Selama SMP dan SMA, Gading Rahmatullah aktif bermain sepak bola. Bahkan, dia bergabung dengan sejumlah kesebelasan dan mengikuti sejumlah pertandingan. Mulai Piala Soeratin, Kemenpora, Popda hingga Elite Pro Liga 1 U-18. Kini, saat anggota Polri di Polres Pasuruan dia pun tetap aktif berlatih.
RIZAL FAHMI SYATORI, Bangil, Radar Bromo
Gading Rahmatullah, 19, tidak bisa dilepaskan dari sepak bola. Sejak kecil, sepak bola jadi olahraga favoritnya.
Bahkan, pemuda asal Dusun Rajeg, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan itu kemudian menjadi pemain sepak bola.
“Suka sepak bola sejak lama. Akhirnya saya menekuninya sebagai pemain sepak bola,’ tuturnya.
Awalnya, Gading seringkali diajak bapaknya nonton sepak bola di Malang. Dia pun akhirnya tertarik.
Menginjak kelas 2 SMP pada 2017, putra dari pasangan suami istri (pasutri) Digdyo Mulyono Jati dan Erna Dwi Susilowati inipun akhirnya menekuni sepak bola.
Saat itu, dia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Pandaan. Dengan home base latihannya di Lapangan Plumbon, Kelurahan/Kecamatan Pandaan.
“Satu pekan berlatih tiga kali di SSB Putra Pandaan. Sebagai pelatih kepalanya di SSB ini adalah Pak Subangkit. Saya tekun berlatih di luar jam sekolah,” imbuhnya.
Ketekunannya berlatih membuat karirnya moncer. Apalagi, dia mendapat dukungan kuat dari kedua orang tuanya.
Ia bahkan sempat bermain dengan sejumlah kesebelasan pada periode 2018 – 2021.
Di antaranya Tim Galasiswa Indonesia Kabupaten Pasuruan.
Kemudian Putra Jaya Batu di Piala Soeratin U-15; Nusantara Malang dan Arema Indonesia U-16.
Gading juga pernah bermain untuk tim Gabsis Sambas Kalimantan Barat di Piala Soeratin U-15; Assyabab Bina Bola Piala Soeratin U-15; Popda Kabupaten Pasuruan.
Dan pernah menjadi pemain magang di tim PSPK Liga 3.
“Posisi bermain saya spesialisasinya sebagai stopper, bek kanan atau kiri. Kadang juga pernah menjadi striker,” tuturnya.
Tidak hanya itu. Dia dua kali memperkuat tim Persik Kediri. Berlaga di Elite Pro Liga 1 U-16 dan U-18. Masing-masing di tahun 2020 dan 2021.
“Itu saya lakoni selama SMP dan SMA. Kalau ada pertandingan, saya izin tidak masuk sekolah atau dapat dispensasi dari sekolah,” cetus alumni SMPN 2 Pandaan dan SMAN 1 Pandaan ini.
Selama menjadi pemain sepak bola, Gading pun beberapa kali cidera. Baginya itu hal yang wajar.
Namun, selama ini selalu bisa pulih. Sehingga bisa kembali bermain sepak bola. Seperti cidera engkel, hamstring dan lain-lain.
“Pernah saya cidera tulang belakang saat gabung dengan tim Gabsis Sambas Kalimantan Barat di Piala Soeratin U-15. Pengobatan tradisional di sana, akhirnya sembuh,” ungkapnya.
Dari aktivitasnya bermain dengan sejumlah tim itu, dia seringkali dapat bonus. Sebagian besar bonus yang diterimanya dia berikan pada ibunya. Sisanya ditabungnya.
Saat SMA, terbersit niatnya menjadi anggota Polri. Apalagi, dia dapat motivasi dari salah satu anggota polisi saat bermain sepak bola di Bandung.
“Orangnya saya lupa, setahu saya masih bintara. Akhirnya saya tertarik menjadi anggota Polri,” tuturnya.
Setelah lulus SMA di tahun 2023, Gading pun mendaftar menjadi anggota Polri di Polda Jatim.
Lewat jalur mandiri umum, dia akhirnya diterima. Sehingga melanjutkan pendidikan di SPN Bangsal, Mojokerto.
“Awal Januari tahun ini mulai dinas di Polres Pasuruan. Setelah sebelumnya menempuh pendidikan di SPN Bangsal,” cetus penggemar Arema dan Barcelona ini.
Kini, setelah menjadi anggota Polri, Gading mengaku tetap bermain sepak bola. Walaupun tidak seaktif sebelumnya.
Akan tetapi selalu menyempatkan latihan sendiri, terlebih saat lepas dinas. Baik latihan fisik dan teknik di lapangan Kancil Mas, Bangil.
“Sebagai pemain sepak bola, saya bercita-cita ingin memperkuat tim bermain di Liga 1. Mudah-mudahan bisa terwujud,” ujarnya tersenyum. (hn)
Editor : Jawanto Arifin