Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cabai dan Ayam di Pasar Tradisional Mahal Lagi, di Kota Pasuruan Segini Harganya

Fahrizal Firmani • Selasa, 27 Februari 2024 | 16:09 WIB
CARI REZEKI: Pedagang cabai di Pasar Kebonagung di lapaknya.
CARI REZEKI: Pedagang cabai di Pasar Kebonagung di lapaknya.

PASURUAN, Radar Bromo - Menjelang Ramadan harga cabai merah melesat naik. Di sejumlah pasar tradisional Kota Pasuruan, rata rata mencapai Rp 110 ribu per kilonya.

Bahkan dalam sehari, kenaikan cabai bisa mencapai Rp 20 ribu.

Tidak hanya cabai merah yang semakin mahal. Daging ayam potong juga ikut naik. Saat ini per kilonya mencapai 37 ribu.

Kenaikan daging ayam dan cabai merah membuat permintaan pembeli turun.

Seperti yang diungkapkan oleh Huzaimah, penjual di Pasar Kebonagung. Katanya, harga cabai saat ini tembus Rp 110 ribu. Padahal sebelumnya, hanya Rp 70 ribu per kilo.

NAIK LAGI: Pedagang daging ayam di Pasar Kebonagung di lapaknya.
NAIK LAGI: Pedagang daging ayam di Pasar Kebonagung di lapaknya.

“Kenaikannya tidak langsung, tapi bertahap. Kemarin (Minggu, red), harga per kilonya baru Rp 90 ribu. Per hari ini sudah 110 ribu,” katanya.

Kenaikan harga cabai merah ini membuat permintaan turun. Pembeli beralih pada komoditi cabai rawit yang justru turun. Saat ini harga per kilonya hanya Rp 70 ribu. Sebelumnya, sempat Rp 80 ribu per kilo.

Kondisi ini dikeluhkannya. Sebab, membuat komoditi cabai merah tidak laku. Jika tidak habis, cabai merah ini, terancam busuk. Otomatis dirinya sebagai penjual harus merugi.

“Kalau tidak laku ya dibawa pulang. Cuma risikonya membusuk. Sudah pasti merugi,” terang warga Tundosoro, Kejayan, Kabupaten Pasuruan ini.

Kenaikan daging ayam berdampak serupa. Penjual daging ayam potong, Hj Latifah menuturkan, dalam sehari, ia bisa menjual hingga 2,5 kuintal daging ayam potong.

Namun sejak harganya naik, yang terjual tidak sampai dua kuintal.

“Sebelumnya harga daging ayam potong Rp 30 ribu per kilonya. Per pekan ini naik tujuh ribu menjadi Rp 37 ribu perkilo,” sebut pedagang ada Panggungrejo ini.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwi Jatmiko menuturkan kenaikan harga saat ini terpantau aman.

Sebab, komoditi cabai merah dan daging ayam masih tersedia di pasaran.

Kenaikan ini disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu dan pasokan yang minim. Sementara, Kota Pasuruan bukanlah daerah penghasil. Komoditi cabai merah, Kota Pasuruan menerima suplai dari Kota Batu.

“Karena pasokan minim, distribusi menjadi tidak lancar sehingga berimbas pada harga cabai merah,” terang mantan Camat Gadingrejo ini. (riz/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#ayam mahal #harga cabai #cabai mahal #harga ayam