lain sudah banyak, mungkin di Pasuruan baru ini yang pertama,” kata Yasir.
Meski baru diterapkan, Yasir mengatakan, IT board cukup mudah dioperasikan. Semua guru yang ada, sudah mampu mengendalikannya. Bahkan para siswa juga tak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Mengingat cara kerja IT board sendiri terbilang sederhana.
”Persis ketika menyambungkan laptop dengan proyektor. Yang membedakan, papannya dilengkapi dengan teknologi layar sentuh,” terang Yasir.
Menurutnya, ada alasan kenapa pihaknya cukup getol menerapkan IT board dalam pembelajaran kelas.
Karena beberapa waktu sebelumnya, beberapa guru di sekolah tersebut cukup kreatif mengemas metode pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai platform teknologi.
”Terutama media sosial seperti TikTok, beberapa guru kami kreatif membuat materi pembelajaran berupa video. Makanya kami berpikir kenapa nggak sekalian saja diaplikasikan dalam IT board,” kata Yasir.
Lebih-lebih, digitalisasi dalam pembelajaran juga menjadi salah satu visi yang terus digaungkan Kementerian Agama. Setiap sekolah madrasah, diminta untuk tak ketinggalan dalam urusan teknologi. Perkembangan teknologi memang ibarat dua mata pisau.
”Tetapi ketika kita bisa memanfaatkan untuk tujuanyang positif saya rasa hasilnya juga bagus,” kata Yasir.
Sejauh ini, Yasir menilai keberadaan IT board lebih banyak mendatangkan manfaat. Pola pembelajaran yang disampaikan guru tak monoton. Siswa juga lebih tertarik dengan materi pembelajaraan. Berbeda ketika masih menggunakan white board.
”Kalaupun perlu membuat gambar kan bentuknya hanya hitam putih saja, sekarang sudah berwarna. Bisa dikombinasikan dengan animasi dan sebagainya,” kata Yasir.
Penggunaan IT board juga disambut positif oleh para guru. Dengan IT board, mereka bisa langsung mengakses internet atau menggunakan file-file yang diperlukan untuk memberikan pelajaran kepada siswa secara langsung.
Yasir optimistis bahwa IT board dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di MTsN 1 Pasuruan.
”Kami berharap semua kelas kedepan bisa menerapkan penggunaan IT board, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih efektif dan menyenangkan,” pungkasnya. (fun)
Editor : Achmad Syaifudin