Asisten manajer operasional dan pelayanan publik Perum Bulog Sub Divre Probolinggo Nugroho mengatakan, jumlah stok beras yang ada saat ini dirasa aman sampai dengan panen mendatang. Setiap bulan stok beras yang keluar dari gudang mencapai 2.000 ton. Jumlah tersebut tergolong tinggi. Sebab saat ini masih musim hujan atau musim tanam. Sementara stok beras yang ada dalam gudang cukup terbatas.
"Kami memprediksikan akhir Februari atau awal Maret sudah ada petani yang panen. Jadi saat ini stok masih aman," ujarnya.
Ribuan stok beras tersebut menyebar di gudang penyimpanan Perum Bulog Sub Divre Probolinggo meliputi Kabupaten dan Kota Probolinggo, serta Kabupaten Lumajang. Saat kondisi stok beras menipis, Bulog tidak hanya mengeluarkan stok beras yang ada di dalam gudang. Tapi juga menyusun langkah strategis agar kebutuhan beras tidak sampai menyentuh pada ambang kritis.
Upaya yang dilakukan meliputi pembelian pada rekanan sebagai pengadaan stok beras. Agar stok dapat bertambah dan mampu mencukupi kebutuhan sampai masa panen.
Selain itu untuk menambah stok, beras dapat dipenuhi dengan meminta dropping stok pada kantor cabang atau kantor wilayah lain di luar Probolinggo. "Pengadaan beras tentunya harus dilakukan agar stok tercukupi. Maka dari itulah kami juga terus melakukan evaluasi dan pengecekan stok beras dalam gudang. Jika stoknya menipis tentu langkah strategis harus ditempuh," bebernya. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando