Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Simpang Empat Patung Sapi yang Dikenal Angker dan Rawan Kecelakaan

Fandi Armanto • Sabtu, 12 Februari 2022 | 15:01 WIB
PADAT KENDARAAN: Arus lalulintas di simpang empat patung sapi di Pandaan yang ramai. Inset: Patung sapi di simpang empat. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
PADAT KENDARAAN: Arus lalulintas di simpang empat patung sapi di Pandaan yang ramai. Inset: Patung sapi di simpang empat. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
Nama Simpang Empat Patung Sapi tidak asing lagi bagi para pengendara yang biasa melintas di ruas jalan nasional jurusan Surabaya–Malang dan sebaliknya. Lokasinya di Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Tempat ini dikenal sebagai jalur tengkorak, juga angker.

 

SIMPANG empat atau perampatan patung sapi tidak hanya dikenal karena di sana ada patung sapi berdiri. Lebih dari itu, tempat ini dikenal karena sering terjadi kecelakaan.

Pada tahun 2022 misalnya, ada tiga kecelakaan di tempat itu. Korban meninggal satu orang dan luka ringan satu orang. Lalu, pada tahun 2021, juga ada tiga kejadian. Dengan jumlah korban meninggal satu orang dan luka ringan tiga orang.

Petugas kepolisian menetapkan lokasi ini sebagai jalur tengkorak. Sebab, sering terjadi kecelakaan. Sementara warga sekitar menyebut, lokasi itu angker. Bahkan, para pengguna jalan yang melintas di tempat itu seringkali menjumpai kejadian mistis.

Kades Tawangrejo Sukirno menyebut, di tempat itu sering terlihat makhluk astral melintas di simpang empat Patung Sapi. Tidak hanya malam atau dini hari. Namun, juga pagi, siang, dan sore.

“Sering ada makhluk astral lewat atau melintas. Ada yang melihat seperti ular. Ada yang melihat nenek-nenek atau wanita menyebrang dari barat ke timur,” terang Kades Tawangrejo Sukirno.

Namun, memang tidak semua pengguna jalan pernah melihatnya. Mereka yang sering melihat adalah warga setempat, tukang ojek, dan supeltas di sekitar. Bahkan, karena sudah jadi rahasia umum, mereka menanggapi hal itu biasa saja.

Tentu saja hal itu tidak berlaku bagi sopir atau pengendara motor yang lewat, terutama warga luar. Mereka sering kaget saat melihat ada yang melintas tiba-tiba. Dan ujung-ujungnya celaka atau mengaalami kecelakaan.

Bahkan, kecelakaan tiap tahun selalu ada. Warga mencatat, kecelakaan bisa sampai belasan kali, bahkan lebih. Mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, dan kerugian materiil. Yang paling sering terjadi yaitu kecelakaan kendaraan barang tonase berat karena rem blong.

“Tempat ini dikenal warga sekitar angker atau wingit. Dan itu sudah lama. Ada yang menyebut rumah sakitnya makhluk halus atau makhluk gaib,” ujarnya.

Agar tidak celaka, warga yang melintas di simpang empat selalu membunyikan klakson. Bahkan, sampai menyalahkan lampu dim. Terutama saat malam dan dini hari.

“Ini sengaja dilakukan sebagai penanda saja. Minimal membunyikan klakson. Tentunya juga hati-hati, berdoa dan tidak punya pikiran aneh-aneh,” katanya.

Sementara itu, penamaan simpang empat Patung Sapi, bukan hanya asal. Sebab, di sebelah timur simpang empat terdapat monumen patung sapi. Dan sampai sekarang patung itu utuh. Meskipun tidak terawat dengan baik.

Photo
Photo
BUKAN TRANSFORMERS: Truk yang pernah kecelakaan di simpang empat patung sapi Pandaan. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)



“Karena ada patung sapi, akhirnya disebut simpang empat Patung Sapi. Dulu namanya Prapatan Gelang,” terangnya.

Monumen patung sapi ia katakan dibangun sekitar tahun 1978. Bersamaan dengan adanya kontes sapi tingkat nasional di era Presiden Soeharto. Saat itu, kontes sapi dilakukan di Lapangan Plumbon, Kelurahan/Kecamatan Pandaan, berjarak sekitar satu kilometer dari simpang empat ini.

Photo
Photo
ADA SISI MISTIS: Patung sapi di simpang empat. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

“Dulu, jalannya tidak selebar sekarang. Juga belum ada traffic light dan median. Tapi kalau kecelakaan, seringkali terjadi,” ujarnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Akhmad Khunaefi menuturkan, memang sering terjadi kecelakaan di simpang empat Patung Sapi. Lokasi ini termasuk jalur tengkorak. Sama seperti di Jurang Ampel, Kecamatan Prigen; Karangrejo dan Ngerong, Kecamatan Gempol; juga Purwodadi.

Namun, Kanit Laka menolak jika penyebabnya dikaitkan dengan kejadian mistis. Seperti yang berkembang di masyarakat selama ini.

“Penyebab kecelakaan lalu lintas dari hasil lidik, serta olah TKP selama ini lebih mengarah ke human error. Kebanyakam begitu. Akibat kelalaian dan kurang kehati-hatian penggendara motor atau sopir,” tegasnya. (rizal fahmi syatori/hn) Editor : Fandi Armanto
#simpang empat patung sapi angker #simpang empat patung sapi pandaan