MALANG KOTA- Momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan kedua tahun ini mesti dijaga. Termasuk di Malang Raya dan Pasuruan-Probolinggo yang masuk area Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Malang.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Malang Febrina, sisa empat bulan ke depan harus dioptimalkan para pemangku kebijakan dan semua stakeholder untuk menjaga momentum itu.
“Tentu, harapan kami angka itu masih bisa naik lagi. Jangan sampai turun,” ujarnya saat berdialog dengan tim Jawa Pos Radar Malang dan Jawa Pos Radar Bromo di kantornya, kemarin.
Seperti diketahui, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan kedua 2025 mencapai 5,12 persen year on year (YoY).
Angka ini naik dibanding triwulan pertama yang hanya 4,87 persen. Adapun secara kumulatif pada semester satu mencapai 4,99 persen.
Salah satu faktor kenaikan itu adalah banyaknya hari libur pada triwulan kedua lalu.
Hal ini mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat sehingga mendongkrak pula tingkat konsumsi rumah tangga. Di samping itu terjadi panen raya padi.
Karena itulah, Febrina mengatakan, sektor pertanian tidak bisa diabaikan. Apalagi di tengah situasi global yang penuh tantangan seperti sekarang.
Perang antar-negara, termasuk perang tarif dan perang dagang, akan memengaruhi situasi ekonomi domestik dalam negeri. “Kita harus punya ketahanan pangan yang kuat,” katanya.
Makanya, BI juga punya concern ke sana. Di wilayah Malang, mereka punya banyak petani dan peternak binaan. Di samping para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka semua turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Kan BI punya tugas untuk menjaga makroekonomi. Mau tidak mau mesti melibatkan mereka,” tandas alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja ini. (hid)
Editor : Muhammad Fahmi