Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Pemuda Winongan Beternak Ular Piton, Setahun Raup Rp 80 Juta

Ronald Fernando • Selasa, 20 September 2022 | 15:00 WIB
TERNAK: Muhammad Idris, 24, warga Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, menunjukan beberapa ekor ular piton yang diternaknya. (Mukhamad Rosyidi/jawa Pos radar Bromo)
TERNAK: Muhammad Idris, 24, warga Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, menunjukan beberapa ekor ular piton yang diternaknya. (Mukhamad Rosyidi/jawa Pos radar Bromo)
Tidak sekadar hobi. Kini ular bagi Muhammad Idris merupakan salah satu ladang rezeki. Bagaimana tidak? Dengan beternak ular, warga Winongan, Kabupaten Pasuruan, itu bisa mendapat omzet sekitar Rp 80 juta setahun. Bukan ular biasa. Tapi ular piton.

=======================================================

MUKHAMAD ROSYIDI, Radar Bromo, Winongan

=======================================================

BAGI sebagian orang, apa yang dilakukan Muhammad Idris ini mungkin dinilai berbahaya. Atau menjijikkan. Namun, kegiatan tersebut bagi pria 24 tahun itu adalah lahan rezeki. Sekaligus menyalurkan hobi.

Bagaimana tidak. Dari hobinya beternak ular piton mini, Idris bisa mendapat uang sampai Rp 80 juta dalam setahun.

Warga Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, itu memang tertarik pada ular piton sejak kecil. Ular yang tak berbisa itu memiliki keunikan tersendiri baginya. Karena itu, pada 2019, ia lantas bertekad untuk melakukan budi daya alias beternak piton.

Yang membuat bergidik, cara Idris beternak tak biasa. Ia beternak hewan melata itu di kamarnya. Kandang dibuat dari kotak berbahan mika yang transparan. Kemudian diberi serbuk untuk alasnya.

"Awalnya hanya dua atau sepasang. Kemudian bertelur dan jadi banyak," kata pria yang masih membujang itu.

Kandang-kandang itu dia letakkan di pojok kamarnya yang berukuran 4 meter X 3 meter. Di sana, tertata rapi kotak mika dan sebuah akuarium.

Di tiap kotak mika ada satu ekor ular. Ada yang berwarna cokelat, hitam, dan kuning. Idris sendiri membudidayakan dua jenis ular piton. Yaitu, Ball Piton dan Boa Piton.

Saat ini, Idris punya tujuh indukan. Satu induk bisa bertelur 8 buah per tahun.

Kemarin (19/9), beberapa ular diambil dari kandangnya. Kemudian dibersihkan. Tak sedikitpun tergambar geli, jijik, atau takut di wajahnya.

Ular-ular itu juga terlihat jinak, tak ganas. Hanya melingkar seperti bola.

"Iya begini ini. Ular memang melingkar begini. Aman kok," katanya.

Menurutnya, ia terpaksa membudidayakan ular piton di dalam kamarnya. Sebab, tak ada tempat lain.

“Tidak ada tempat lagi. Akhirnya kamar tidur ini saya jadikan kandang ular. Sudah tiga tahun ini saya ternak ular,” tutur pria yang sehari-hari juga berdagang gorengan itu.

Proses memelihara ular itu sendiri tidak gampang. Dibutuhkan ketelatenan, juga harus paham tentang cara memperlakukan ular. Idris sendiri belajar beternak ular tanpa guru alias otodidak. Karena itu, apa yang dilakukannya tak berjalan mulus terus.

“Saya belajar sendiri. Awalnya gagal, tapi sekarang sudah bisa,” terangnya tersenyum.

Idris awalnya juga tak berniat menjual ular tetasan hasil ternaknya itu sebenarnya. Tapi, karena jumlahnya semakin banyak, akhirnya dia pun berpikir untuk mengurangi jumlahnya. Caranya dengan menjual ular-ular itu.

Idris lantas mem-posting ular-ular yang baru menetas. Tak disangka, ternyata respons yang didapat di luar dugaan.

Memang, ular yang baru menetas jauh lebih disukai di pasaran dibanding ular indukan. Satu ekor ular yang baru menetas dia jual paling murah Rp 2 juta. Tergantung corak dan genetik hewan melata itu.

"Yang pasti, motif pertama. Kemudian, gen ularnya. Kan setiap ular tidak sama ya," tandasnya.

Tiga tahun berbinis ular, ia pun sudah mengirim ularnya ke hampir semua daerah di Indonesia. Di antaranya dikirim ke Sumatera, Jakarta, Kalimantan, dan daerah lainnya. Omzetnya pun mencapai sekitar Rp 80 juta setahun.

"Setahun kurang lebih saya bisa mendapatkan uang sekitar Rp 80 juta dari hasil ternak ini," terangnya. (hn) Editor : Ronald Fernando
#ternak ular piton