Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Bapak dan Anak asal Prigen Pasuruan Penghobi Olahraga Offroad

Jawanto Arifin • Senin, 18 April 2022 | 00:00 WIB
MENANTANG: Aksi mobil offroad dari tim Galena Donkas saat mengikuti kejuaraan di luar kota. (Istimewa)
MENANTANG: Aksi mobil offroad dari tim Galena Donkas saat mengikuti kejuaraan di luar kota. (Istimewa)
Menaklukkan medan offroad dengan beragam jenis mobil memacu adrenalin. Medan ekstrem. Tunggangan tangguh. Sirkuit yang super-menantang juga menjadi sensasi yang selangit.

---

Bagi Saiful Anam, hobi offroad sudah asyik sejak mendesain kendaraan. Jika sebagian orang memilih menikmati kendaraan saat turun di medan, Anam sudah menikmatinya sejak memodifikasi mobil. Dia merancang sendiri. Medan berbeda, mobil berbeda.

”Mobil untuk offroad tidak terpaku pada satu jenis pabrikan. Lebih ke modifikasi atau dirancang sendiri,” ujar Anam yang juga pembalap offroad nasional asal Prigen itu.

Photo
Photo
SEMANGAT: Saiful Anam berdiri (tengah) dalam salah satu acara bersama klub offroad-nya. (Istimewa)

Dia selalu mempersiapkan kendaraan agar tampil maksimal saat berlaga di sirkuit ekstrem. Medan bebatuan, lumpur, tebing, perbukitan, dan sebagainya. Lelaki 48 tahun itu menyebutkan, kebanyakan yang dipakai jenis jip. Ada Jeep Willys, Hardtop, Land Cruiser, dan masih banyak lainnya.

Macam-macam kendaraan itu dimodifikasi. Dirancang sendiri. Bengkel dan tim mekanik tahu kapan mereka perlu beraksi. Mulai bodi, mesin, kaki-kaki, gearbox, sampai shockbreaker. Tambahan-tambahan lain disusupkan. Ada komponen kompresor dan cutting brakes. Perlu pakai turbo atau tidak saat turun ke sirkuit.

”Bodi mobil dirancang sendiri. Termasuk, spesifikasi pendukung yang digunakan. Yang penting, tetap aman dan nyaman digunakan saat balap,” kata Anam yang tergabung dalam tim Galena Donkas itu.



Untuk semua kebutuhan itu, lanjut dia, ada bengkel khusus untuk timnya. Pembuatan dan perawatan kendaraan didesain oleh tim. Termasuk, service dan tune up-nya.

Bagaimana soal komponen tambahan? Anam memastikan komponen untuk modifikasi mobil offroad tidak terlalu sulit didapat di pasaran. ”Di Malang dan Surabaya ada,” ujarnya.

Bahkan, saat digelar kejuaraan, ada juga yang berjualan komponen di sekitar lokasi sirkuit. Kalau mobil terguling, mengalami trouble pada suspensi dan mesin bisa segera diatasi. Tantangan yang biasa dan wajar.

Photo
Photo
SANG JUARA: Donny (empat dari kiri berdiri) saat timnya memenangi salah satu event kejuaraan. (Istimewa)

Kalau ada kerusakan dan harus ganti komponen baru, tidak sulit mencarinya. Komponen yang tepat akan mendongkrak performa kendaraan. ”Aman, nyaman, dan kenceng larinya. Suspensinya pun enak,” ungkap Anam.

 

Budget Perawatan Tinggi

Membangun atau membuat mobil offroad harus siap dengan biaya tinggi. Sama dengan biaya perawatannya. Baik service maupun tune up. Dari menjelang balap maupun pasca balap. Para pemilik mobil offroad sudah siap untuk itu. Duitnya disisihkan sendiri. Kantong dirogoh dalam-dalam.

”Satu bulan bisa sampai Rp 10 juta sampai Rp 15 juta, bahkan lebih. Itu biaya perawatan mobilnya,” ujar Donny Chrizandy, pembalap offroad nasional asal Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.



Donny adalah anak pertama Saiful Anam. Keduanya sama-sama pembalap offroad nasional. Bapak-anak punya hobi sama. Menurut dia, biaya perawatan mobil offroad disiapkan untuk gaji mekanik. Dana ganti oli. Pembelian spare part pengganti jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan. Termasuk, uang pendaftaran saat akan ikut kejuaraan sekaligus biaya transportasinya.

Pengeluaran paling banyak ada di transportasi. Soalnya mobil offroad harus dinaikkan truk towing. ”Tidak bisa mobil offroad dipakai buat jalanan biasa. Karena CC-nya tinggi. Bisa-bisa mesinnya jebol,” tutur Donny.

Budget tinggi itu membuat Donny dan Saiful Anam harus menyisihkan ”anggaran khusus”. Namun, biaya mahal sepadan dengan kepuasan melampiaskan hobi merkea di offroad otomotif ini.

Photo
Photo
RAKITAN SENDIRI: Kondisi salah satu kendaraan offroad milik Saiful Anam. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

Kendaraan Tangguh Ditambah Mental Juara

Beragam event kejuaraan pernah dijajal Saiful Anam dan Donny. Dari kejurda tingkat provinsi sampai kejurnas yang digeber Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Indonesia Offroad Federation (IOF).

Saat pandemi kejuaraan memang sepi. Hampir tidak ada kegiatan atau balapan resmi. Tahun ini, 2022, event-event ramai lagi. Kejuaraan selalu saja ada. Kejurda dan kejurnas bisa sampai lima seri atau lebih dalam setahun.

”Saya dan Donny alhamdulillah aktif ikut. Membawa nama Kabupaten Pasuruan,” ungkap Saiful Anam lantas tersenyum.



Tuan rumah penyelenggara bergantian. Kejurda paling sering diadakan di Gresik. Kemudian, Jember, Ngawi, dan Pasuruan juga ada. Lalu, kejurnas biasanya digeber di Lombok, Makasar, Jogjakarta, Sukabumi, Batu Licin, dan lain-lain. Setiap ikut kejurnas dan kejurda, tim Galena Donkas langganan juara. Selalu naik podium.

”Sebelum puasa, saya sama Donny terakhir tampil di kejurda seri pertama di Kediri. Juara satu kelas FFA (free for all),” katanya.

Anam menyebutkan empat kelas dalam kejuaraan offroad. Yaitu, kelas standard atau masih menggunakan mobil standard dengan kapasitas mesin 1.000-1.700 CC. Kemudian, ada kelas under 2.000-3.000 CC, upper 3.000-5.000 CC, dan FFA 5.000 CC ke atas.

Photo
Photo
TENAGA BESAR: Mobil Anam dan Donni menaklukkan medan offroad. (Istimewa)

”Tim kami punya tiga unit mobil offroad. Dua unit turun di kelas upper dan satu unit di FFA,” ujarnya.

Namun, ketangguhan kendaraan bukanlah satu-satunya kunci juara. Anam bilang, mental pembalap juga sangat penting. Dia juga harus punya skill dan nyali tinggi sebelum turun ke sirkuit balapan. Sebab, mereka harus menaklukkan meda ekstrem dengan limit waktu yang ketat. Selain itu, ada navigator yang berperan mendampingi pembalap.

Satu lagi yang tidak kalah penting. Apa itu? ”Di setiap event balap, faktor luck atau keberuntungan juga berpengaruh,” tutur Anam. (rizal f. syatori) Editor : Jawanto Arifin
#offroad pasuruan