Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bukit Parang, Pesona Alam di Perbatasan Daerah

Jawanto Arifin • Minggu, 21 Maret 2021 | 21:00 WIB
MENARIK: Salah seorang wisatawan berada di spot pertama wisata Bukit Parang, Desa Rejing, Kecamatan Tiris. Spot ini biasanya pengunjung mempersiapkan diri untuk mendaki menuju spot kedua yang menjadi lokasi camping. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
MENARIK: Salah seorang wisatawan berada di spot pertama wisata Bukit Parang, Desa Rejing, Kecamatan Tiris. Spot ini biasanya pengunjung mempersiapkan diri untuk mendaki menuju spot kedua yang menjadi lokasi camping. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
Kabupaten Probolinggo, banyak memiliki potensi destinasi wisata alam. Salah satunya Bukit Parang, Desa Rejing, Kecamatan Tiris. Dari bukit ini dapat terlihat dua wilayah daerah sekaligus. Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.

------------

BUKIT Parang, wisata alam yang menawarkan keindahan pemandangan alam tidak hanya wilayah Kabupaten Probolinggo. Berlokasi di dataran tinggi di Desa Rejing, terlihat juga keindahan Kabupaten Lumajang.

Perjalan menuju lokasi wisata yang masih berusaha dikembangkan ini, cukup menantang. Pengunjung bisa mengendarai sepeda motor. Namun, harus ekstra hati-hati. Karena, harus melintasi tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter di bagian kanan dan kiri. Karenanya, tak terlihat pemandangan lain, hanya terlihat awan dan tanah menjulang.

Keluar dari tebing, pengjung akan langsung berada di spot pertama wisata. Berada di bagian utara bukit dengan tebing tinggi di bagian selatan. Di sinilah biasanya wisatawan banyak mengabadikan diri.

“Baru tahu dari teman kalau ada wisata di Desa Rejing. Ternyata sangat indah. Kebetulan saya suka mendaki. Namun, karena baru tahu cukup di spot pertama ini dulu. Untuk ke spot selanjutnya, belum ada persiapan alat-alat camping,” ujar salah satu pengunjung asal Kecamatan Kraksaan, Tyas Ayu Rohmawati, 24.

Di spot pertama ini, pengunjung disuguhi pemandangan bukit yang melingkar. Mirip mangkok raksasa yang di bagian atasnya tidak beraturan dan berwarna kehijauan. Di tengah tengah bukit, nampak lahan perkebunan warga. Ada pohon kelapa, durian, alpukat, dan pohon-pohon hijau lainnya.

Di arah tenggara, pengjung akan disuguhi hamparan pemukiman penduduk dan pabrik di wilayah Lumajang. Di spot pertama ini biasanya pengunjung menyiapkan diri untuk mendaki ke spot selanjutnya.

Pengujung yang hendak mendaki menuju spot kedua, harus berjalan ke barat. Menyusuri sisi lain dari bukit. Spot kedua juga dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua.

“Sudah banyak pengunjung yang datang. Baik di spot pertama maupun yang camping di spot kedua. Biasanya, teman-teman pemuda desa yang memandu jika ingin bermalam di spot kedua. Jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar satu jaman,” ujar Direktur BUMDes Alam Raya, Desa Rejing, Muh. Nitro.

Meski bisa ditempuh menggunakan sepeda motor, kata Nitro, sejauh ini kebanyakan hanya motor gunung yang mencapai lokasi tersebut. Katanya, wisata Bukit Parang, menjadi spot yang banyak diminati para pencinta motor gunung.

“Baik wisatawan pecinta motor gunung juga sudah ada yang datang. Lintasan atau jalan menuju spot kedua memang cukup menantang jika dilalui menggunakan motor,” jelasnya.

Sesampainya di spot kedua yang memiliki ketinggian lebih dari spot pertama, wisatawan kembali akan disuguhi pemandangan dari dalam maupun luar daerah. Yakni, Gunung Lemongan, gunung berapi tipe maar, dan Bukit Candi, yang masuk wilayah Lumajang. Selain itu, juga terlihat Bukit Betitang di Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris.

“Selain dapat melihat matahari terbit atau terbenam yang indah dari kedua spot ini, saat malam sangat indah. Bintang sangat jelas tampak dan kerlap-kerlip lampu juga terlihat. Baik di wilayah Probolinggo maupun Lumajang,” ujar Nitro.

Photo
Photo
ALAMI: Seorang bocah menikmati pemandangan alam di spot pertama Bukit Parang, Desa Rejing, Kecamatan Tiris. Melalui ketinggian ini hamparan wilayah dua wilayah dapat terlihat, yakni Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Lengkapi Fasilitas, Libatkan Masyarakat

Wisata alam yang eksotis di wilayah Kecamatan Tiris, berupa Bukit Parang, ini rencananya akan terus dikembangkan. Baik fasilitas maupun pengelolaannya. Dalam pengembangannya, Pemerintah Desa Rejing, akan melibatkan warga.

Hal itu diungkap Direktur BUMDes Alam Raya, Desa Rejing, Muh. Nitro. Menurutnya, keberadaan Bukit Parang, akan terus dikembangkan. Terlebih, setelah melihat antusiame para wisatawan. “Sementara ini pengunjung menitipkan kendaraannya di rumah-rumah warga. Sehingga, kami berinisiatif menyediakan lahan parkir,” ujarnya.

Selain lahan parkir, di spot pertama juga akan dibangun unit usaha kuliner. Di sana akan disediakan tempat ngopi, gazebo, dan spot berswa foto. “Rencananya akan dibangun di spot pertama. Nantinya yang ditawarkan juga hasil pertanian warga. Seperti, buah durian, alpukat, dan kelapa muda,” ujarnya.

Penataan lahan pertanian di sekitar tempat wisata ini, juga akan diatur sedemikian rupa. Sehingga, memiliki pemandangan yang lebih menarik. “Kami melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Jadi, lahan di tengah-tengah bukit akan diatur penanamannya. Secara melingar berundak, jadi mulai dari tanaman buah, hingga rerumputan yang digunakan untuk pakan ternak warga akan diatur,” jelasnya.

Pengembangan wisata ini nantinya diharapkan dapat memantik perekonomian warga. “Jika pengembangannya sudah terlaksana, kami yakin perekonomian masyarakat akan berkembang. Wisatawan yang datang dapat menjadi lahan usaha baru bagi warga untuk bisa meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan wisata juga akan dilakukan pada spot baru. Seperti, wisata panjat tebing di bawah tebing spot kedua. “Di bawah spot camping itu akan dijadikan tempat panjat tebing alami. Sebab, batu yang menjulang tinggi sangat berpotensi,” ujarnya.  (mu/rud) Editor : Jawanto Arifin
#wisata kabupaten probolinggo #bukit parang #wisata alam