Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Cabai di Pasuruan Naik Lagi Lagi Segini, Hujan jadi Penyebab

Fandi Armanto • Jumat, 4 Maret 2022 | 15:04 WIB
PANEN: Petani di Desa/Kecamatan Rembang memetik cabai rawit di sawahnya saat pergantian musim beberapa waktu lalu. Harga cabai di Pasuruan kini melonjak. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PANEN: Petani di Desa/Kecamatan Rembang memetik cabai rawit di sawahnya saat pergantian musim beberapa waktu lalu. Harga cabai di Pasuruan kini melonjak. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo- Hujan deras yang terjadi di puncak penghujan, kembali mengerek harga bahan bumbu seperti cabai. Bahkan tiga hari belakangan, harga cabai rawit perkilonya naik drastis. Di pasar tradisional yang ada di Pasuruan, harga perkilo cabai mencapai Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu.

Bukan hanya naik. Cabai yang dijual kondisinya juga tak bagus. Ada yang busuk lantaran terkena hujan. Cuaca memang menjadi kendala utama bagi petani cabai di Pasuruan saat menanam.

Dalam Siskaperbapo Pemprov Jatim Di Pasar Bangil, Pandaan dan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, harga cabai rata-rata Rp60 ribu perkilog. Di Pasar Besar Kota Pasuruan, harga cabai Rp61 ribu perkilo. Sementara di Pasar Kebonagung, harganya tembus Rp 65 ribu perkilo.

Salah seorang pedagang pasar Kebonagung, Kota Pasuruan Sriyani, 50, mengatakan, kenaikan harga cabai mulai terasa sejak tiga hari terakhir. Harga cabai sebelumnya hanya berkisar Rp 40 ribu perkilo, namun kini tembus Rp 60 ribu perkilo.

Photo
Photo
PEDAS: Pedagang cabai di Pasar Kebonagung. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

"Harga cabai sudah tembus Rp65 ribu per kilo. Tiga hari lalu baru Rp 45 ribu per kilo," katanya.

Bahkan di pasar tersebut terdapat pedagang yang menjual cabai Rp 72 ribu perkilo. Ia adalah Khoirun Nikmah, 42. Menurutnya, kondisi cabai rawit yang ia jual pun tak sebagus seperti biasanya. Hal itu dikarenakan kondisi cuaca buruk dan sejumlah petani mengalami gagal panen. "Ini banyak yang busuk-busuk ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengatakan, jika kenaikan harga dikarenakan pemasok cabai dari beberapa daerah produksinya berkurang. Hal itu dikarenakan cuaca buruk yang menyebabkan petani gagal panen.

"Kalau stok masih aman, tapi memang pemasok cabai produksi berkurang karena faktor alam," katanya. (sid/fun) Editor : Fandi Armanto
#harga cabai pasuruan #hujan buat cabai mahal