--------------------
Usianya sudah tidak muda, menginjak 59 tahun. Namun, kecintaan Kharisun pada mesin skuter tidak pernah surut. Dia pun bertahan menjadi mekanik motor skuter, hingga 31 tahun. Bahkan, warga Gang Podorukun, Lingkungan Pesantren, Kelurahan / Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan itu memfokuskan diri sebagai spesialis mekanik skuter.
Di usianya yang akan menginjak kepala enam, tiap hari Kharisun aktif di bengkelnya di tepi jalan Pesantren. Mulai pagi, hingga sore di meladeni para pelanggan yang datang.
Mereka yang datang, semuanya motor jenis skuter. Rata-rata, pelanggannya datang untuk servis atau tune up mesin. Termasuk merestorasi, turun mesin dan yang lain.
Mereka datang dari sekitaran Pasuruan. Namun, ada juga yang berasal dari luar daerah. Mulai Surabaya, Sidoarjo, Malang, Probolinggo, Mojokerto, Jombang dan daerah lain. Bahkan, dari Banjarmasin dan Pontianak pun pernah singgah ke bengkelnya untuk servis.
Ya, kakek satu cucu ini memang dikenal mahir mengutak-atik mesin skuter. Karena itu, keahliannya dikenal hingga ke banyak daerah.
“Alhamdulillah, tiap hari ada saja yang datang untuk servis skuter, meskipun masa pandemi seperti sekarang. Memang tidak seramai dulu, tapi tetap disyukuri,” kata Cak Dollah, sapaan akrabnya.
Menjadi mekanik spesialis skuter seperti saat ini, tidak terbayang sebelumnya dalam benak Dollah. Sebab, sebelum jadi montir dia adalah tukang kunci.
Namun, Dollah memang seorang penghobi skuter sejak lama. Dia pun biasa mengutak-atik sendiri skuter miliknya. Walaupun dengan cara otodidak. Hingga akhirnya, rekan-rekannya pun mempercayakan perbaikan atau perawatan skuter mereka pada Dollah.
Lama-kelamaan, Dollah pun makin dikenal memiliki kemampuan merawat skuter. Ditambah kecintaannya pada skuter, akhirnya Dollah pun memilih fokus menjadi mekanik skuter pada tahun 1989. Dan profesi itu ditekuninya hingga saat ini.
Hampir semua jenis skuter sudah ditanganinya. Mulai jenis kongo, PX, bajaj, sprint, excelent dan yang lain. Biasanya, dia dibantu dua mekanik lainnya yaitu Ali dan Kamdi.
Pada awal jadi mekanik, semua aktivitas dilakukan di halaman rumahnya. Baru pada 1995, dia membuka bengkel sampai sekarang.
Tidak hanya jadi mekanik. Dollah aktif mengikuti kejuaraan balap skuter. Baik di ajang drag maupun race. Medio tahun 1998-2002, dia bahkan pernah mengikuti kejuaraan di tingkat Kejurda dan Kejurnas.
Dari sana, tak jarang Dollah keluar sebagai pemenang. Seperti di Surabaya, Banyuwangi, Lamongan, Ponorogo, Mojokerto, Semarang. Lalu Jombang, Malang, bahkan hingga tampil di sirkuit Sentul.
Namun, kini kejuaraan balap skuter jarang sekali digelar. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir seolah mati suri. Hanya acara touring dan kontes saja yang bertahan.
Karena itu, Dollah pun mulai meninggalkan kejuaraan skuter. Dia lebih aktif ikut touring. Biasanya, dia ikut touring bersama klub Varpa (Vespa Arek Pandaan) yang diikutinya.
“Dulu sama dengan motor bebek, balap skuter juga ramai digelar. Sekarang sudah tidak ada, hanya acara touring dan kontes,” tutur penggemar berat Valentino Rossi ini.
Dollah pun lebih banyak fokus pada bengkelnya. Walaupun, pelanggannya tidak seramai dulu. Apalagi di masa pandemi.
“Pekerjaan ini akan terus saya tekuni sampai tenaga benar-benar tidak mampu lagi. Selagi bisa dan kuat, pastinya jalan terus. Karena sudah terlanjur suka, sekaligus hobi,” ujarnya. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin