Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenal Warnoto, Perajin Layangan Hias asal Pandaan

Jawanto Arifin • Senin, 7 September 2020 | 20:40 WIB
Photo
Photo
Berawal dari hobi, Warnoto kini menjadi salah satu pembuat atau perajin layangan hias. Membuat rancangan kerangka layangan adalah bagian yang paling penting. Sebab jika salah, maka layangan bisa gagal terbang.

RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan, Radar Bromo

Beragam jenis layangan hias dipajang di teras rumah Warnoto, 32, di Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Bentuknya pun unik. Mulai bentuk cotek bali, walet, ubur-ubur, tengkorak, kupu-kupu, dan masih banyak lainnya. Ada yang berukuran kecil, sedang hingga besar.

Saat masuk rumah Warnoto, mungkin terpikir bahwa si empunya penghobi layangan hias. Memang tidak salah. Namun, Warnoto tidak sekadar hobi bermain layangan hias.

Sejak setahun lalu, dia memproduksi sendiri layangan hias itu. Awalnya memang karena kecintaan Warnoto pada layangan hias. Sejak kecil hingga saat ini, dia sangat suka bermain layangan. Hingga akhirnya dia penasaran dan ingin membuat sendiri layangan hias.

“Saya hobil main layangan sejak kecil. Tapi, selama ini saya hanya main layangan. Sampai akhirnya saya penasaran ingin bisa membuat sendiri. Akhirnya saya coba dan hingga sekarang memproduksi layangan hias sendiri,” ujar bapak dua anak ini.

Awalnya memang tidak mudah. Warnoto lantas belajar otodidak cara membuat layangan hias di YouTube. Dari sana, dia pun praktik hingga akhirnya mahir membuat layangan hias.

Saat awal membuat layangan hias, Warnoto hanya bisa memproduksi satu layangan sehari. Dan saat ini, dia bisa membuat 2-3 jenis layangan hias sehari dengan bentuk yang berbeda.

“Pertama buat rancanagan kerangka layangan dulu. Setelah itu menempelkan plastik dan desainnya. Baru kemudian uji terbang dan siap jual,” tuturnya.

Dari semua tahapan proses produksi itu, yang paling sulit yaitu membuat rancangan kerangka layangan dan uji terbang. Kerangka layangan harus dibuat dengan benar. Sebab jika salah, maka layangan bisa gagal terbang. Karena itu, uji terbang penting sekali. Sebelum dijual, layangan harus dipastikan layak terbang dan tak oleng.

“Rancangan atau kerangka harus bagus. Sehingga, layangan bisa terbang mulus,” imbuhnya.

Sementara untuk bahan baku, sejauh ini menurutnya mudah didapat di pasaran. Untuk membuat layangan, dirinya membutuhkan bambu petung, benang jahit dan nilon. Kemudian lem, isolasi dan plastik khusus layangan hias.

“Bahan bakunya terjangkau harganya. Bambu beli ke petani, bahan yang lain membeli ke toko di sekitar Pandaan,” kata penyuka nasi goreng ini.

Hingga kini, Warnoto sudah memproduksi puluhan layangan hias. Biasanya, dia membuat layangan hias saat waktu luang di siang atau sore hari.

Layangan hias produksinya pun dijual secara online. Pembelinya pun cukup banyak. Apalagi, saat ini sudah masuk musim kemarau dan musim angin. Banyak warga atau penghobi layangan, mulai bermain layangan.

“Pembelinya kebanyakan dari sekitaran Pasuruan, juga ada dari luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Saya jualnya murah saja kok. Antara Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribu, tergantung ukuran dan bentuk,” ucapnya. (zal/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin
#layang-layang hias #layangan hias #perajin layang-layang #pembuat layangan