Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pelajar SMAN 1 Probolinggo Ini Menang Lomba Poster Digital Memperingati Hari Pangan Sedunia

Fahrizal Firmani • Kamis, 2 November 2023 | 22:15 WIB
MENANG: Keizha Aurora Salsa Billa menunjukkan poster digital buatannya. Poster ini mengantarkannya menjadi juara pertama lomba Content Challenge memperingati Hari Pangan Sedunia yang digelar Kemenkes.
MENANG: Keizha Aurora Salsa Billa menunjukkan poster digital buatannya. Poster ini mengantarkannya menjadi juara pertama lomba Content Challenge memperingati Hari Pangan Sedunia yang digelar Kemenkes.

Prestasi membanggakan diraih beberapa pelajar Kota Probolinggo dalam lomba Content Challenge yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperingati Hari Pangan Sedunia. Siswi SMAN 1 Kota Probolinggo, Naviskha Keizha Aurora Salsa Billa, 17, menjadi juara pertama lomba membuat poster digital.

FAHRIZAL FIRMANI, Probolinggo, Radar Bromo

Tidak pernah terpikir dalam benak Naviskha Keizha Aurosa Salsa Billa bisa memenangkan lomba Content Challenge. Apalagi, dia baru dikabari ada lomba tiga hari menjelang tutup pendaftaran.

Ia pun sempat bimbang karena sekolahnya yaitu SMAN 1 Kota Probolinggo sedang menggelar lomba pojok literasi dalam memperingati Bulan Bahasa.

Kebetulan, ia adalah koordinator dalam bidang desain. Lomba ini penting dan tidak bisa ditinggal.

Dia pun memutuskan fokus pada pelaksanaan lomba Pojok Literasi. Pada 23 dan 24 September, Sasa–sapaan akrabnya–ngebut mengerjakan pojok literasi sampai larut malam. Sasa juga memutuskan untuk tidak mengikuti lomba Content Chalenge.

“Namun, pada 25 Oktober, Kak Nando yang mengabarkan lomba ini mengingatkan saya melalui direct massage (DM) di Instagram bahwa tanggal 26 Oktober itu hari terakhir pendaftaran dan pengumpulkan karya,” katanya.

Lomba itu sendiri dibagi dalam dua kategori. Yakni, lomba video reels dan lomba poster digital. Mendapat DM itu, Sasa akhirnya mantap mengikuti lomba kategori poster digital.

Sebab, dia memang suka desain grafis. Ia juga sudah berulang kali membuat poster. Namun, ini adalah lomba tingkat nasional pertama yang diikuti.

Maka sehari menjelang penutupan itu, Sasa melihat lagi poster-poster yang pernah dibuatnya. Sembari mencari referensi poster dari Google dan Pinterest.

Sebab, lomba ini memiliki ketentuan harus menarik, bukan poster biasa dan memuat animasi. Ia pun sempat debat dengan Nando terkait poster yang dibuat.

Ia menanyakan lebih baik membuat poster murni ataukah infografis. Sebab, jika poster murni cukup gambar dan kata-kata singkat. Namun, untuk infografis memuat kata-kata yang lebih banyak.

“Saat itu Kak Nando menjelaskan bahwa poster yang dilombakan itu seperti poster yang biasa saya buat. Ada gambar dengan kalimat ucapan,” tutur siswa kelas XI ini.

Sasa pun segera membuat beberapa elemen dalam menggunakan aplikasi Ibis Paint di smartphone. Namun, agar hasilnya lebih proporsional, ia menggunakan laptop. Karena visual laptop lebih lebar.

Karena temanya tentang Hari Pangan Sedunia, ia memilih untuk menggambar bumi sebagai perwujudan dari kata sedunia.

Agar bagian bawah poster tidak kosong, ia membuat gambar hasil pangan berupa umbi-umbian.

Bagian atas poster yang awalnya kosong, diberi objek awan dengan pilihan warna oranye agar mencolok. Sengaja, ia tidak memilih warna biru.

Sebab, latar belakang poster sudah berwarna biru. Lalu diberi tulisan “Selamat Hari Pangan Sedunia”.

Agar hasil poster yang dibuat bagus, remaja yang tinggal di Jalan Letjen Sutoyo, Kanigaran, ini mencampur gradasi warna dan elemen. Tidak sekadar menempelkan warna, namun disesuaikan antara satu objek dengan objek lainnya.

“Bumi kan bulat. Jadi bagian bawahnya pasti kosong, makanya saya kasih gambar pangan. Awalnya mau gambar kebun. Namun, tidak jadi karena terlalu mendasar,” sebut Sasa.

Finalis Yuk Kota Probolinggo 2023 ini sempat merasa kurang percaya diri. Apalagi setelah tahu, penilaian kategori poster digital dan video reels ini menjadi satu. Karena nasional, pesertanya berasal dari banyak kota besar.

Sasa sendiri menyelesaikan posternya selama dua jam. Mulai pukul 20.00 dan selesai 22.30. Namun, poster itu baru dikirim melalui online sekitar pukul 23.30. Alasannya, ia sempat ragu poster buatannya kalah bersaing dengan finalis lain.

“Walau mepet, akhirnya saya kirim. Sempat menyesal kenapa tidak dikirim lebih awal, sehingga punya persiapan lebih. Untung jaringan oke, sehingga bisa terkirim,” jelas kelahiran Februari 2006 ini.

Dua hari kemudian atau pada 28 Oktober, Sasa dikabari oleh dewan juri. Dia dinyatakan menjadi juara pertama dalam Content Challenge ini. Untuk sertifikat penghargaan dan hadiah lomba akan dikirim. Namun, hingga kini ia belum menerima.

Sasa kaget, namun juga senang dikabari menjadi pemenang. Sebab, ia harus bersaing dengan peserta dari kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Palangkaraya. Prestasi ini sampai dijadikan story WhatsApp oleh orang tuanya.

Menurutnya, banyak masyarakat di dunia yang masih mengalami kelaparan. Dengan memenangkan lomba ini, ia berharap bisa memperoleh kesempatan untuk melakukan aksi nyata dalam mengurangi kelaparan di Indonesia.

“Selama ini saya tergabung dalam Insan Genre yang fokus pada penanganan stunting. Dengan menang lomba ini, maka kesempatan melakukan tindakan nyata pada kelaparan bisa lebih besar,” tuturnya. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#hari pangan sedunia #Lomba Poster Digital #sman 1 probolinggo