Nela Cahya Anggraini memang baru 18 tahun. Namun, ustadzah di sebuah TPQ ini juga dikenal sebagai pelukis muda berbakat. Nela yang sudah menghasilkan puluhan karya ini akan bersiap mengikuti pameran bulan ini di Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
DENGAN menggunakan pensil arang, Nela Cahya Anggraini, asyik menggambar di atas kertas.
Sejurus kemudian, remaja 18 tahun itu mulai serius melukis di runag tamu rumahnya di Jalan Mukibat III, Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Di ruang tamu itu, sejumlah pigura berisi lukisan dipasang di dinding rumah. Semuanya tidak lain lukisan karya Nela.
“Kebetulan lagi mood dan santai. Daripada diam, saya pakai melukis saja,” cetus alumni SMAN 1 Purwosari ini.
Nela memang masih belia. Namun, dia dikenal sebagai pelukis yang berbakat.
Di sela-sela waktunya mengajar di TPQ Al-Mu’minin di Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Nela pun selalu menyempatkan diri melukis.
“Sore hari saya mengajar ngaji di TPQ, paginya kuliah. Di sela-sela itu kalau luang, saya manfaatkan untuk melukis,” beber anak kedua putri pasangan suami istri M. Sifak - Hari Sri Batin.
Nela sendiri menyukai seni lukis sejak masih SD. Lalu sejak SMP dia seriusi menekuni bakatnya itu.
“Pas SMP, saya melukis obyek bebas. Mulai SMA beralih ke sketsa wajah. Juga fokus ke aliran realis hingga sekarang,” ujar mahasiswi Universitas Yudharta Jurusan Pendidikan Agama Islam ini.
Melukis realis dipilihnya karena arahan sang bapak. Maklum, bapaknya juga selama ini biasa melukis sketsa.
Saat ini, sudah banyak karya lukis yang dihasilkan Nela. Jumlahnya mencapai puluhan. Beberapa di antaranya dipajang di dinding rumah dan kamarnya.
Sebagian lainnya banyak pula yang terjual. Namun, memang baru orang-orang di sekitarnya yang membeli lukisan karyanya. Mulai guru dan teman-temannya semasa SMA dulu.
Nela sendiri menjual lukisannya dengan harga terjangkau. Sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu untuk tiap karya lukisnya.
“Kalau ada yang pesan atau request, saya buatkan lukisannya. Biasany selesai dalam waktu dua hingga tiga hari. Jumlahnya seingat saya sudah puluhan, ratusan belum,” cetusnya.
Saat ini, Nela sedang menyiapkan diri untuk mengikuti pameran lukisan. Rencananya, pameran itu akan digelar Februari ini.
“Februari ini akan ikut pameran lukisan di Kecamatan Purwosari. Jadi saya menyiapkan juga untuk pameran,” ucapnya.
Nela sendiri memakai media kertas dan pensil arang untuk melukis. Menurutnya, media ini lebih nyaman.
Saat ini Nela mempunyai cita-cita miliki galeri sendiri. Selain itu, kedua orang tua dan kakaknya di rumah selalu mendukung dirinya menjadi pelukis.
“Mudah-mudahan saja punya galeri sendiri bisa terwujud. Menjadi pelukis tetap terus saya tekuni, karena sudah menjadi hobi,” ucapnya. (hn)
Editor : Achmad Syaifudin