KRAKSAAN, Radar Bromo -Transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) di Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan tren yang menggembirakan.
Pada semester pertama atau hingga Juni 2025,penggunaan Qris mengalami peningkatan yang signifikan. Baik dari sisi volume maupun nominal transaksi.
“Masing-masing tumbuh sebesar 262 persen dan 150 persen. Jika dibandingkan tahun 2024, dari 315 ribu transaksi, tahun ini menjadi 1,1 juta transaksi. Tentu, angka ini menunjukkan potensi yang luar biasa besar di Kabupaten Probolinggo,” ujar Febrina, Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Sabtu (16/8) dalam acara Probolinggo Qris Bike Vaganza 2025 di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Febrina mengatakan, Bank Indonesia juga, tengah menyiapkan fasilitas cross border payment untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Probolinggo.
Melalui layanan ini, wisatawan mancanegara dapat bertransaksi dengan mudah menggunakan Qris lintas negara.
“Sejauh ini, cross order sudah bisa digunakan oleh wisatawan dari Thailand, Singapura, dan Malaysia. Insyaallah tahun ini akan diperluas ke Jepang, Tiongkok, dan Arab Saudi. Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Probolinggo akan semakin mudah dalam melakukan pembayaran,” jelasnya.
Probolinggo Qris Bike Vaganza sendiri berlangsung meriah dengan ribuan peserta dari berbagai komunitas sepeda.
Kegiatan ini juga menghadirkan 32 UMKM binaan DKUPP, Bank Indonesia, dan Bank Jatim yang menawarkan beragam produk. Semuanya dapat dibeli dengan Qris.
Tidak ketinggalan, stan BPPKAD Kabupaten Probolinggo memberikan layanan pembayaran pajak daerah berbasis Qris.
Warga yang membayar di lokasi bahkan mendapat bonus berupa minyak goreng atau gula pasir. Menariknya lagi, tiket parkir acara ini hanya dikenakan Rp 80 jika dibayar dengan Qris.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menyambut baik langkah Bank Indonesia yang terus gencar mendorong penggunaan Qris di masyarakat.
Menurutnya, kehadiran sistem pembayaran digital ini bukan hanya memberi kemudahan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata.
“Kami berharap ke depan, baik pedagang kaki lima di stadion maupun di Alun-alun Kraksaan bisa menggunakan Qris. Konsep transaksi serba digital akan membuat layanan lebih cepat, aman, dan transparan. Harapan kami, QRIS juga bisa dikenal lebih luas dan digunakan hingga ke desa-desa,” ujarnya. (uno)
Editor : Muhammad Fahmi