Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ngabuburit Tak Biasa ala Relawan Info Lalu Lintas Pasuruan, Beri Tanda Jalan Rusak untuk Cegah Kecelakaan

Muhamad Busthomi • Selasa, 26 Maret 2024 | 23:16 WIB
TANDAI YANG BAHAYA: Relawan Info Lalu Lintas dan Kriminal (ILK) Pasuruan menandai jalanan yang berlubang dan bergelombang dengan cat Pilox putih di sepanjang jalan kawasan Raci-Kraton. (M Busthomi)
TANDAI YANG BAHAYA: Relawan Info Lalu Lintas dan Kriminal (ILK) Pasuruan menandai jalanan yang berlubang dan bergelombang dengan cat Pilox putih di sepanjang jalan kawasan Raci-Kraton. (M Busthomi)

Selama Ramadan, tradisi ngabuburit umum dilakukan oleh mereka yang berpuasa. Beragam aktivitas dilakukan selama ngabuburit. Mulai berburu takjil, menyantuni anak yatim, hingga bersantai bersama keluarga. Namun, para relawan Info Lalu Lintas dan Kriminal (ILK) Pasuruan ini melakukan dengan cara berbeda. Mereka memanfaatkan waktu menjelang buka puasa dengan menandai jalan-jalan berlubang yang membahayakan.

 MUHAMAD BUSTHOMI, Bangil, Radar Bromo

Beragam kendaraan memadati sepanjang jalan di kawasan Raci-Kraton, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/3) sore. Selama Ramadan, jam-jam selepas waktu Asar memang sedang ramai-ramainya orang keluar rumah untuk ngabuburit.

Yang lalu lalang di jalan bukan saja kendaraan-kendaraan bertonase berat yang saban harinya menjadikan jalan Pantura sebagai jalur transportasi. Tidak sedikit pula kendaraan pribadi yang lewat, mulai dari mobil hingga motor.

Di tengah hiruk pikuk orang berburu takjil itu, sekelompok anak muda mencari celah. Mereka tidak lain relawan Info Lalu Lintas dan Kriminal (ILK) Pasuruan.

Mereka turun ke jalan sembari memberi isyarat kepada para pengendara untuk berhati-hati. Setidaknya, melambatkan laju kendaraan atau beralih lajur.

Berbekal cat semprot, para relawan itu mencorat-coret sepanjang jalanan yang disusuri. Bukan asal corat-coret. Sasarannya adalah lubang-lubang menganga di jalanan. Juga permukaan jalan yang bergelombang.

Kondisi jalan seperti itu dianggap berbahaya bagi pengguna jalan. Karenanya, para relawan itu menandainya dengan cat berwarna putih. Agar mudah terlihat oleh pengendara.

Sedikitnya, ada delapan orang yang ikut ngabuburit dengan corat-coret jalan berlubang itu. Aksi mereka dimulai dari sekitar tapal batas Kota Pasuruan. Tepatnya di lampu merah Bendungan, Kecamatan Kraton.

Begitu melihat jalan rusak, mereka turun dan menandainya dengan Pilox. Hampir tak satu pun yang terlepas dari pandangan. Mereka menandai semua titik jalan rusak hingga kawasan PIER, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Pekerjaan yang dilakukan secara sukarela itu pun berakhir tepat waktu. Mendekati waktu berbuka pukul 17.00, aksi itu tuntas.

Ada 10 kaleng cat semprot ditumpahkan di sepanjang jalan Raci-Kraton. Berapa banyak titik jalan yang sudah bertanda?

”Kami nggak menghitung, karena sambil jalan. Yang jelas cukup banyak. Ada puluhan,” kata Robert Ardiyan, ketua ILK Pasuruan.

Titik terparah di jalur SPBU Pandelegan hingga Kompleks Perkantoran Raci, Kecamatan Bangil. Di kawasan itu, banyak titik jalan berlubang. Kecil, tapi cukup dalam. Sehingga, lebih membahayakan jika dilintasi. Lebih-lebih, bagi kendaraan roda dua, risiko kecelakaannya lebih rentan terjadi.

”Jalan-jalan berlubang sangat membahayakan pengendara, terutama saat kondisi jalan licin setelah hujan,” kata Robert.

”Dengan menandai lubang-lubang ini, kami berharap pengendara dapat lebih berhati-hati dan terhindar dari kecelakaan,” sambungnya.

Photo
Photo

Robert mengatakan, aksi corat-coret jalan berlubang itu diinisiasi agar kegiatan ngabuburit yang dilakukan komunitasnya lebih bermanfaat. Setidaknya, membantu pengguna jalan.

”Bukan sekadar mengisi waktu ngabuburit. Lebih dari itu, ini adalah sebuah misi untuk menjaga keselamatan pengendara dan menekan angka kecelakaan,” katanya.

Terlebih, kondisi jalan Raci-Kraton selama ini memang kerap dikeluhkan. Relawan ILK Pasuruan yang punya jejaring di media sosial, hampir setiap hari mendapati keluhan itu. Bahkan, kerusakan jalan yang terjadi juga beberapa kali memakan korban.

”Maka kami tergerak untuk turun. Setidaknya agar pengguna jalan bisa menghindari titik-titik jalan rusak yang sudah kami tandai,” katanya.

Namun begitu, ia juga berharap kerusakan jalan di kawasan itu tak hanya berhenti pada aksi corat-coret seperti yang dilakukan komunitasnya. Apa yang dilakukan relawan ILK Pasuruan, kata Robert, hanya tindakan kecil yang mungkin bermanfaat.

”Tapi, kami juga berharap, instansi pemangku jalan ini juga menindaklanjuti,” kata Robert.

Melihat kondisi di lapangan, menurutnya, kerusakan jalan memang perlu segera ditangani. Ia berharap perbaikan bisa direalisasikan. Terutama, mendekati waktu Lebaran.

”Mobilitas masyarakat makin tinggi. Jangan sampai angka kecelakaan justru meningkat,” bebernya. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jalan rusak #ngabuburit #cegah kecelakaan