PT Sasa Inti Gending, Kabupaten Probolinggo, terus berkontribusi meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu sasarannya adalah bidang pendidikan.
=======================================
PERUSAHAAN yang bergerak di bidang industri makanan dan bumbu masakan ternama ini, konsisten melaksanakan pengembangan bidang pendidikan. tahun ini perusahaan menargetkan peningkatan kualitas bangunan pendidikan.
Program ini direalisasikan dengan merehabilitasi gedung TK Melati di Desa/Kecamatan Gending. Rehabilitasi bangunan sekolah ini dilakukan setelah tim internal perusahaan memetak dan mengecek langsung kondisi fasilitas pendidikan di sekitar pabrik.
Hasilnya, bangunan yang dinilai kurang representatif dan perlu direhab segera ditangani. “Perusahaan secara konsisten meningkatkan SDM. Hal itu dapat terwujud jika fasilitas pendidikan dan pelengkap lainnya terpenuhi,” ujar General Manager PT Sasa Inti Setio Adi Susanto.
Perencanaan matang tidak hanya menyasar pada konstruksi gedung sekolah yang lebih kokoh. Sarana prasarana pendidikan lainnya juga dipenuhi. Seperti meja, kursi, papan tulis, dan alat permainan edukatif (APE). Dengan demikian, pendidikan paling dasar ini menjadi lebih berkualitas.
“Fasilitas pendidikan, sarana, dan prasarana terpenuhi. Tentunya nanti pendidikan akan menjadi lebih baik. Peserta didik juga menjadi lebih antusias,” jelasnya.
PT Sasa Inti sebelumnya juga telah merealisasikan beberapa Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar bidang pendidikan. Di antaranya, pembangunan PAUD/TK Among Putra di Desa/Kecamatan Gending. Saat ini bangunan sekolah sudah mulai difungsikan sebagai tempat belajar mengajar.
Lalu, pemberian bantuan alat peraga Programmable Logic Controller (PLC) Human Machine Interface (HMI) kepada tiga sekolah menengah kejuruan. Masing-masing di Kecamatan Gending, Banyuanyar, dan Kraksaan.
PT Sasa Inti juga turut berupaya memupuk rasa cinta lingkungan sejak dini pada anak didik. Serta, mengajak siswa peduli lingkungan sekitar. Program ini direalisasikan dengan melakukan edukasi komposting, memberikan bantuan tempat sampah, dan penanaman pohon.
Bantuan perlengkapan sekolah juga turut diberikan kepada siswa, seperti tas, buku, dan sepatu. Dengan demikian, siswa tak lagi kebingungan saat bersekolah. Terpenuhinya perlengkapan sekolah dapat menjadi pemacu semangat anak untuk bersekolah.
“Beberapa Program CSR juga menyasar pada peningkatan ekonomi dan kesehatan. Namun pendidikan menjadi modal dasar peningkatan SDM. Perusahaan berupaya turut andil untuk merealisasikannya melalui Program CSR yang berkelanjutan,” ujarnya. (ar/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi