Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tanggapan Pertamina soal Kelangkaan Bio Solar yang Kian Meluas

Arif Mashudi • Jumat, 26 Juni 2026 | 19:34 WIB

 

PICU MACET: Antrean solar di SPBU Sukoharjo, Kanigaran, Kota Probolinggo yang memicu kemacetan. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
PICU MACET: Antrean solar di SPBU Sukoharjo, Kanigaran, Kota Probolinggo yang memicu kemacetan. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

 

MAYANGAN, Radar Bromo-Di Kota Probolinggo, kelangkaan BBM subsidi jenis Bio Solar (solar) juga semakin meluas. Jumat pagi (26/6), antrean kendaraan diesel terjadi di hampir seluruh SPBU.

Misalnya di SPBU Sukoharjo, barisan kendaraan mengular hingga sekitar setengah kilometer. Bahkan, sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Probolinggo-Lumajang.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU. Di antaranya SPBU Sukoharjo, SPBU Mastrip, dan SPBU Kasbah.

Seluruh antrean didominasi kendaraan diesel yang hendak mengisi Bio Solar bersubsidi.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menegaskan, penyaluran Bio Solar tetap dilakukan sesuai kuota subsidi.

"Untuk stok BBM Bio Solar banyak dan aman. Tetapi pengiriman tetap harus memperhatikan kuota. Jangan sampai kuota BBM subsidi tersebut habis sebelum akhir tahun,”  terang Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.

Baca Juga: Antrean Solar di Sejumlah SPBU Pasuruan Capai 1 Kilometer, Banyak Sopir Menginap di SPBU

Menurutnya, kuota BBM subsidi Bio Solar untuk Kota Probolinggo pada 2026 ditetapkan 22.326 kiloliter (KL). Hingga akhir Mei, realisasi penyalurannya telah mencapai 44,4 persen atau sebanyak 9.920 KL.

Ahad menjelaskan, distribusi Bio Solar disesuaikan dengan kuota masing-masing SPBU.

SPBU yang berada di dekat terminal memperoleh alokasi lebih besar dibanding SPBU di tengah kota karena kebutuhan kendaraan diesel di lokasi tersebut lebih tinggi.

"Kami terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Hanya saja, tetap memperhatikan kuota BBM subsidi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jangan sampai, masih bulan Oktober, kuota BBM subsidi tersebut sudah habis terpakai," terangnya.

Terkait meningkatnya konsumsi Bio Solar, Ahad menyebut, ada banyak faktor yang memengaruhi. Di Surabaya misalnya, konsumsi meningkat akibat dampak pemadaman listrik.

Selain itu, masa libur sekolah yang cukup panjang juga diduga membuat lebih banyak kendaraan diesel beroperasi ke luar kota. Sehingga kebutuhan Bio Solar meningkat.

"Banyak faktor yang mengakibatkan peningkatan konsumsi BBM Bio Solar ini. Untuk Probolinggo, kami masih belum mengetahui pasti penyebabnya," pungkasnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#spbu #solar #bbm #probolinggo