Keramaian terlihat menjelang Magrib. Warga berbondong-bondong datang sekaligus berbuka puasa di kota. Setelah berbuka, baru berbelanja di sejumlah toko untuk keperluan Lebaran.
Seperti yang dilakukan Yazid Bustomi. Ia datang bersama istrinya untuk berbelanja keperluan Lebaran. Menurutnya, setiap tahun ia memang selalu berbelanja di Kota Pasuruan.
“Kan tersedia banyak dan toko-toko lengkap jualannya. Bukan membeli kue, mau belanja baju sama istri,” ujar warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, tersebut.
Hal senada dikatakan Muhamad Rois, warga Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Rois juga datang bersama keluarganya untuk keperluan Lebaran. Tak hanya baju, tapi juga berburu kue sebagai persiapan hidangan untuk para tamu. “Kan sudah lama tidak keluar karena Covid, baru kali ini bisa keluar,” ujarnya.
Ramadan dua tahun terakhir memang berbeda. Adanya pandemi Covid-9, berdampak terhadap segala bidang. Termasuk adanya pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) yang begitu ketat. Mobilitas warga dibatasi.
Tahun ini berbeda. Meski Covid masih ada, peraturannya mulai longgar. Pemerintah tidak begitu membatasi warga untuk berbelanja. Apalagi, Kota Pasuruan, masuk PPKM level 1. Sedikit lebih longgar dibanding level yang ada di atasnya.
PPKM level 1 ini bisa diraih, salah satunya berkat vaksinasi yang terus meningkat. Di Kota Pasuruan, tercatat vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 110,71 persen, vaksin dua tembus 92,82 persen, vaksinasi ketiga atau booster 19,24 persen. (sid/rud) Editor : Jawanto Arifin