Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Saat Pandemi, Pesanan Parsel Lebaran Banyak Minta Diisi Sembako

Jawanto Arifin • Rabu, 20 Mei 2020 | 16:30 WIB
Photo
Photo
Parsel bagi sebagian orang menjadi buah tangan untuk berbagi kepada keluarga, klien, atau karyawan. Di tengah pandemi Covid-19, permintaan parsel Lebaran masih tinggi. Namun, harga yang dipilih konsumen cenderung lebih rendah dibanding Idul Fitri tahun lalu.

----------------

Berbagi bingkisan Lebaran telah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat. Tradisi ini banyak dilakukan baik oleh kalangan perorangan maupun instansi. Termasuk di Kota Probolinggo.

Setiap menjelang Lebaran, banyak pertokoan yang menyediakan paket parsel dengan berbagai rentang harga. Umumnya, parsel yang dijual di pertokoan telah ditetapkan jenis isian barang serta harganya. Artinya, konsumen tak bisa memilih barang apa saja yang akan dikemas dalam parselnya.

Adanya kebiasaan masyarakat ini menjadi berkah bagi para perajian parsel. Terbukti, permintaan parsel terus mengalir meski tengah pandemi Covid-19.

Seperti diungkapkan salah seorang perajin parsel asal Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Hafida Haqurrani, 27. Setiap tahun sebelum Ramadan, Fida sudah membuka pesanan pembuatan parsel. Ibu dua anak ini memberikan tarif beragam harga. Mulai Rp 50 ribu, Rp 75 ribu, Rp 100 ribu, sampai Rp 150 ribu.

“Saya juga bisa menyesuaikan dengan permintaan konsumen. Termasuk isian parsel juga bisa dibicarakan apa yang diinginkan konsumen. Ini yang tidak bisa dilakukan saat membeli parsel di toko,” ujarnya.

Photo
Photo
DIGANTI SEMBAKO: Tahun ini banyak konsumen yang memesan parsel dengan harga murah dan berupa sembako. (Foto: Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

 

Menurutnya, tahun ini memang masih banyak warga yang memesan parsel. Namun, ada perbedaan antara Lebaran tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, Fida mengaku sempat pesimistis di tengah pandemi korona permintaan parsel akan meningkat.

“Ternyata permintaan parsel masih banyak, meski nilai parsel lebih menurun saat ini. Tahun lalu masih ada yang beli parsel Rp 300 ribu, sekarang maksimal Rp 200 ribu. Kebanyakan tahun ini beli parsel dengan kisaran harga Rp 50 ribu,” jelasnya.

Tahun lalu, Fida mengaku mendapatkan pesanan sekitar 300 parsel Lebaran. Tahun ini diperkirakan lebih banyak. Karyawan jasa simpan pinjam ini mengungkapkan, awalnya sempat pesimistis tahun ini permintaan parsel Lebaran akan melimpah.

“Saya inisiatif menarik minat masyarakat dengan mengadakan give away di media sosial dengan hadiah 3 paket parsel senilai Rp 100 ribu, Rp 75 ribu, dan Rp 50 ribu. Alhamdulillah, ternyata responsnya bagus. Bahkan, ada konsumen baru dari give away ini,” ujarnya.

Selain dari harga parsel yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, Fida juga mengungkapkan, tahun ini banyak yang meminta parsel berupa bahan pangan. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya permintaan parsel banyak berupa snack.

Perbandingannya, 70 persen parsel sembako dan sisanya parsel snack. Mungkin dengan situasi sekarang ini banyak orang yang ingin memberi parsel sekaligus berbagi untuk membantu orang lain,” jelasnya. (ridhowati saputri/rud) Editor : Jawanto Arifin
#parsel lebaran #parsel saat pandemi #pengusaha parsel