Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Halaman Sempit, Siswa SDN Kebonsari Wetan 3 Olahraga di Lapangan Kelurahan

Ronald Fernando • Rabu, 27 Juli 2022 | 18:00 WIB
LAHAN SEMPIT: Siswa dan guru SDN Kebonsari Wetan 3 saat upacara di teras sekolah. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
LAHAN SEMPIT: Siswa dan guru SDN Kebonsari Wetan 3 saat upacara di teras sekolah. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
Serbaminimalis. Inilah pandangan seseorang jika berkunjung ke SDN Kebonsari Wetan 3 Kota Probolinggo. Sekolah ini tak memiliki halaman luas. Bahkan, saat upacara tiap Senin, digelar di teras depan ruang kelas. Olahraga pun memanfaatkan lapangan milik kelurahan.

 ===================================================

ARIF MASHUDI, Kanigaran - Radar Bromo

=======================================================

JARUM jam menunjukkan pukul 06.55. Tetapi, siswa-siswi yang mengenakan seragam putih-merah sudah terlihat rapi. Mereka membawa topi dan bersiap upacara bendera. Kegiatan yang rutin mereka ikuti tiap hari Senin.

Sekolah Dasar (SD) yang terletak di tepi Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, itu memiliki lahan yang sempit. Hanya sekitar 9x50 meter. Ruangan-ruangan lebih memanjang ke samping. Sehingga semua ruangan gedung SDN itu menghadap ke utara atau jalan.

Inilah kondisi SDN Kebonsari Wetan 3. Setidaknya, ada 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan di gedung SDN tersebut. sekolah yang dikenal SD Impres. Sekolah yang tidak memiliki halaman luas seperti halnya sekolah lainnya. Bahkan, lahan kosong hanya ada di depan ruang kelas (gedung) dengan lebar sekitar 2,5 meter. Sekitar 1 meter lahan itu dikeramik dan selebihnya menjadi taman depan sekolah.

“Ayo baris!” begitu instruksi salah satu guru di Senin pagi. Secepatnya siswa langsung berbaris di teras depan ruang kelas dengan memanjang.

Siswa yang bertugas sebagai kelompok paduan suara, tampak berbaris di sebelah barat depan ruang kelas 6. Kemudian, peserta upacara lainnya, berbaris memanjang ke sisi timur.



Posisi tiang bendera berdiri dekat dengan pagar sekolah. Tak sampai satu meter dari pagar. Saat petugas pengibar bendara dekat ke tiang, mereka hanya cukup melangkah 3 kaki saja, sudah sampai di tiang bendera.

Meski demikian, upacara tetap digelar. Siswa menyimak betul pengeras suara. selain itu, petugas maupun peserta. Asyiknya, siswa bersemangat mengikuti upacara tersebut sampai selesai. Meskipun, ada 3 siswa yang datang terlambat, tetap langsung gabung di barisan terakhir.

”Ini upacara pertama kali di tahun ajaran baru 2022-2023. Petugas upacara juga semangat. Meskipun dua tahun sebelumnya tidak pernah adakan upacara karena pandemi Covid-19, kata Isnowati, kepala SDN Kebonsari Wetan 3 saat sambutan upacara Senin (25/7).

Isnowati yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo seusai upacara digelar mengaku, dirinya baru menjabat kepala SDN setempat sektiar 6 bulan lalu. Saat ini, jumlah siswa seluruh SDN tersebut ada 74 anak. ”Untuk anak baru kelas 1, ada 9 anak,” ujarnya saat ditemui di ruang guru.

Isnowati menceritakan, SDN Kebonsari Wetan 3, sesuai catatan dibangun pertama kali sekitar tahun 1976. Masyarakat biasa mengenal SDN tersebut dengan SD Inpres. Nah, bangunan gedung sekolah yang ada saat ini, sama dengan pertama kali dibangun. Memang bentuknya memanjang ke samping dan langsung menghadap ke jalan.

”Sekolah ini memang memanjang ke samping. Di belakang sekolah sudah tidak ada lahan kosong, karena sudah permukiman warga. Depan ruang kelas yang langsung ke jalan,” terangnya.

Karena kondisi itu, diakui Isnowati, siswa dan guru menggelar upacara bendera di halaman teras sekolah yang ada. Karena memang tidak ada lahan atau halaman sekolah lain yang bisa digunakan. Karena kondisi lahan yang sempit, siswa peserta upacara berbarisnya memanjang ke samping.



”Dari dulu kalau upacara ya seperti ini, di depan sekolah, manfaatkan lahan yang ada. Mau diperluas bagaimanapun, tidak bisa. Karena tidak ada lahan lagi di sekitarnya,” ungkapnya.

Selama ini, kegiatan belajar mengajar berjalan seperti halnya sekolah pada umumnya. Ada 8 guru, termasuk guru agama dan guru olahraga yang mengajar di sekolah tersebut.

Nah, kendala lahan sempit ini juga harus membuat sekolah terpaksa keluar jika ada pelajaran olahraga. Saat jam pelajaran olahraga, siswa harus menuju lapangan kelurahan, yang ada di sebelah barat sekolah. Jaraknya sekitar 100 meter.

Isnowati juga menyinggung soal minimnya siswa di SDN Kebonsari Wetan 3. Di tahun ajaran baru ini kelas 1 bahkan hanya 9 siswa. Soal itu, Isnowati mengaku, selama ini jumlah siswa SDN tersebut memang sedikit. Karena posisi SDN tersebut diapit oleh SDN Kebonsari Wetan 1 dan 2 yang dimerger.

Kemudian, sisi selatan SDN Kebonsari Wetan 3, ada lembaga MI (madrasyah ibtidaiah). Pun begitu dengan sisi timur. Ada SDN Sukoharjo. Sehingga tiap tahunnya SDN tersebut memang tidak banyak siswa baru.

”Tapi Alhamdulillah, para siswa tetap semangat untuk belajar di sekolah. Banyak juga siswa yang lulusan SDN di sini yang sukses menjadi ASN ataupun punya jabatan,” ungkapnya.

Tapi, bagi warga atau orang tua di Kebonsari Wetan, sempitnya lahan sekolah ini tak menjadi soal. Rata-rata terutama yang rumahnya dekat dengan sekolah, mereka justru senang. Karena untuk menuju ke sekolah, siswa bisa berjalan kaki. Tak perlu resah, apalagi kondisi lalu lintas saat ini begitu padat.



Orang tua juga tak perlu mengantar ke sekolah, bila anaknya sudah bisa berangkat sendiri. Tak perlu memanggil ojek atau menyewa becak.

Begitu juga dengan siswa di sekolah ini. Salah satunya adalah Putra, siswa kelas II. Dengan polos Putra menyebut, dirinya milih sekolah di SDN Kebonsari Wetan 3  karena dekat dari rumah. Dia tidak masalah, meskipun sekolah tidak ada halaman luas.

“Sekolah di sini enak, dekat dengan rumah. Bisa jalan kaki atau naik sepeda sendiri saat berangkat sekolah," ujarnya. (fun) Editor : Ronald Fernando
#sekolah kota probolinggo #sdn kebonsari wetan 3