------------------------------------------------------------------------------------------------------
IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Senyumnya begitu renyah. Raut wajahnya menunjukkan rasa bahagia. Dengan antusias, pelajar kelahiran 30 Maret 2007 itu menceritakan pengalamannya meraih penghargaan bergengsi tingkat Asia Tenggara.
Ya, Almer Abiyu Ahmad menjuarai International Youth Robotic Competition (IYRC) 2023 yang digelar di Malaysia. Ia menyisihkan puluhan kontestan lainnya. Tidak hanya dari Indonesia atau Malaysia selaku tuan rumah. Tetapi, juga dari Singapura dan negara ASEAN lainnya.
“Saya berhasil meraih juara pertama untuk kategori kreatif. Pastinya suatu yang menggembirakan dan membanggakan bagi saya bisa meraih penghargaan tersebut,” ungkap Almer saat ditemui di MAN 1 Pasuruan.
Pelajar kelas X di MAN 1 Pasuruan tersebut mengungkapkan, prestasi cemerlang itu tak diraihnya dengan mudah. Bahkan, ia harus nge-camp ke Tangerang untuk memperdalam ilmu robotik.
Awalnya, Almer memperoleh informasi lomba pada akhir Mei 2023. Sementara lomba robotik itu sendiri digelar pada 2-3 Juni 2023.
Artinya, hanya ada waktu sepekan untuknya menyiapkan lomba. Ia pun mulai melakukan persiapan, termasuk mencari ide tentang robot yang akan dilombakan.
“Waktunya sangat singkat, jadi saya sempat bingung. Tapi, saya kuatkan tekad. Karena sebelumnya saya juga pernah ikut kejuaraan robotik di Thailand,” ungkap putra dari pasangan Cahyo Komari dan Sri Utami tersebut.
Hingga akhirnya, ide mengubah air kotor menjadi bersih tebersit dalam benaknya. Ide itu muncul setelah Almer melihat begitu banyak video banjir di Indonesia. Dan banyaknya sungai yang kotor.
“Dari sana, saya berpikir untuk membuat robot yang bisa menciptakan air kotor menjadi bersih,” kisah penghobi komik dan game ini.
Untuk mematangkan kemampuannya, MAN 1 Pasuruan kemudian mengirimnya ke Tangerang. Di sana, ia belajar secara mendalam tentang pemrograman dan hardware seputar robot yang tak didapatinya di Pasuruan.
Empat hari lamanya, ia belajar di Tangerang. Almer belajar dengan keras untuk mewujudkan ide robotik yang direncanakannya.
Namun, tak mudah untuk membuat robot yang dimaksud. Ia sempat gagal membuat robot dan menyusun program sesuai harapan.
“Sempat beberapa kali gagal. Karena robot yang saya garap tidak bekerja sesuai yang diharapkan,” tuturnya.
Robot tersebut dirangkai Almer dari bahan plastik menyerupai lego. Di bagian tengah robot berbentuk kardus tersebut, disiapkan wadah untuk menampung air. Ia juga menyiapkan pengaduk serta sensor untuk bekerja.
Metode yang digunakan yaitu lebih dahulu mengotori air di wadah penampungan menggunakan obat luka atau Betadine. Ketika air sudah kotor, maka sensor akan bekerja. Saat itulah, akan masuk tablet vitamin atau vitacimin ke wadah.
Sensor kemudian bekerja kembali untuk mengaduk air. Hingga akhirnya, air yang kotor kembali bersih.
“Selain robotik pemrograman, juga ada unsur kimia di dalam praktik yang saya gunakan,” imbuhnya.
Proses tersebut ternyata tak mudah. Karena ia harus melakukan uji coba yang tak terhitung jumlahnya. Berkali-kali gagal. Salah satunya, karena sensor copot, sehingga membuat pemrograman tak bekerja.
Tanggal 2 Juni, ia kemudian berangkat ke Malaysia untuk berkompetisi. Dalam kompetisi itu ada beragam kategori. Dirinya masuk kategori kreatif. Pada kategori tersebut, ada 50 lebih pelajar yang berpartisipasi. Tidak hanya dari Indonesia dan tuan rumah Malaysia. Tetapi juga dari Singapura. “Bahkan, ada juga perwakilan dari India,” ungkap Almer.
Persaingan pun berlangsung ketat. Namun, Almer tak merasa keder. Justru, merasa tertantang untuk menunjukkan kebolehan.
Beberapa tahapan lomba dilalui. Mulai presentasi, hingga praktik robotik. Semula, ia tak yakin juga bisa memenangi lomba. Namun, begitu namanya disebut sebagai juara pertama, Almer merasa bahagia tidak terkira.
“Sangat senang karena dengan waktu yang mepet, ternyata saya bisa menjadi juara pertama,” akunya.
Kepala MAN 1 Pasuruan Nasrudin menguraikan, prestasi yang diraih Almer merupakan bentuk komitmen dalam mengawal yang sudah ada. Yakni, berprestasi di tingkat internasional berbasik robotik.
Robot yang dikreasikan Almer, merupakan suatu ide segar yang bisa dikembangkan untuk dilakukan riset. Sehingga, ke depan, benar-benar bisa direalisasikan di dunia nyata.
“Robot yang dikreasikan ini merupakan prototipe. Harapan kami, temuan ini bisa dikembangkan sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Membuat air kotor yang ada di lingkungan sekitar disulap menjadi air bersih yang layak dipakai untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” bebernya.
Nasrudin menambahkan, hasil manis tersebut juga akan menjadi modal bagi Almer untuk berprestasi di kancah internasional berikutnya. Karena dalam waktu dekat, ia kembali akan berkompetisi di Korea. “Ini menjadi modal untuk kejuaraan robotik di Korea,” jelasnya. (hn) Editor : Ronald Fernando