Di usia 33 tahun, Eka sudah mempunyai sejumlah toko sembako, kredit usaha, dan bisnis properti. Ia juga tercatat memiliki sejumlah karyawan.
Eka menceritakan, semua berawal pada 2019. Saat itu, ia mengambil langkah berani. Memutuskan resign dari perusahaan tempatnya bekerja,
Setelah itu, ia memulasi merintis berjualan sembako. Usaha itu berkembang hingga saat ini. Dengan brand “Adhista Office N Store”. Saat ini, tercatat sudah ada 3 cabang Adhista Office N Store itu.
Tak hanya itu, ia kini juga merintis bisnis kredit. “Saya mencoba usaha di bidang lain, Mengkreditkan tanpa jaminan. Tujuannya untuk membantu orang yang kesulitan mendapatkan kepercayaan di perbankan. Dan Alhamdulillah, nasabahnya kini mencapai 1000 lebih,” terang Eka.
Eka sendiri sudah punya pengalaman di dunia perbankan. Ia sudah aktif menjadi karyawan di bank mulai tahun 2020. Modal itu yang membuatnya berani membuka usaha di bidang peminjaman modal.
Saat ini, ia juga terjun di usaha properti. Usaha itu ia jalani sejak 2021 silam. Kini, ia sudah punya empat kontrakan rumah di wilayah Pasuruan.
Apa kunci suksesnya? “Menurutku hal ini tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Semua kesuksesan ini tak luput dari campur tangan Allah,” ujar Eka.
Eka sendiri mengaku, ia sangat suka mencari pengalaman untuk mencari penghasilan. Kegigihannya itulah jadi salah satu kunci keberhasilannya saat ini.
“Sekarang, saya juga mulai menjalankan rental mobil dan semua itu tidak luput dari risiko. Karena, smua pekerjaan pasti ada risikonya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya mau diam di tempat atau bangkit,” pesannya.
Menurutnya, sesuatu yang didasari hanya fokus keuntungan dalam berbisnis tidak menjamin lama bertahan. Tanpa adanya hubungan kedekatan dari nasabah.
“Sebab, untuk menciptakan revenue yang loyal dari pembeli, kita harus kenal, mengerti dan memahami pembeli kita. Disitu peran relationship dengan pembeli itu sangat penting,” jelasnya.
“Jadikanlah pembelimu seperti bos. Kamu perlakukan dia sebaik mungkin, manjakan dia dengan pelayananmu, tapi tetap selagi pembeli itu masih dalam jalur etika sebagai pembeli,” pesannya. (*)
Editor : Muhammad Fahmi