Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Operasi Pasar di Kab Probolinggo Dinilai Belum Perlu

Jawanto Arifin • Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:19 WIB
TEMPAT PERPUTARAN UANG: Suasana di Pasar Semampir saat pagi hari. Sejumlah komoditi di pasar tradisional masih stabil walau ada kenaikan BBM. (Foto: Dok. Radar Bromo)
TEMPAT PERPUTARAN UANG: Suasana di Pasar Semampir saat pagi hari. Sejumlah komoditi di pasar tradisional masih stabil walau ada kenaikan BBM. (Foto: Dok. Radar Bromo)
KRAKSAAN, Radar Bromo - Kenaikan BBM belum begitu mempengaruhi harga komoditi pangan di pasar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengklaim stok komoditi pangan aman sampai berakhir Oktober mendatang.

Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto mengatakan, sejauh ini pengaruh kenaikan BBM belum cukup terasa di bidang harga. Begitu pun pada stok komoditi pangan di pasaran.

“Harga memang ada naik-turunnya. Tetapi pergerakannya normal. Naik-turun harga seperti biasanya. Tidak signifikan. Begitupun stok komoditi pangan, sejauh ini masih stabil,” ujarnya, Rabu (12/10).

Anung memberi contoh stok di akhir bulan kemarin. Dari data DKUPP akhir September, tercatat sejumlah komoditi masih ada pada angka aman. Hal inilah yang yang meyakini pihaknya, bahwa stok komoditi pangan pada bulan Oktober ini juga akan aman. “Diprediksi tidak akan ada kenaikan harga yang signifikan. Naik iya, tapi tidak melewati ambang batas,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Anung, masih belum perlu melaksanakan operasi pasar murah (OPM). “Alhamdulillah untuk Probolinggo relatif stabil untuk harga dan stoknya. Sehingga tidak perlu adanya operasi pasar. Operasi pasar dilakukan apabila stok rendah menyebabkan harga dirasa tinggi. Tujuannya untuk menstabilkan,” jelasnya.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional juga membenarkan soal komoditi. Aisyah salah satu pedagang asal Pasar Semampir menyebutkan bahwa harga sejumlah komoditi di pasaran saat ini relatif stabil. Ada peningkatan, namun terjadi tidak terlalu signifikan.



“Ada yang harganya anjlok tapi sudah lama. Yaitu jahe. Per kilonya sekarang harganya Rp-300 di kalangan petani. Penyebabnya stok berlimpah. Selain itu, sejauh ini masih stabil,” ujarnya. (mu/fun)

Harga Komoditi Per Oktober
















































Jenis Harga Stok
Beras Premium Rp 11.000 Per kilo 4.375 Kg
Beras Medium Rp 9.375 Per kilo 2.275 Kg
Gula Pasir Lokal Rp 15.000 Per kilo 1.570 Kg
Minyak Goreng Curah Rp 14.500 Per kilo 2.270 Kg
Daging Sapi Rp 100.000 Per kilo 5.600 Kg
Daging Ayam Broiler Rp 31.000 Per kilo 500 Kg
Telur Ayam Broiler Rp 24.667 Per kilo 1.810 Kg
Cabe Rawit Rp 33.000 Per kilo 615 Kg

Sumber: Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo Editor : Jawanto Arifin
#pemkab probolinggo #dampak kenaikan bbm #operasi pasar