Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Angkot Sumbang Inflasi Tertinggi di Kota Probolinggo

Jawanto Arifin • Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:13 WIB
Angkot di Kota Probolinggo dipotret beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)
Angkot di Kota Probolinggo dipotret beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)
KADEMANGAN, Radar Bromo - Kota Probolinggo, kebali mengalami inflasi cukup tinggi. Sebesar 0,98 persen, pada September. Inflasi ini tertinggi kedua dalam tahun ini setelah April lalu. Saat itu mencapai 1,08 persen.

Inflasi yang dialami Kota Probolinggo bulan lalu membuat tingkat inflasi per tahun kalander sampai September mencapai 4,20 persen. Kondisi ini jauh di atas inflasi per tahun kalender periode yang sama tahun lalu yang hanya 0,80 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, tingkat inflasi per tahun kalender masih aman. Sebab, inflasi pada September terkendali. Dibandingkan delapan kota lain di Jawa Timur, Kota Probolinggo tertinggi ke enam.

“Ini menunjukkan tim pengendali inflasi Kota Probolinggo, mampu mengendalikan inflasi usai kenaikan BBM (bahan bakar minyak) dengan baik, sehingga masih tidak melampaui tingkat inflasi pada April saat Ramadan lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, penyumbang inflasi tertinggi pada September adalah BBM sebesar 25 persen, solar 28 persen, dan angkutan dalam kota 40 persen. Tingginya sumbangsih angkutan ini imbas dari kenaikan tarif angkutan dalam dan luar kota karena BBM.

“Adanya program bantuan dari pemerintah, seperti bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga kurang mampu dan bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja membuat inflasi tidak terlalu parah,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin
#inflasi kota probolinggo #pemkot probolinggo