DENGAN memakai busana kantor, yaitu celana kain dan kemeja, keempat karyawan di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan, itu bersiap pulang. Hari memang sudah sore. Waktunya pekerja kantoran seperti mereka pulang.
Namun yang berbeda, mereka mulai memakai jaket sport, sarung tangan, dan helm sepeda. Tak lama kemudian, mereka menuju area parkir. Namun, bukan untuk mengambil motor. Melainkan mengambil sepeda masing-masing yang diparkir di area parkir khusus sepeda.
“Dulu di area parkir RSUD dr R Soedarsono memang belum ada parkir sepeda roda dua. Tapi, karena makin banyaknya karyawan yang berangkat kerja dengan bersepeda, manajemen mulai memberikan fasilitas parkir khusus sepeda roda dua,” ujar Zein Zidqy, 24, warga Krampyangan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan.
Zein sendiri awalnya biasa bekerja dengan naik motor, namun karena melihat karyawan lain yang istiqamah bersepeda ke tempat kerja, Zein pun merasa tertarik. Akhirnya pada Juni 2020, dirinya mulai berangkat kerja dengan bersepeda.
Di RSUD dr R Soedarsono atau dikenal dengan RSUD Purut itu, sebelumnya sudah ada 2-3 karyawan yang aktif bersepeda. Dan saat ini, jumlah karyawan yang bersepeda makin bertambah. Akhirnya, pada akhir 2018, manajemen menyediakan fasilitas parkir sepeda roda dua.
RSUD Purut bahkan membentuk komunitas bersepeda, Healty Cycling Team (HCT). Anggota komunitas ini tidak hanya karyawan RSUD Purut, tapi juga warga sekitar. Dengan total anggota mencapai kurang lebih 60 anggota.
Zein lantas ngobrol dengan Arif, karyawan yang sudah lama bersepeda di RSUD Purut. Juga ngobrol dengan Eko Mulyono, ketua Fixie Rider Pasuruan.
“Waktu ngobrol saya sempat tanya apakah sudah ada Bike2Work di Pasuruan, katanya sih belum. Akhirnya saya kontak Bike2Work di Jakarta dan ada respons,” ujarnya.
Zein saat itu mengontak Putut, kepala Bike2Work di Jakarta. Dari informasinya, Pasuruan memang belum ada komunitas Bike2Work dan dipersilakan untuk membuat.
Dari komunikasi itu, mereka pun mengampanyekan bike to work di Kota Pasuruan. “Kami juga buat Instagram Bike2WorkPasuruan. Dan rekan-rekan di RSUD juga ikut serta,” ujarnya.
Bike2Work sendiri bukan komunitas, tapi lebih seperti movement atau gerakan untuk hidup sehat. Di daerah lain, terutama di kota-kota besar, kampanye bike to work sudah lama dilakukan. Tujuannya, mengajak masyarakat rutin bersepeda untuk berangkat kerja.
“Di Pasuruan sejatinya sudah ada yang bersepeda untuk bekerja, namun memang belum banyak. Karena mayoritas bersepeda baru hobi dan biasanya bersepeda untuk olahraga di akhir pekan,” ujarnya.
Karena baru terbentuk awal Agustus lalu, saat ini anggotanya masih tujuh orang. Meski demikian, para anggotanya tetap bersemangat mengampanyekan hidup sehat.
“Kami ingin budaya bersepeda ke tempat kerja menjadi gaya hidup juga. Dengan rutin kampanye bike to work, kami berharap ke depan makin banyak juga pesepeda yang ikut gerakan ini,” ujarnya.
Namun, memang tak semua pekerja bisa mengikuti kampanye ini. Diutamakan yang lokasinya dekat dengan tempat kerja dan kerjanya juga tidak mobile. Selain itu, dengan bike to work juga mengurangi polusi termasuk mengajak hidup sehat.
Di sisi lain, kampanye bike to work juga mengedepankan safety riding. Mulai memakai safety helm, kacamata, sampai tertib berlalu lintas. Nantinya, kampanye selain dilakukan di media sosial juga di acara khusus. Misalnya, CFD.
“Sekarang memang masih belum bisa dilakukan kalau kampanye di CFD. Tapi ke depan rencananya seperti itu,” ujarnya.
Salah satu tantangan yang harus mereka pecahkan, menurut Zein, yaitu keengganan penghobi sepeda untuk berangkat kerja dengan bersepeda. Alasannya, takut capek saat tiba di kantor. Selain itu, takut berkeringat di kantor.
“Karena itu, banyak tips juga yang kami berikan untuk bike to work. Misalnya tips menjadi bugar atau tidak lusuh saat bersepeda ke tempat bekerja,” ujarnya.
Wisnu Prasetyo, 40, warga Sekargadung, Kota Pasuruan, yang juga anggota Bike2Work mengatakan, pilihan bersepeda untuk bekerja memang harus bisa mengukur diri sendiri. “Jadi, saran kami memang yang dekat dengan kantor saja. Harus bisa mengukur diri sendiri kalau memang berniat ingin bike to work,” ujarnya. (eka/hn) Editor : Fandi Armanto