Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Haimin Sekdes Bulukandang yang Juga Jadi Badut untuk Tambahan Penghasilan

Jawanto Arifin • Rabu, 14 Desember 2022 | 14:49 WIB
MENGHIBUR: Haimin (kostum pink) saat tampil. Inset, Haimin saat menjadi Pak Carik di Bulukandang. (Foto: Istimewa)
MENGHIBUR: Haimin (kostum pink) saat tampil. Inset, Haimin saat menjadi Pak Carik di Bulukandang. (Foto: Istimewa)
Balai Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen adalah tempat sehari-hari Haimin ngantor. Dia menjadi sekretaris. Di luar kesibukannya menjadi Pak Carik, Haimin adalah pemain badut. Pekerjaan yang digelutinya dalam beberapa tahun terakhir.

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo

SUASANA Balai Desa Bulukandang, Kamis (1/12) pagi itu terlihat sibuk. Beberapa perangkat desa terlihat sibuk melayani masyarakat.

Kesibukan juga terlihat di sebuah ruangan berukuran 2x3 meter. Di ruangan inilah Haimin bekerja. Pria 48 tahun itu terlihat menandatangani sejumlah berkas dan surat-surat. Maklum saja, pria dua anak yang tinggal di Dusun Bulukrajan ini adalah sekretaris desa (sekdes).

Photo
Photo
DI LUAR JAM KANTOR: Haimin (badut kostum pink) dan timnya, saat menghibur siswa sekolah tengah vaksin di Desa Bulukandang. (Foto: Istimewa)

Menjadi sekdes ternyata sudah lama dijabatnya. Tepatnya sekitar tahun 2012 lalu. Saat itu dia ditunjuk menjadi pejabat Pj. Haimin baru benar-benar resmi dilantik sekdes tahun 2018. Sampai kini jabatan itu masih diembannya.

“Ya seperti ini saya di kantor desa. Membantu kades untuk pelayanan masyarakat sebagai sekdes,” ucap suami dari Siti Rohmawati itu.

Saat bertemu warga, Haimin begitu serius. Tetapi dia punya selera humor. Bahkan bisa juga kocak. Pandai melucu.



Ini karena Haimin punya jiwa entertain. Sebab dia juga menjadi pemain badut. Pekerjaan yang dia geluti sejak 2018 lalu. Hingga sekarang dia menjadi pemain badut.

Saat tampil menjadi badut, Haimin tidak sendirian. Dia kerap bersama beberapa orang teman sekaligus tetangganya. Baginya, menjadi pemain badut adalah pekerjaan yang halal. Yang bisa menjadi penghibur bagi banyak orang.

“Di luar jadi sekdes, Alhamdulillah juga ada pekerjaan lain sebagai pemain badut. Saya belajar otodidak dan kini menjadi tambahan penghasilan,” bebernya tersenyum.

Keputusannya menjadi pemain badut, berawal karena dia sering dipanggil atau dimintai tolong tetangganya di kampung. Dimintai tolong untuk mengisi acara ulang tahun atau jadi pembawa acara hajatan.

Akhirnya, tercetus ide untuk membuat tim badut. Dia mengawalinya dengan mengajak saudara dan tetangganya. Sebagai pembuka, dia mengisi acara ulang tahun, sunatan, pengantin, halal bihalal, gathering dan lain-lain.

“Ternyata banyak yang suka dan cocok. Akhirnya berlanjut terus hingga sekarang,” tuturnya sambil nyeruput kopi.

Sejauh ini job acara yang diisinya memang baru sekitaran Pasuruan dan daerah tetangga. Paling jauh ke Sidoarjo dan Mojokerto.

Tiap kali tampil, alat-alat yang digunakan juga beragam. Mulai dari baju badut dan tentu saja make up. Grupnya pun kini sudah memiliki sejumlah kostum dari beragam karakter.



Saat menghibur, Haimin membawa peralatan lain. Seperti balon ataupun sulap. Tarif tanggapan jobnya, terjangkau sekali. Hanya ratusan ribu. Tetapi semuanya tergantung personelnya yang tampil. Kalau jauh lokasinya, biasanya ada tambahan untuk biaya transport.

“Kebanyakan dapat jobnya di luar jam ngantor. Bisa sore hari hingga selesai. Paling ramai ya saat weekend, Sabtu dan Minggu,” terangnya.

Andaikata dapat job mengisi acara di pagi hari, Haimin tetap diambilnya. Namun yang datang dan mengisi rekan-rekannya. Haimin pilih tak ikut karena harus ngantor di kantor desa sebagai sekdes.

“Keluarga di rumah, pak kades, dan teman perangkat di kantor desa semuanya mendukung dan tidak mempermasalahkan punya pekerjaan lain sebagai badut,” kata Cak Imin sapaan akrabnya.

Saat mengisi acara dan memerankan badut atau tokoh karakter, Haimin mengaku, tanpa ada latihan atau persiapan khusus. Dia lebih suka improvisasi atau mengalir apa adanya.

Selama menjadi pemain badut, tentu Haimin punya pengalaman suka dan duka. Dia menganggapnya sudah menjadi risiko pekerjaan.

“Jadi badut itu kuncinya di mental. Harus kuat, karena membuat orang yang melihat menjadi gembira dan tertawa riang. Terutama anak-anak, tentunya sangat terhibur,” jelasnya. (fun) Editor : Jawanto Arifin
#desa bulukandang prigen #badut