Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cafe Nyantol Desa Clarak yang Asyik Dinikmati dengan Santai di Pinggir Tol

Jawanto Arifin • Senin, 21 Februari 2022 | 00:19 WIB
NYAMAN: Cafe Nyantol masih baru dikembangkan. Situasinya cukup nyaman sebagai tempat bersantai bersama rekan dan keluarga. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
NYAMAN: Cafe Nyantol masih baru dikembangkan. Situasinya cukup nyaman sebagai tempat bersantai bersama rekan dan keluarga. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
WISATA sejatinya bisa diwujudkan dengan memanfaatkan lahan aset desa yang belum dikelola dengan baik. Seperti dilakukan Pemerintah Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Menyulap lahan aset desa menjadi kafe, kini jadi jujukan baru menghabiskan akhir pekan.

Cafe Nyantol (Nyantai di Tol) merupakan salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Clarak, Kecamatan Leces. Tempat nongkrong baru warga desa setempat dan pengendara Jalan Tol Clarak, Leces. Kafe ini menawarkan suasana yang nyaman. Betapa tidak, situasi jalan tol yang bising dengan hiruk pikuk kendaraan dapat dialihkan dengan bersantai di kafe yang berbatasan dengan sawah.

Photo
Photo


Photo
Photo
NYAMAN: Cafe Nyantol masih baru dikembangkan. Situasinya cukup nyaman sebagai tempat bersantai bersama rekan dan keluarga. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Wisata alternatif desa dibentuk sekitar setahun lalu. Mulanya pengurus BUMDes memutar otak untuk membangun unit usaha agar dalam memompa pendapatan asli desa (PADes). Setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa, akhirnya menemukan potensi wisata keluarga sekaligus wisata santai. Kemudian dikembangkan secara bertahap.

“Pengembangannya secara serius dilakukan sejak setahun lalu. Bertahap menggunakan anggaran yang ada, maka dibangunlah kafe," ujar Perangkat Desa Clarak Arif Budianto, Sabtu (19/2) sore.



Lahan kosong berukuran 150 meter persegi di Dusun Karang Tengah, kemudian dibangun. Mulanya hanya bangunan inti kafe berukuran sekitar 8 x 6 menter di sisi barat lahan. Setelah pengerjaan rampung, lantas bergeser pada pengerjaan parkir dan gazebo berkonstruksi kayu yang berada pada sisi timur.

Selesai melakukan pembangunan fisik, lantas dibetuk pengelola. Hingga pada Desember 2021, Cafe Nyantol resmi dibuka. "Tidak segera dibuka karena memang situasi masih waspada Covid-19. Menunggu momen yang tepat," ungkapnya.

Pengelola Cafe Nyantol Samiyono mengatakan, sejak kafe di-launching, perlahan pengunjung mulai berdatangan. Pemuda desa setiap akhir pekan atau saat hari libur banyak menghabiskan waktu di kafe. Baik hanya sekadar ngobrol sambil menikmati menu yang dipesan, sampai nonton bola bersama saat ada pertandingan seru yang ditayangkan oleh televisi nasional.

Photo
Photo


Photo
Photo


Photo
Photo
DIKEMBANGKAN: Pemerintah Desa Clarak, Kecamatan Leces, masih terus mengembangkan Cafe Nyantol. Sementara, pengunjung terlihat sangat antusias. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Berada pada lokasi yang cukup strategis, membuat kafe semakin dikenal. Kini, tak hanya warga sekitar yang berkunjung, warga luar daerah yang kebetulan melewati jalan tol atau Jalan Desa Clarak, juga tak jarang mampir. Menyempatkan waktu sejenak untuk bersantai sebelum melanjutkan perjalanannya.



“Kami tidak segera mempublikasikan atau mempromosikan, khawatir kunjungan membeludak. Tapi, informasi adanya kafe ini lebih cepat menyebar," tandasnya.

Ia mengatakan, pada Sabtu-Minggu, pengunjung bisa mencapai 200 orang. Mereka yang datang mayoritas warga Kabupaten-Kota Probolinggo. Bahkan, tak jarang pengunjung datang bersama dengan keluarga besarnya.

“Dapat dikatakan wisata alternatif. Tidak perlu jauh-jauh keluar kota hanya untuk menyegarkan pikiran setelah sepekan bekerja. Cukup nyantai sambil menikmati suasana nyaman khas Desa Clarak," ujarnya sambil tersenyum.

 

Prospek Bagus, Siapkan Live Music

Melihat antusiasme pengunjung Cafe Nyantol, pemerintah desa dan pengelola kafe berencana mengembangkannya. Rencana sudah disusun dengan baik yang realisasinya nanti menyesuaikan ketersediaan dana.

Pengelola Cafe Nyantol Samiyono mengatakan, ada beberapa fasilitas yang akan ditambah. Salah satunya permainan untuk anak-anak. Hal ini perlu dilakukan lantaran pengunjung yang datang tidak hanya pemuda dan orang dewasa. Melainkan balita dan anak-anak.

Saat ini, masih belum ada wahana permainan anak-anak. Sehingga saat menunggu pesanan datang dan selepas menikmati pesanan hanya bisa bermain di tanah lapang dekat kafe.

"Banyak pengunjung datang membawa anak-anaknya. Kasihan juga jika hanya jalan-jalan di sekitar kafe. Makanya kami berencana menambah wahana permainan anak," ujarnya.

Selain itu, juga akan dikembangkan sebuah kolam pancing ikan air tawar. Kolam akan dimanfaatkan sebagai stan pancing. Ikan yang diperoleh nantinya dapat diolah menjadi makanan. Sehingga pengunjung bisa berolahraga melatih konsentrasi. Selepas kegiatan memancing langsung bisa menikmatinya. Pengolahan ikan disesuaikan menu keinginan pengunjung.



"Suasananya akan berbeda antara ikan hasil tangkapan sendiri dibandingkan dengan ikan yang langsung makan. Pengunjung lebih tahu ikan yang akan dimasak. Tentunya akan lebih menikmati makanan karena hasilnya sendiri," tandasnya.

Pengembangan lain yang ingin dilakukan adalah acara live music yang diselenggarakan tiap pekan. Rencana ini dilakukan untuk menarik pengunjung. Jika pengunjung membeludak, tentu akan meningkatkan omzet kafe.

"Seperti kafe pada umumnya, akan kami tambah hiburan live music. Agar pengunjung lebih nyaman dan terhibur," tandasnya.

Perangkat Desa Clarak Arif Budianto mengatakan, pengembangannya sudah direncanakan. Karena baru berdiri, perlu ada tambahan fasilitas agar pengunjung datang. Kendati demikian, dalam hal pengembangan nantinya akan dilakukan secara kondisional.

Artinya, jika ada anggaran yang bisa digunakan untuk mengembangkannya, akan dilakukan. Jika belum ada, hasil keuntungan dari kafe akan diputar dalam pengembangan usaha.

"Pengembangan tentu perlu dilakukan. Usaha ini sangat potensial. Saat ini progres pembangunan masih 60 persen. Mudah-mudahan bisa terus berkembang dan menjadi magnet kunjungan," ujarnya. (ar/rud)

 

Sekilas tentang Cafe Nyantol
Editor : Jawanto Arifin
#cafe nyantol #clarak #tol pasuruan probolinggo