Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengasuh Ponpes di Beji Ini Koleksi Motor dan Mobil Antik, Yuk Intip Garasinya

Rizal Syatori • Kamis, 31 Agustus 2023 | 22:45 WIB
KOLEKTOR BARANG ANTIK: Gus Jazuli Sya’roni bersama motor antik koleksinya.
KOLEKTOR BARANG ANTIK: Gus Jazuli Sya’roni bersama motor antik koleksinya.

Gus Jazuli Sya’roni selama ini dikenal sebagai pengasuh Ponpes Al Falah Sya’roniah Siddiqiah. Tidak banyak yang tahu, lelaki 50 tahun itu juga kolektor motor dan mobil antik.

RIZAL FAHMI SYATORI, Beji, Radar Bromo

Rumah Gus Jazuli Sya’roni di Dusun Gragal, Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, itu memiliki halaman cukup luas. Begitu masuk ke halamannya, terlihat beberapa unit motor dan mobil antik diparkir sekitar rumah. Ada yang diparkir di samping rumah, di teras rumah, juga di garasi.

Dan hampir semuanya sudah berusia puluhan tahun. Ada motor BMW R26 tahun 1956, BSA, Morton, AJZ, Zondap, dan lain-lain. Kemudian, mobil Opel Capiten tahun 1954, Mercedes Benz Tiger dan Boxer tahun 1988, serta lainnya.

Itulah beberapa motor dan mobil antik koleksi Gus Jazuli. Semua kondisinya utuh, terawat dengan baik.

“Ini hanya sebagian, yang lain masih ada. Ada yang di rumah saudara, juga ada yang di bengkel,” terangnya.

Karena koleksinya itu, dia pun tergabung dengan sejumlah komunitas. Ada Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), Motor Antique Club Indonesia (MACI), dan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).

Motor dan mobil antik koleksinya itu sebenarnya sebagian besar milik almarhum ayahnya, Kiai Sya’roni. Semasa hidup, Kiai Sya’roni merupakan penyuka otomotif. Sepeninggal sang ayah, ganti Gus Jazuli yang merawat motor dan mobil antik tersebut.

Gus Jazuli Sya’roni bersama motor BMW R26 tahun 1956, salah satu motor antik dan Harley Davidson koleksinya.
Gus Jazuli Sya’roni bersama motor BMW R26 tahun 1956, salah satu motor antik dan Harley Davidson koleksinya.
Gus Jazuli Sya
Gus Jazuli Sya
Gus Jazuli Sya
Gus Jazuli Sya
Gus Jazuli Sya
Gus Jazuli Sya

“Saya suka karena hobi. Juga meneruskan Abah yang memang suka otomotif. Beliau terutama suka motor dan mobil antik,” ucapnya.

Gus Jazuli sendiri mulai tertarik merawat dan mengoleksi motor dan mobil antik sejak tahun 1990. Selepas dirinya nyantri di Ponpes Al-Falah, Kediri.

Satu persatu motor dan mobil antik koleksi almarhum abahnya, ia rawat dengan baik. Sesekali, kendaraan itu dipakai keluar untuk jalan-jalan maupun touring.

Berganti tahun, Gus Jazuli pun menambah koleksi motor dan mobil di rumahnya. Pada tahun 2000, dia membeli motor BMW R26 produksi 1956 dengan kapasitas mesin 250 cc. Harganya lumayan, Rp 200 juta. Lalu pada 2006, dia membeli mobil Morris 1500 CC.

“Motor antik BMW R26 itu saya belinya di Jogjakarta. Untuk mobil belinya di Paiton, Kabupaten Probolinggo. Keduanya menjadi koleksi pertama saya, di luar kendaraan milik Abah,” tutur bapak lima putra dan satu putri ini.

Selain beli di Paiton dan Jogjakarta, motor dan mobil antik koleksinya juga ada yang beli di Jakarta dan Bali. Biasanya, ada yang menginformasikan padanya sebelumnya.

“Tahunya saya dari informasi teman, kemudian saya cari. Mendatangi lokasi dan lihat langsung barangnya. Kalau harganya cocok ya dibeli. Belinya bukan ke sesama kolektor, tapi langsung ke pemakai,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, tidak ada perlakuan dan anggaran khusus yang dikeluarkan untuk perawatan mobil dan motor antik itu. Sepekan sekali semua kendaraan itu dipanasi selama 20-30 menit. Lalu, jika catnya rusak direstorasi ke bengkel cat.

Untuk spare part, ketika ada yang rusak dan harus diganti biasanya Gus Jazuli membeli secara online. Ada yang beli di dalam negeri, juga ada yang import Harganya bervariatif.

“Jadi, dak ada perawatan khusus. Namun, memang saya punya montir dan bengkel langganan. Ada di Pandaan, Surabaya, dan Jakarta. Kadang montirnya datang ke rumah. Kadang juga kendaraannya dibawa ke bengkel,” ucap penyuka lalapan sambelan ini.

Motor dan mobil antik koleksinya itu memang jarang dipakai. Hanya dipakai sesekali saat ada event bersama komunitas. Atau touring bersama keluarga di sekitaran Jatim.

“Untuk aktivitas sehari-hari, saya pakai kendaraan keluaran tahun baru. Kalau mobil dan motor antik jarang dipakai. Tapi, semuanya dalam kondisi bagus dan ready. Sewaktu-waktu dipakai bisa,” terangnya.

Kedua putranya yang beranjak dewasa kadang juga memakai mobil dan motor koleksinya itu. Ada Syaifulloh, 26 dan Bahrul Ulum, 20.

Koleksi motor dan mobil antik miliknya dan milik abahnya itu juga seringkali ditawar orang lain. Ada pembeli dari luar daerah, juga sesama kolektor. Namun, Gus Jazuli enggan melepasnya.

“Otomotif dan koleksi motor dan mobil antik sudah menjadi hobi saya. Tentunya tetap terus merawatnya dengan baik. Alhamdulillah keluarga mendukung,” ungkapnya tersenyum.

Di luar itu semua, Gus Jazuli juga punya lima unit motor Harley Davidson dengan kapasitas mesin 1700 cc. Serta, beberapa unit motor Yamaha RX King, Kawasaki Binter, dan lain-lain. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#mobil antik #motor antik #kolektor