Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rupiah Belum Bergairah, Kamis Pagi 30 April Melemah Jadi Rp 17.349 per Dolar AS, Ekonom Sebut Dampak Pertemuan FOMC

Muhammad Fahmi • Kamis, 30 April 2026 | 11:07 WIB
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj.
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj.

 

JAKARTA, Radar Bromo-Rupiah belum bergairah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis pagi (30/4), melemah 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.349 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.326 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah melemah terhadap mata uang global utama pada sesi perdagangan Rabu (29/4/2026) seiring investor melakukan positioning menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

"Sentimen kehati-hatian juga tecermin dari tren kenaikan imbal hasil US Treasury dan Surat Berharga Negara (SBN)," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis

Pada pertemuan FOMC April 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,50-3,75 persen.

Keputusan tersebut diwarnai oleh empat suara dissenting, ketika Stephen Miran mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis points, sementara tiga anggota lainnya menolak pencantuman sinyal pelonggaran dalam pernyataan resmi.

The Fed menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau implikasi ekonomi dari perkembangan di Timur Tengah dan siap menyesuaikan kebijakan apabila diperlukan.

"Pasar menilai pernyataan tersebut lebih hawkish, yang mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan US Dollar Index pada Rabu (29/4/2026)," ucap dia.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa meskipun posisi ketua dapat berubah, ia berencana tetap berada di Dewan Gubernur hingga masa jabatannya berakhir.

Dampak di Indonesia, imbal hasil SBN meningkat signifikan seiring investor mengantisipasi sikap The Fed yang lebih hawkish di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Kekhawatiran terhadap inflasi juga meningkat sejalan dengan tren kenaikan harga minyak," ujar Josua.

Editor : Muhammad Fahmi
#dolar #rupiah #ekonom