Panen pertama salah satunya dilakukan Suparyono. Petani garam asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan ini menuturkan, panen pertama dilakukan pada tiga hari lalu, yakni Minggu (16/5). “Hasilnya cukup maksimal, 6,5 ton di lahan 12 x 50 meter,” ujarnya, (19/5).
Ia menjelaskan bahwa maksimalnya panen pertama ini akan juga terjadi pada panen kedua. Biasanya, menurut Suparyono, di panen kedua akan lebih maksimal.
“Bisa lebih dari 6,5 ton kalau panen kedua,” ujarnya.
Ia menuturkan untuk harga sendiri masih bisa dikatakan stabil, perkilonya garam baru dihargai Rp 550. “Harga sendiri masih stabil, tidak tahu beberapa minggu kedepan,” ujarnya.
Pada panen pertama kali ini, produksi yang dilakukan masih mengalami gangguan dari faktor cuaca. Dimana pada dua lahan garamnya yang berukuran masing-masing 12 x 50 meter, mengalami gagal produksi lantaran terkena hujan beberapa waktu lalu.
“Masih ada mendung dan sekali hujan. Dua lahan garam milik saya gagal panen,” ujarnya.
Sementara itu untuk suplai, Suparyono menyebutkan, pengiriman ke luar daerah masih menunggu ketersediaan barang. Biasanya dalam seminggu pengiriman ke luar daerah bisa dilakukan sebanyak 3 sampai 4.
“Di 5 daerah, misal Banyuwangi-Jember dan daerah lainnya. Tentunya menunggu ketersediaan barang,” ujarnya. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto