Kabupaten Pasuruan tak pernah berhenti mencetak atlet handal. Terbaru, ada pesepakbola cilik asal Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen. Pada 1-4 September lalu, dia tampil di Asean Soccer Club (ASC) Cup 2023 di Malaysia dan berhasil jadi juara pertama saat memperkuat timnas pelajar U-10.
RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo
RONA gembira terpancar dari raut muka sosok Alif Riesky Ramadhan, 10. Pelajar kelas IV SDN Ketanireng I ini, terlihat bahagia saat ditemui ditemui Jawa Pos Radar Bromo di rumahnya yang berada di Dusun Wilo, Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen.
Putra pertama pasangan suami istri (pasutri) Siswanto, 39, dan Mujawaroh, 29, telah meraih prestasi membanggakan di cabang olahraga favoritnya, sepak bola. Dia meraih juara pertama U-10 Asean Soccer Club (ASC) Cup 2023 di Malaysia, 1-4 September lalu. Turnamen yang diikuti oleh 14 tim dari delapan negara se-ASEAN.
Di tournament tersebut, Alif sapaan akrabnya, memperkuat tim MIVA asal Bali. Sekaligus juga mengatasnamakan timnas pelajar U-10 selama pertandingan berlangsung di Malaysia.
“Senang dan bangga sekali, ikut sepak bola U-10 ASC Cup untuk pertama kalinya. Apalagi tim yang saya perkuat juara pertama,” ucap Alif, sembari menunjukkan medali yang didapatnya dari tournamen bergengsi tersebut.
Alif yang didampingi kedua orang tuanya mengatakan. selama bertanding di lapangan KOPA USM, Kota Penang, Malaysia, dia harus menuntaskan laga yang memakai sistem liga. Hingg aharus meraih poin sebanyak-banyaknya supaya timnya. Hingga akhirnya timnya bisa berada di rangking pertama klasemen akhir dan keluar sebagai pemenang.
Alief bertutur, ada 14 tim yang ikut dari delapan negara. Semuanya saling bertemu, tiap pertandingan. Dalam laga, waktunya memang tak seperti sepakbola biasa. Hanya 2x10 menit saja.
“Di Malaysia, saya di lapangan bermain posisi sayap kiri dan kerap diposisikan bek. Kadang juga menjadi gelandang. Posisi bergantian, sesuai arahan dari pelatih. Total cetak delapan gol, dan 23 assist,” katanya sambil tersenyum malu.
Jelang keberangkatannya ke Malaysia, ia mengaku tidak ada persiapan khusus. Dia hanya latihan rutin di Sekolah Sepak Bola (SSB) Samudra, yang diikutinya sejak SD kelas 1 hingga sekarang di lapangan Glatik, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo. Dalam sepekan dia tiga kali berlatih. Biasanya tiap Rabu dan Jumat siang serta Minggu pagi.
“Sisanya di rumah saat luang, saya sempatkan latihan fisik lari-lari. Juga latihan passing dan dribel bola itu saja,” tuturnya.
Alif tak pernah menyangka, bisa mengikuti ASC Cup 2023. Apalagi akhirnya keluar menjadi juara pertama. Tentunya atas keberhasilannya ini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Termasuk sekolahnya. “Ada proses yang saya lalui dan ikuti, akhirnya menjadi bisa mengikuti ASC Cup 2023 ini,” ungkapnya.
Selain aktif latihan sepak bola, bukan berarti Alief tak meninggalkan sekolahnya. Dia bahkan masih bisa mengaji. Bahkan di sekolah, mulai kelas 1 hingga kelas 3 ia mengaku cukup berpretasi. Karena langganan masuk rangking tiga besar di kelasnya.
“Sekolah iya, sepak bola dan mengaji juga iya. Sama-sama jalan dan Alhamdulillah bisa berjalan lancar semua,” ujarnya.
Kata Alif, sepak bola adalah olahraga favoritnya selama ini. Sejak kecil sudah menyukainya. Jika sudah besar, dia bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola profesional. “Jika besar nanti, saya ingin menjadi tentara juga pemain sepak bola profesional. Bisa membanggakan keluarga,” kata penggemar tim Persija dan Real Madrid ini.
Sang ibu Mujawaroh mengatakan, keikutsertaan Alif di ASC Cup 2023 sampai ke Malaysia, berawal pada 11 Juni 2023 lalu. Saat ikut tournament sepak bola U-10 se Jawa – Bali yang berlokasi di lapangan sepak bola Abdurahman Saleh, Malang. Alif saat itu memperkuat klub atau tim Gama, asal Malang.
Di final, tim yang dibela Alid bertanding melawan klub atau tim MIVA asal Bali. Akhirnya dimenangkan tim MIVA Bali, dengan skor 4-1. Meskipun timnya Alif kalah di final, Alif terpilih menjadi pemain terbaik atau best player.
“Setelah pertandingan final di Malang, Alif kemudian diajak memperkuat MIVA Bali. Untuk berlaga di tingkat nasional di Stadion Pakansari, Bogor, pada 23-25 Juni 2023 kemarin. Kami pun mengiyakan dan bersedia, sebagai orang tuanya,” ucapnya didampingi Siswanto suaminya, juga Alif putranya.
Saat di Stadion Pakansari, Bogor, U-10 tingkat nasional di laga final, MIVA Bali tim yang diperkuat Alif, bersua dengan Persib U-10. Dalam 2x10 menit pertandingan berakhir seri atau imbang dengan skor 3-3. Hingga dilanjut dengan adu pinalti. Dalam adu pinalti, di laga final akhirnya dimenangkan oleh MIVA Bali atas Persib U-10 skornya 3-2.
Nah, berkat juara di tingkat nasional U-10 akhirnya MIVA Bali mewakili Indonesia dalam ASC Cup 2023 di Malaysia, pada 1-4 September lalu. Hingga akhirnya di negeri jiran tersebut, keluar sebagai pemenang atau juara pertama.
“Untuk penggurusan paspor dan akomodasi, pakai biaya sendiri atau mandiri. Tiket pesawat, penginapan dan lain-lain ditanggung ASC. Karena keterbatasan biaya, kami sebagai orang tuanya tidak ikut terbang ke Malaysia mendampingi Alif,” tutur ibu rumah tangga dua orang anak ini.
Sebagai orang tua, ia dan suaminya mengaku bangga atas prestasi diraih putra pertamanya tersebut. Apalagi di cabang olahraga paling disukainya sejak kecil.
“Alif punya bakat sepak bola sudah terlihat sejak TK. Kemudian SD kelas 1, saya ikutkan SSB Samudra di Sukorejo sampai dengan sekarang,” bebernya.
Selama berlatih sepak bola di SSB, Mujawaroh yang aktif mengantarkan Alif. Memboncengnya naik motor, bahkan kadangkali harus mengajak pula anak keduanya perempuan yang masih balita.
Siswanto sang suami, tidak bisa mengantarkan berangkat berlatih sepak bola. Karena kerja di bengkel sebagai montir. Hanya bisa menemani, saat tambahan latihan di rumah seperti passing dan dribel saja.
“Tetapi kalau di rumah, latihan dengan ayahnya,” ucap wanita berjilbab dan berkacamata ini.
Pasca ASC Cup 2023 ini, kini mereka mempersiapkan Alif mengikuti turnamen sepak bola U-10 Singa Cup di Singgapura. Sebab Alif diajak MIVA Bali, mewakili Indonesia dengan biaya mandiri.
“Insya allah ikut, ini masih menabung dan kumpulin dana untuk bisa berangkat ke Singapura,” ungkapnya. (fun)
Editor : Ronald Fernando