MULANYA Adip Fachrizal, 41, adaah kepala bank. Namun dia banting setir untuk berbisnis mutiara.
Pengusaha di Jalan Sultan Agung Kota Pasuruan akhirnya makin berkilau bahkan menembus omzet ratusan juta perbulannya.
Bersama istrinya Kris Nisa Septianing, 40, bisnis aksesoris mutiara dari Lombok ini dirintis sejak 2017 lalu.
Mutiara dibentuk berbagai macam aksesoris. Mulai dari bros, gelang, kalung, cincin, anting, strap konektor, hingga ring hijab.
Saking bagusnya hasil karya aksesoris mutiara ini menjadi salah satu produk unggulan Kota Pasuruan dan rutin dipamerkan di beragam kegiatan Pemkot Pasuruan ke luar daerah.
Perjalanan mengembangkan “Aonine Pearls” cukup berliku dan panjang. Awalnya di tahun 2017 lalu Adip masih bekerja di salah satu bank swasta di Lombok. Daerah ini memang dikenal sebagai sentra mutiara dengan kualitas terbaik Indonesia.
Adip dan Kris Nisa lalu belajar tentang mutiara. “Dulu awalnya banyak teman yang minta tolong dicarikan mutiara. Dari situ saya kenal perajin mutiara dan menjadi reseller awalnya,” ungkap Kris Nisa.
Adip dipindah tugaskan ke Kota Probolinggo sebagai kepala cabang. Saat itulah tinggal di rumah dinas di wilayah Kota Pasuruan. Sementara Kris Nisa sempat kembali Lombok dan belajar secara intens ke perajin Mutiara. Di dia belajar sana bagaimana cara dan merakit mutiara menjadi aksesoris.
“Saya coba-coba merakit sendiri saat kembali ke Kota Pasuruan. Suami ternyata lebih telaten untuk menyulap mutiara Lombok menjadi aksesoris yang lebih diminati masyarakat,” ungkapnya.
Tiada usaha yang mengkhinati hasil. Usaha aksesoris mutiara justru berkembang pesat.
Pada 2018 Adip memutuskan resign dari profesi di dunia perbankan dan fokus 100 persen mengembangkan Aonine Pealrs.
Agar produknya semakin dikenal, keduanya memasarkan door to door ke perumahan-perumahan di Kota Pasuruan.
Mereka juga sering mengikuti pameran yang digelar oleh Pemkot Pasuruan dan di luar Kota Pasuruan. Produknya makin laris. Mereka lantas semakian memperluas pemasarannya.
Saat ini Aonine Pearls dipasarkan melalui e-commerce, medsos, hingga kerja sama dengan 6 hotel di Pasuruan, Probolinggo sampai Malang di bintang 3,4 dan 5 untuk memasarkan produknya. Marketnya sudah menjelajah Malaysia.
Dari awal Adip mempercayakan pengiriman lewat JNE. Menurutnya, selain costumer service-nya ramah, pengiriman juga mudah.
Kondisi pengemasan atau packing yang aman hingga diterima oleh customer dengan baik, menjadi keunggulan jasa ekspedisi ini.
“Saya merasa tenang dan nyaman kalau pakai JNE. Entah pengiriman ke berbagai tempat di Indonesia mulai dari Jakarta, Kalimantan dan berbagai wilayah di seluruh Indonesia,” ungkap Adip Fachrizal.
Dengan pegawai saat ini mencapai 14 orang, dia berharap bisnis mutiaranya terus berkembang.
Dibantu pengiriman JNE, aktivitas pengiriman via online di berbagai e-commerce makin memudahan produsen dan customer dalam pengiriman produk. (*)
Editor : Ronald Fernando