Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Cabai Rawit di Pasuruan Mulai Melonjak Tajam

Ronald Fernando • Jumat, 10 Maret 2023 | 17:19 WIB
NAIK DRASTIS: Pedagang cabai rawit di Pasar Besar Kota Pasuruan menyiasati kenaikan harga cabai dengan mengurangi jumlah kulakan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
NAIK DRASTIS: Pedagang cabai rawit di Pasar Besar Kota Pasuruan menyiasati kenaikan harga cabai dengan mengurangi jumlah kulakan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Dua pekan menjelang bulan Ramadan, harga cabai rawit meningkat tajam di Pasuruan. Dari sebelumnya sekitar Rp 40 ribu per kilo, harganya menjadi Rp 75 ribu per kilo.

Menurut Sumiah, pedagang di Pasar Besar Kota Pasuruan, kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak seminggu terakhir. Kenaikannya hampir dua kali lipat. Dari Rp 40 ribu per kilo, menjadi Rp 75 ribu per kilo. Artinya, ada kenaikan sekitar Rp 35 ribu per kilo.

"Seminggu lalu masih Rp 40 ribu per kilo," ungkap warga Panggungrejo itu.

Sumiah mengatakan, penyebab kenaikan itu diperkirakan ada beberapa faktor. Salah satunya, cuaca ekstrem beberapa minggu terakhir. Sehingga, hasil panen para petani cabai tak maksimal. Pedagang menyiasati kenaikan itu dengan mengurangi kulakan. Dia hanya kulakan 50 kilogram.

"Saya biasa kulakan satu kuintal. Ini saya kurangi," ujarnya.

Menurut Sumiah, kenaikan tersebut membuat banyak pelanggannya mengeluh. Apalagi, kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai merah besar pun menyusul.

"Kalau cabai merah itu tak setinggi cabai rawit kenaikannya. Cabai merah dulu Rp 20 ribu per kilo menjadi Rp 28 ribu per kilo. Nggak terlalu tinggi," ungkapnya.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan Riski Pramita mengatakan, memang seminggu terakhir ada kenaikan harga bahan pokok. Penyebabnya faktor cuaca. Stok pedagang busuk. Petani gagal panen. Selain harga cabai rawit, terjadi juga kenaikan harga telur ayam.

"Telur ayam sebelumnya Rp 26 ribu per kilo. Sekarang Rp 27 ribu per kilo," ungkapnya. (sid/far) Editor : Ronald Fernando
#harga cabai pasuruan