Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sejarah Berdirinya TK Ananda 2 Kota Probolinggo, dari Tempat Belajar Sederhana Hingga Menjadi Lembaga TK Ternama

Inneke Agustin • Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:45 WIB
MENGAJAR: Sejumlah murid dan guru TK Ananda 2 saat masih berada di Jalan Mawar, Kota Probolinggo.
MENGAJAR: Sejumlah murid dan guru TK Ananda 2 saat masih berada di Jalan Mawar, Kota Probolinggo.

SIAPA sangka, TK Ananda 2 yang terletak di Jalan Kaca Piring, Kota Probolinggo memiliki sejarah panjang.

TK tersebut didirikan oleh Partiyah, seorang perempuan kelahiran Madiun. Dahulu TK tersebut bernama TK Cokroaminoto.

Namun kemudian berganti nama menjadi Ananda untuk mendekatkan sebutannya pada anak-anak dan masyarakat sekitar.

Partiyah terkenal sebagai perempuan yang terampil menggambar dan suka mengajarkannya pada anak-anak.

Anak-anak yang tengah bermain, biasa ia temui dekat Sungai Banger, lalu ia ajak untuk belajar bersama.

Lambat laun, ia memutuskan untuk membentuk sebuah lembaga pendidikan.

PENDIRI: Ibu Partiyah, perempuan asal Madiun, pendiri TK Ananda di Kota Probolinggo.
PENDIRI: Ibu Partiyah, perempuan asal Madiun, pendiri TK Ananda di Kota Probolinggo.

“Dahulu sekitar tahun 1970-an, TK ini sering masuk televisi. Ini menjadi salah satu alasan saya ingin ke Probolinggo saat itu. Ingin melihat TK Ananda,” ungkap pegiat sejarah dari komunitas Pojok Literasi Kota Probolinggo, Edi Martono.

Edi mengatakan, TK Ananda ada 2 di Kota Probolinggo. TK Ananda 1 didirikan pada 17 Agustus 1963.

Lokasinya, berada di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Sementara TK Ananda 2, didirikan pada 21 April 1965.

Salah satu pengurus yayasannya, Hanifa, 78, mengatakan bahwa dahulu, gedung TK Ananda 2 berada di barat Rumah Sakit Dharma Husada.

Tepatnya di Jalan Mawar, Kota Probolinggo. Lalu berpindah lagi di sisi baratnya. Kemudian pindah lagi ke baratnya lagi.

Hingga kemudian pada tahun 2000, pindah ke Jalan Cempaka dengan 3 ruangan, yakni 2 untuk kelas dan 1 untuk kantor.

“Hingga kemudian pindah ke Jalan Kaca Piring pada 2006. Itu saat setelah mendapatkan tanah hibah dari anaknya dr. Saleh yakni Abu Bakar Saleh seluas 473 meter persegi,” terangnya.

Meski demikian, perjuangan TK Ananda untuk terus berkembang, tidaklah mudah.

Tanah tersebut tadinya masih berupa lahan kosong, dengan ilalang yang tumbuh liar. Elevasi tanah pun tidak rata dengan jalan.

“Sehingga ya kami bersihkan bersama. Kemudian diberikan urugan asbes agar rata. Untungnya kami saat itu menerima bantuan asbes dari pabrik asbes,” kisahnya.

Donasi pun gencar digalang. Pada awal pendiriannya di Jalan Kaca Piring, TK Ananda masih menggunakan bangunan sederhana, dengan atap asbes gelombang dan ruangannya hanya los tanpa sekat seperti aula.

“Meski demikian, kami tetap semangat membangun TK ini. Beberapa bantuan dari Dinas Pendidikan Jawa Timur akhirnya kami terima dan bangunan gedung sekolah kami lakukan renovasi secara bertahap sampai seperti sekarang,” ujar warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini.

SEKARANG: Bangunan TK Ananda 2 di Jalan Kaca Piring, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
SEKARANG: Bangunan TK Ananda 2 di Jalan Kaca Piring, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
ASRI: Sejumlah anak tampak sedang bermain di halaman TK Ananda 2 di Jalan Kaca Piring, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
ASRI: Sejumlah anak tampak sedang bermain di halaman TK Ananda 2 di Jalan Kaca Piring, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Pembangunan Gedung TK Diikuti Jumlah Siswa

Bukan hanya sekadar bangunannya saja, jumlah murid di TK ini juga perlahan terus terdongkrak.

Meski jumlah muridnya sempat menurun drastis ketika berpindah ke Jalan Cempaka, namun angka tersebut perlahan naik. Dari yang semula hanya 10 orang, bertambah jadi 26 orang. Lalu 36 orang, dan kini mencapai 60-an murid.

“Saat ini sudah ada 4 kelas. Yakni kelas A, B1, B2, dan kelompok bermain. Ditambah ruang guru,” ujar Kepala Sekolah TK Ananda 2, Nanik Setyawati.

Nanik sejatinya telah mengikuti perkembangan perubahan TK Ananda sejak dahulu. Sejak ia masih menjadi guru biasa di TK Ananda 1.

“Dahulu saya guru di TK Ananda 1. Tepat saat Bu Hanifah masih menjabat sebagai kepala sekolah di sana. Akhirnya, sekarang dimandat menjadi kepala sekolah TK Ananda 2,” terangnya.

TK Ananda 2 telah beberapa berganti kepemimpinan sebelum dipimpin oleh Nanik. Pada masa awal, TK ini dipimpin oleh Warina, kemudian berganti ke Suyatik. Baru kemudian ke Nanik.

“Namun sempat berganti ke PNS dari Dinas Pendidikan. Setelah beliau dimutasi, digantikan saya lagi,” tuturnya.

Nanik mengatakan, kegiatan murid-murid di sekolah ini beragam. Selain belajar hal-hal umum, para murid juga dibekali sejumlah ekstrakurikuler.

Seperti menari, menggambar, dan mewarnai. Kegiatan belajar pun dilakukan pada Senin hingga Sabtu.

“Hari Jumat kami juga ada salat dan mengaji bersama. Sementara hari Sabtu, kami gunakan untuk pengembangan ekstrakulikuler. Termasuk jalan-jalan dan olahraga bersama. Sekarang kami juga sudah mendapat bantuan makan bergizi dari BGN,” paparnya.

Nanik menguraikan, pihaknya juga memiliki program belajar gratis bagi murid yang berasal dari keluarga kurang mampu ataupun yatim piatu.

“Program ini sebetulnya sudah berjalan sejak zaman Ibu Partiyah. Hingga kini pun, kami jaga program tersebut,” tuturnya. (gus/one)

Editor : Jawanto Arifin
#taman kanak-kanak #sejarah #Kota Probolinggo