--------------------
Perasaan kaget dan bangga bercampur aduk dalam diri Zahra Salsabila Mutia. Dia tak menyangka terpilih menjadi Wakil I Raki Jatim 2020 pekan lalu di Graha Candra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Maklum, perwakilan Cak Ning Kota Pasuruan sudah lama tidak terpilih sebagai finalis di ajang tahunan tingkat Jatim itu. "Tentu saja saya awalnya tidak menyangka. Saya sangat bersyukur bisa meraih prestasi ini. Apalagi saya harus bersaing dengan 37 perwakilan dari daerah lain," ungkap warga Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, itu kemarin (10/2).
Bella –panggilannya- harus mengikuti karantina bersama 37 pasang finalis lainnya di Graha Candra Wilwatikta Pandaan selama dua hari. Pada hari pertama, finalis Raka Raki diminta mengikuti tes tulis dan percakapan dalam bahasa Inggris. Mereka juga diminta presentasi dengan topik yang diacak selama tiga menit serta materi kepariwisataan dari Dinas Pariwisata Jawa Timur.
Selanjutnya di hari kedua, peserta mengikuti fun trip ke Balekambang, Kabupaten Malang. Lalu sorenya, peserta diberi materi tentang busana serta cara menggunakannya. Dan pada malamnya, para finalis mengikuti malam keakraban.
"Pakaian yang dikenakan saat malam keakraban itu formal batik untuk pria dan gaun batik untuk perempuan. Para finalis membawa batik khas dari daerah masing-masing," jelasnya.
Pada malam pemilihan, para finalis harus membawakan tarian pembukaan dengan pakaian adat Madura. Selanjutnya, disusul dengan perkenalan nama masing-masing finalis. Dari sini dewan juri berjumlah lima orang memilih 10 pasang finalis terbaik untuk lolos ke babak selanjutnya.
Di babak 10 besar ini, anak kedua dari tiga bersaudara ini diminta menjawab pertanyaan acak dari dewan juri. Setiap finalis diberi waktu 45 detik. Saat itu ia mendapatkan pertanyaan tentang pengaruh generasi Z dan milenial terhadap pariwisata Indonesia.
Dewan juri lantas memilih lima pasang finalis terbaik untuk lolos ke babak lima besar. Di babak ini ia diberi pertanyaan seragam yang dibacakan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Pertanyaannya adalah tantangan pariwisata ke depannya dan inovasi agar wisatawan mancanegara betah di pariwisata Jatim.
"Usai menjawab pertanyaan ini, maka dipilih tiga besar terbaik. Dan Alhamdulillah, saya menjadi Wakil I Raki Jatim. Kami memakai baju pakem Jatim cuma beda warna," terangnya.
Mahasiswi Kedokteran Gigi Universitas Negeri Jember ini menerangkan, ia rutin membaca dan mencari tahu isu nasional saat ini. Selain itu, ia tidak menarget apapun selama pemilihan berlangsung.
Karena tidak menargetkan apapun, Bella jadi tampil tanpa beban dan penuh percaya diri. Sehingga saat di panggung, ia mampu menjawab pertanyaan dari dewan juri tanpa gugup sedikitpun.
Ke depannya, ia mengaku masih berkonsentrasi untuk menyelesaikan kuliah dan tanggung jawabnya sebagai salah satu finalis Raka Raki Jatim. Targetnya di tahun 2021, Bella mengaku harus menyelesaikan kuliahnya.
Menurut perempuan kelahiran 4 Juli 1999 ini, semua anak muda bisa meraih prestasi seperti dirinya atau lebih baik. Asalkan ada kemauan dari diri mereka. Misalnya dengan rutin membaca buku dan mencari tahu soal isu terkini di Indonesia. Serta harus percaya diri.
"Kuncinya itu lawan segala ketakutan dari dalam diri dengan berani dan rajin berdoa. Terutama saat masih muda. Kejarlah cita-cita setinggi mungkin," pesan Bella.
Ibu dari Bella, Andriani Farida mengaku bangga dengan prestasi yang diraih putrinya ini. Ia dan suaminya, Fathurrahman tidak pernah membatasi anaknya untuk berkarya dan meraih prestasi sebanyak mungkin, asalkan kegiatan itu positif.
"Bella tidak bilang kalau ikut Raka Raki Jatim. Saya baru tahu usai mendapatkan surat dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disparpora). Tentu kami bangga," terangnya. (hn) Editor : Jawanto Arifin