Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sukses Bomantara, Atlet Panjat Tebing Kota Probolinggo Jadi Juara Panjat Tebing Piala Menpora

Inneke Agustin • Sabtu, 6 Januari 2024 | 21:45 WIB
ON FIRE: Bomantara Bintang Prayuda saat berlatih.
ON FIRE: Bomantara Bintang Prayuda saat berlatih.

Panjat tebing Kota Probolinggo terus melahirkan atlet-atlet potensial. Terbaru, ada Bomantara Bintang Prayuda, 16, yang baru-baru ini berhasil memenangi kejuaraan nasional Piala Menpora RI 2023.

INNEKE AGUSTIN, Wonoasih, Radar Bromo

Ajang Piala Menpora RI 2023 jadi salah satu momen tak terlupakan bagi Bomantara. Ya, di ajang nasional itu, remaja asal Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu berhasil menunjukkan performa impresif.

Dalam ajang yang dihelat di Pakansari, Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Jumat (15/12) hingga Minggu (17/12) lalu itu, Bomantara keluar sebagai yang terbaik. Ia jadi juara satu nomor Speed Classic Youth A Putra.

Prestasi itu tak didapat Bomantara dari sekejap mata. Sebab, ia menggeluti panjat tebing sejak kecil. Persisnya, saat di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD).

JAWARA: Bomantara Bintang Prayuda saat menerima medali emas pada ajang Piala Menpora RI 2023 yang berlangsung di Pakansari, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (15/12) hingga Minggu (17/12).
JAWARA: Bomantara Bintang Prayuda saat menerima medali emas pada ajang Piala Menpora RI 2023 yang berlangsung di Pakansari, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (15/12) hingga Minggu (17/12).

Awalnya ia merasa takut. Namun, Bomantara melawan ketakutan tersebut hingga mencapai titik saat ini. “Dulu waktu pertama kali mencoba, ya takut! Takut jatuh. Tapi, lama-lama membiasakan diri. Sekarang sudah tak takut lagi,” kata remaja yang akrab disapa Boman ini.

Sebelum merambah ke ajang skala nasional, Boman telah menaklukkan ajang di tingkat provinsi seperti Kejurprov. Pada Kejurprov II Tahun 2023 di Kota Blitar yang dihelat pada Kamis (16/12) hingga Sabtu (18/12), Boman mengharumkan nama Kota Probolinggo. Ia berhasil menyumbang satu medali emas pada nomor Boulder Youth A Putra.

Sebelumnya, pada 2020, ia mulai menjajal kemampuannya di tingkat nasional. Meski hasilnya saat itu, ia harus puas dengan menduduki podium kedua.

Namun, Boman tak pernah patah semangat. Ia terus berlatih memperkuat kekuatan tangannya serta mempelajari segala teknik yang ada di olahraga panjat tebing ini.

Terbukti, tahun ini, melalui ajang Piala Menpora RI 2023 Boman mampu menjadi juara pertama pada nomor Speed Classic Youth A Putra. Ia merasa sangat senang, sebab ini merupakan medali emas pertamanya dalam ajang bertaraf nasional.

“Orang tua saya pun turut bahagia dengan prestasi ini. Mereka mengatakan pada saya untuk terus semangat,” katanya.

Dari kemenangannya pada ajang tersebut, ia mendapatkan medali, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta. “Untuk membahagiakan orang tua, uang tersebut saya gunakan untuk mentraktir mereka,” katanya.

Boman secara konsisten berlatih tiap harinya, kecuali hari Rabu dan Minggu karena kelas latihan libur. Bahkan, Boman mengaku tak mengikuti kegiatan ekstra lainnya selain panjat tebing. Sebab, ia ingin menjadi atlet nasional.

“Saya ingin fokus di satu bidang olahraga panjat tebing ini saja. Saya ingin menjadi atlet kebanggaan Indonesia. Atlet nasional yang mewakili Indonesia berlaga di luar negeri nantinya,” kata remaja kelas X SMA Negeri 2 Kota Probolinggo ini.

Di samping itu, Boman juga memiliki tip tersendiri agar tak keteteran dalam mengerjakan pekerjaan sekolah. Sepulang sekolah, ia langsung mengerjakan tugas sekolah.

Setelahnya, Boman pergi beristirahat dan mulai berkegiatan kembali pada pukul 15.00. Meski ia sangat menyukai panjat tebing, Boman tetap menjaga keseimbangan antara tugas sekolah dan hobinya ini. Serta, tetap menjaga pola makan dan tidur.

“Berangkat latihan panjat tebing biasanya sampai malam, sekitar pukul 21.00 di GOR A.Yani, Kota Probolinggo. Kalau pamit mau latihan, meski malam tak ditanyakan oleh orang tua. Tapi kalau ke tempat lain, pasti dicari kalau sampai malam belum pulang. Sebab, saya juga jarang nongkrong bersama teman. Sehari-hari paling ya latihan,” katanya.

Boman mengatakan, sebelum sesi latihan dimulai, ia memastikan melakukan pemanasan atau peregangan terlebih dahulu. Ini untuk meminimalisasi risiko cedera saat berlatih. Pemanasan dapat dilakukan dengan cara jogging atau pull up.

“Biasa untuk pemula yang dilatih adalah strength atau kekuatan tangannya dulu. Baru kemudian beranjak berlatih teknik,” katanya.

Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo Iwan Rosyidi mengatakan, pihaknya tiap hari memantau perkembangan para atlet. Selain itu, ia juga selalu meng`update` sport science dibantu para senior atlet panjat tebing terdahulu seperti Rindi Sufriyanto.

“Kami memaksimalkan segala fasilitas yang tersedia di sini, bagi kemajuan para atlet. Saya yakin, akan ada atlet dari Kota Probolinggo yang bisa juara dunia nantinya,” katanya.

Iwan juga berpesan bagi para atletnya bahwa usaha memang tak akan menghianati hasil. Dengan etos kerja yang baik, tentu akan mempercepat capaian menuju target.

Iwan juga berpesan untuk tetap menjaga etika. Sebab, etika merupakan muara dari sebuah kemenangan. “Mutu seseorang itu terletak pada adab yang baik. Sikapnya terhadap teman, orang tua, dan guru di sekolah. Bila adabnya sudah baik, insyaallah orang tersebut akan termotivasi jadi juara,” pesan Iwan. (mie)

Editor : Jawanto Arifin
#panjat tebing