Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atsal Juara Musabaqah Hafalan 100 Hadis dengan Sanad Nasional

Jawanto Arifin • Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:23 WIB
SANTRI: Atsal diapit Irfan Suhardianto dan Husnawiyah dengan membawa trofi juara satu. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
SANTRI: Atsal diapit Irfan Suhardianto dan Husnawiyah dengan membawa trofi juara satu. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
Sejak kecil, Atsal Taufiqie Nandito tertarik mendalami Alquran dan Hadis. Baru saja santri asal Kota Probolinggo itu meraih juara 1 Musabaqah Hafalan 100 Hadis dengan Sanad dalam Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXVI Tingkat Nasional 2021.

-------------

SELASA pagi (26/10), Jawa Pos Radar Bromo datangi rumah Atsal, panggilan akrab Atsal Taufiqie Nandito. Putra pertama pasangan suami istri Irfan Suhardianto dan Husnawiyah itu tinggal di Perum STI Gang Puspa Indah Kecamatan Wonoasih.

Kebetulan, Atsal yang tengah mondok di Ponpes Salman Al-Farisi Karanganyar, Jawa Tengah, tengah pulang selepas mengikuti lomba Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional di Kota Sofifi, Maluku Utara, pada 21 Oktober 2021.

Santri kelahiran 11 Juli 2000 itu, sejak duduk di bangku sekolah MI Muhammadiyah Kota Probolinggo, sudah dalami alquran dan hadis. Saat itu Atsal sering mendengarkan murotal Alquran yang membuat hatinya tenang. Rupanya, kebiasaan itu membuat dirinya mudah menghafal alquran.

Photo
Photo
SENANG AGAMA: Atsal saat mengikuti STQ tingkat nasional di Kota Sofifi, Maluku Utara, 21 Oktober lalu. (Foto: Dok. Pribadi)

”Lulus MI Muhammadiyah, Alhamdulillah bisa hafal juz 30 dengan metode mendengarkan,” cerita Atsal kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Lulus MI, diakui Atsal, dia kian mendapat dukungan orang tua. Hingga Atsal memutuskan untuk mondok di Ponpes Salman Al-Farisi Karanganyar, Jawa Tengah. Di situ, Atsal lebih mendalami alquran dan hadis. Karena, selalu teringat ucapan abinya, yakni Irfan, jika mendalami ilmu agama, nanti Allah yang akan mengatur dan berikan jalan semuanya.



”Alhamudillah, kelas 4 MI sudah ikut lomba Tartil Alquran tingkat Kota Probolinggo dan pernah meraih juara 3. Kemudian saat kelas 6 MI, ikut lomba Tartil Alquran lagi, bisa jadi juara 1,” ucapnya.

Lomba pertama untuk Alquran Hadis tingkat Kabupaten Karanganyar Jateng, pernah dia ikuti. Saat itu, Atsal duduk di kelas 1 MA di Ponpes Salman Al-Farisi. Ternyata, prestasi mendampinginya dan masuk lomba tingkat provinsi Jateng. ”Dan lomba MTQ, cabang tafsir Arab tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2017 lalu, berhasil jadi juara,” akuinya.

Sedangkan lomba tingkat nasional, kata Atsal, pertama mendapatkan kabar pada Oktober 2020 lalu. Saat berada di pondok, ternyata ada temannya yang merekomendasikan pada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jatim, untuk mengikutkan dirinya dalam lomba STQ XXVI Tingkat Nasional 2021.

Sebulan kemudian yakni saat November 2020, dirinya sudah mulai diberi materi yang harus dihafalkan. Karena lomba yang diikuti cabang Musabaqah Hafalan 100 Hadis dan Sanad.

”DI tingkat Jawa Timur, ada 3 orang yang diseleksi. Saya bersama peserta dari Lamongan dan Kediri. Kemudian Juni disampaikan hasil seleksi, saya mewakili Jawa Timur untuk ikut lomba tingkat nasional,” terangnya.

Dari situ, lanjut Atsal, dilakukan pembinaan di Sidoarjo dan Surabaya. Hingga akhirnya, tanggal 14 Oktober dia berangkat ke Kota Sofifi, Maluku Utara, untuk mengikuti lomba STQ XXVI.

Lomba di babak penyisihan berlangsung empat hari. Setidaknya ada 28 peserta laki-laki dan dipilih 3 terbaik masuk final. ”Waktu itu yang masuk final dari Jawa Timur saya, DKI Jakarta dan Gorontalo. Alhamdulillah, saya ditakdirkan menjadi juara 1, Musabaqah Hafalan 100 Hadis dengan Sanad dalam STQ ke-XXVI tingkat nasional,” ungkap mahasiswa semester 5 jurusan PAI STAI YPBWI Sidoarjo tersebut.



Atsal mengaku, sejak awal menimba ilmu di Ponpes Salman Al-Farisi, dia mendapatkan beasiswa penuh melalui program kafalah huffazh. Dirinya pun semakin tertarik mendalami hadis dan dikader untuk menjadi ulama hadis di masa depan. Ia pun menghafal hadis dari mulai kitab Arba’in Nawawi, Umdatul Ahkam, hingga Al-Jam’u Baina Ash-Shahihain.

”Jika ditotal, kurang lebih 2.000 hadis yang telah dihafal di luar kepala. Saya berupaya mendapatkan sanad hadis yang telah dihafalnya itu,” ungkapnya.

Ternyata keseriusan dan prestasi itu diakui Atsal, membuat dirinya menjuarai Dauroh Hifzhu Wahyain di Islamic Center Wadi Mubarak Bogor, pada tahun 2019 silam. Atsal berhasil menyelesaikan seluruh hadis Kesepakatan Shahih Al-Bukhari dan Muslim yang terdiri dari 4 jilid kitab.

“Alhamdulillah saat itu mendapat hadiah umrah. Tahun 2016 lalu, saya pernah ikut lomba dan dapat hadiah umrah juga,” tuturnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin
#seleksi tilawatil quran #stq xxvi tingkat nasional 2021 #musabaqah hafalan 100 hadis dengan sanad #santri kota probolinggo