------------------
Mbah Bangil diperkirakan hidup sebelum abad ke-7 Masehi. Hal itu bisa diketahui dari makamnya di kawasan makam umum Kalirejo, Kecamatan Bangil, yang menggunakan candi dari abad ke-7 Masehi. Di candi itu, ada tulisan-tulisan Arab yang sulit terbaca karena usianya yang sudah tua.
Banyak tutur yang menyebutkan, kata Bangil berasal dari kata Mbah e Ngelmu. Sebutan itu muncul karena banyak pesantren berdiri di Bangil. Sebutan lain dari Bangil adalah Mbah-mbahe Angel.
Sebutan itu muncul, karena Mbah Bangil sulit ditaklukkan waktu itu. Ia merupakan sosok yang sakti. Ada juga yang menyebut istilah, mbah-mbah angel muncul lantaran karakteristik dan watak masyarakat Bangil sulit diubah.
Taufik, warga Bendomungal, Kecamatan Bangil, yang juga pemilik Padepokan Kramat menjelaskan, Mbah Bangil merupakan sosok perempuan sakti yang diperkirakan berasal dari Solo, Jawa Tengah. Nama aslinya adalah Mbah Kumolo Sari. Dia datang ke Bangil untuk menyebarkan Islam.
“Beliau hidup diperkirakan saat Indonesia masih berupa kerajaan,” kata Mbah Gendeng, panggilan karibnya.
Selama di Bangil, Mbah Kumolo Sari mengajarkan banyak keilmuan kepada masyarakat sekitar. Tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu kanuragan. Konon, dia dikenal sebagai orang sakti. Bahkan, bisa berjalan di atas air.
Karena kesaktiannya itulah, Mbah Kumolo Sari sulit ditaklukkan. Sampai-sampai sebutan Bangil itupun muncul. Di mana, kata mbah-mbahe angel berarti sulit ditaklukkan.
Mbah Bangil dikenal memiliki banyak murid. Meski tidak diketahui, namun ia diyakini memiliki pondok pesantren. Muridnya bukan hanya manusia. Konon ada pula jin yang berguru padanya.
“Beliau memiliki murid yang banyak. Selain manusia, konon ada bangsa jin yang juga belajar ke beliau,” terangnya.
Dulunya Dikenal Angker
Mbah Bangil dikenal sebagai sosok karismatik. Selain memilik ilmu tinggi, Mbah Bangil juga penyabar. Hal ini yang mengundang banyak orang bertawasul melalui namanya agar doa-doanya dikabulkan Sang Pencipta, Allah SWT.
Taufik atau Mbah Gendeng menjelaskan, makam Mbah Bangil kerap menjadi jujukan masyarakat untuk berkirim doa. Hampir setiap hari, ada saja orang yang berziarah ke makam Mbah Bangil. Tidak hanya dari wilayah Bangil. Tetapi, juga dari berbagai wilayah lain. Bahkan, ada pula yang dari Kalimantan.
Biasanya, peziarah membeludak ketika Jumat Legi. Mereka beramai-ramai datang untuk berkirim doa. Makam tersebut juga biasanya dijadikan tempat untuk khataman atau tumpengan.
“Peziarah datang untuk berkirim doa. Harapan keselamatan dari Allah melalui perantara Mbah Bangil,” sampainya.
Makam Mbah Bangil sendiri ada di makam umum Kalirejo, Kecamatan Bangil. Dulunya kata Mbah Gendeng, kawasan setempat angker. Namun, lambat laun tidak seangker dulu setelah dirawat oleh warga.
“Di area makam Mbah Bangil, ada makam ajudannya. Juga ada makam juru kunci terdahulu,” ulas warga Bendomungal, Kecamatan Bangil, yang juga pemilik Padepokan Kramat ini. (iwan andrik/hn) Editor : Jawanto Arifin