Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenal dr.Intan Sudarmadi,Sp.S. Ditunjuk jadi Direktur Pertama RSUD Ar-Rozy

Ronald Fernando • Minggu, 1 Januari 2023 | 16:12 WIB
BESAR: RSUD Ar-Rozy yang megah. Inset, dr. Intan Sudarmadi yang akan menjabat direktur rumah sakit baru nanti. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
BESAR: RSUD Ar-Rozy yang megah. Inset, dr. Intan Sudarmadi yang akan menjabat direktur rumah sakit baru nanti. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
Kota Probolinggo bakal memiliki RSUD baru, RS Ar-Rozy namanya. Wali Kota Probolinggo pun sudah melantik dr. Intan Sudarmadi, Sp.S. sebagai direktur RSUD Ar-Rozy. Selama ini dia merupakan dokter spesialis saraf (neurologis) di RSUD dr. Mohamad Saleh.

 -----------------------------------------------------------------------------------------------

ARIF MASHUDI, Mayangan - Radar Bromo

 -----------------------------------------------------------------------------------------------

SEKITAR pukul 11.15, Jawa Pos Radar Bromo baru dapat menemui dr. Intan Sudarmadi, Sp.S, direktur RSUD Ar-Rozy itu. Sebab, sejak pagi dokter Intan masih ada tugas visit, keliling memeriksa kondisi pasien di RSUD dr. Mohammad Saleh yang ditanganinya.

”Maaf baru bisa menemui. Karena dari tadi keliling visit pasien di rumah sakit. Kebetulan pasien yang sekarang ditangani lumayan banyak. Jadi agak lama,” kata Intan yang juga Plt Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medik (Yanmed) di RSUD dr. Mohamad Saleh.

Di ruang poli neurologis itu, ada perawat yang membantu tugas selama di poli dan visit. Ada tempat tidur untuk pasien dan ada juga sejumlah peralatan medis lainnya.

Sambil mempelajari hasil rekam saraf otak pasien, Intan pun menerima Jawa Pos Radar Bromo di poli Neurologis. Berbicara soal jabatan sebagai direktur RS Ar-Rozy, Intan mengaku tidak pernah terbayang atau terpikirkan mengemban jabatan itu.

”Lebih tepatnya amanah baru untuk saya, meski awalnya merasa berat dan tidak percaya. Karena ini sebuah amanah, pasti saya akan tanggung jawab penuh dan menjalankan sebaik mungkin. Karena bagi saya, Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya,” ungkap Intan.

Photo
Photo
AWALNYA KAGET: Intan Sudarmadi yang akan menjabat direktur rumah sakit baru nanti. Tugas utamanya mengurus perizinan beroperasi. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Intan mengaku mendapatkan surat undangan pelantikan itu Jumat (30/12) sore saat dirinya tengah operasi (dinas). Pria kelahiran Surabaya, 24 November 1975 itu sempat bertanya dalam hati, akan dipindah ke mana dan sebagai apa? Namun, akhirnya ia pasrah dan berusaha menghadapi apa yang ada.

”Saya dapat undangan menghadiri pelantikan secara offline di Ruang Command Center. Saat dilantik sebagai direktur RSUD Ar-Rozy, terus terang kaget dapat amanah itu,” ujarnya.

Menurutnya, amanah dan tugas baru yang akan dihadapinya tentu penuh tantangan. Dirinya beserta sejumlah pejabat lainnya yang masuk struktur organisasi RSUD Ar-Rozy ditugaskan menyiapkan rumah sakit itu agar dapat beroperasi di tahun 2023.

Sebab, syarat pengajuan izin beroperasi rumah sakit yaitu struktur organisasi rumah sakit harus terbentuk lebih dulu. Nah, saat ini sebagai langkah awal, struktur organisasi sudah ada dan terbentuk.

”Saya belum tahu siapa-siapa yang masuk dalam struktur organisasi RSUD Ar-Rozy. Tapi sudah ada dan sudah dilantik. Sehingga, struktur RSUD Ar-Rozy sudah terbentuk,” terangnya.

Ke depan, dikatakan Intan, dirinya dan tim akan mengajukan izin beroperasi untuk RSUD Ar-Rozy. Nantinya, rumah sakit itu akan diajukan menjadi rumah sakit tipe C. Sedangkan RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, saat ini sudah menjadi rumah sakit tipe B.

Sehingga, nantinya Kota Probolinggo memiliki tempat layanan kesehatan lebih lengkap. ”Nanti untuk rumah sakit Ar-Rozy itu tipe C,” ujarnya.

Intan sendiri mulai mengabdil di RSUD dr. Mohamad Saleh sejak tahun 2003 setelah lulus S1 di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya tahun 2002. Dirinya yang asal Surabaya memilih dinas di Kota Probolinggo, karena dekat dengan Surabaya. Tidak lama dinas sebagai PTT, dia diangkat sebagai ASN di tahun 2003.

”Sejak awal tugas sebagai dokter IGD. Setelah lima tahun, saya memutuskan untuk sekolah spesialis saraf atau neurologis di Unair Surabaya. Lulus tahun 2013, saya kembali masuk ke RSUD dr Mohamad Saleh ini,” terang bapak tiga anak itu.

Sejak saat itu Intan bertugas sebagai fungsional di RSUD dr. Mohamad Saleh. Kemudian di tahun 2020, dia diminta tolong membantu tugas sebagai Plt Wadir Yanmed di RSUD setempat.

”Jadi saya harus dapat bagi waktu dengan tugas tambahan itu. Sisi lain sebagai dokter fungsional, menangani pasien di rumah sakit. Sisi lain ada tugas tambahan membantu Yanmed,” ujarnya.

Sebagai dokter spesialis neurologi, Intan memiliki banyak cerita suka dan duka. Neurologis paling banyak menangani pasien sakit stroke, radang otak, epilepsi, dan lainnya.

Bahagia dirasakannya saat pasien yang dirawat bisa sembuh. Bahkan, tidak jarang keluarga pasien terus menjalin silaturahmi dan berkomunikasi baik dengan dirinya. Sampai-sampai, saat dirinya ulang tahun pasien dan keluarganya datang memberikan kejutan.

”Tetapi, sedihnya, saat pasien tidak dapat diselamatkan. Sebab, kebanyakan pasien neurologis itu lansia (lanjut usia). Tetapi, yang terpenting komunikasi dengan keluarga pasien. Menjelaskan kondisi pasien dengan segala risikonya,” ungkapnya. (hn)
Photo
Photo
Editor : Ronald Fernando
#rsud baru #pemkot probolinggo #rsud ar-rozy