Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenal Dam Winong di Sumbergedang Pandaan, Peninggalan Belanda Berusia 143 Tahun, Berencana Dikembangkan Jadi Tempat Wisata

Rizal Syatori • Minggu, 28 Juli 2024 | 17:10 WIB
SEJARAH: Bagian dari bangunan Dam Winong yang memiliki sejarah panjang. Hingga saat ini, masih berfungsi.
SEJARAH: Bagian dari bangunan Dam Winong yang memiliki sejarah panjang. Hingga saat ini, masih berfungsi.

Sebuah bendungan di Dusun Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, merupakan bagian dari sejarah.

Sebab, bangunan tersebut didirikan pada era Kolonial Belanda. Meski sudah lebih dari satu abad, bendungan tersebut berfungsi dengan baik hingga saat ini.

Bahkan, memiliki potensi wisata untuk dikembangkan.

Warga setempat menamai bendungan tersebut, dengan Dam Winong.

Hal tersebut dikarenakan, lokasinya yang berada di Dusun Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.

Banyak yang meyakini, Dam Winong merupakan bangunan eks Belanda.

“Pembangunan dam ini, bersamaan dengan dibangunnya Talang Abang, yang sama-sama direalisasikan di Winong,” kata Kasun Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Abdul Wasik.

DALAM: Air di bawah bangunan Dam Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, yang disebut-sebut memiliki ketinggian hingga lebih dari dua meter.
DALAM: Air di bawah bangunan Dam Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, yang disebut-sebut memiliki ketinggian hingga lebih dari dua meter.

Dam Winong diperkirakan sudah berusia 143 tahun. Karena dam tersebut, dibangun pada kisaran tahun 1881 silam.

Meski begitu, fungsinya masih normal hingga sekarang.

Bangunan tersebut, memiliki ketinggian sekitar enam meter. Sementara panjangnya, sekitar 15 meter. Terdapat pintu air. Fungsinya, untuk air masuk ke saluran.

“Air yang mengalir, dari Sungai atau Kali Gede. Di mana hulu dari sungai tersebut, berasal dari wilayah Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto,” paparnya.

Menurut Abdul Wasik, pembangunan Dam Winong direalisasikan, untuk irigasi.

Yakni, untuk mengairi sawah yang ada di sepanjang saluran primer Winong tersebut. Sebenarnya, nama Dam Winong bukan satu-satunya yang disematkan pada bendungan tersebut.

Karena ada pula, yang memberikan penamaan lain. Yakni, Dam Lis.

Air Dam terbilang dalam. Lebih dari dua meter. Karenanya, tak banyak yang memanfaatkannya untuk mandi. (rizal fahmi syatori/one)

 

Pernah Dua Kali Direhab

Bangunan tua, Dam Winong, tak luput dari renovasi. Bahkan, Dam setempat, pernah dua kali direnovasi.

Yakni, setelah Indonesia merdeka. Renovasi pertama, dilakukan pada tahun 1957. Sementara yang kedua, dilakukan pada 2022.

Kasun Winong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Abdul Wasik menuturkan, rehab yang pertama, dilakukan pada bangunan pintu air.

Sementara rehab yang kedua, berupa penggantian trap tangga.

“Trap tangga pada bangunan dam yang belakang menuju ke saluran primer direhab. Selain itu, juga ganti oglengan untuk pengaturan pintu airnya,” ucap Wasik-panggilan akrabnya.

 

 

Tak hanya itu, pada rehab yang kedua tersebut, juga dilakukan pemasangan papan semacam plakat yang baru.

Pada bagian atasnya, tertulis Pemerintahan Provinsi Jawa Timur Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air.

Terdapat keterangan daerah irigasi Pateguhan, nama saluran atau bangunan Bendung Winong dan baku sawah 1.449 hektare.

Kemudian, juga dilakukan pemasangan lampu penerangan baru dengan memanfaatkan tenaga surya.

Tak hanya satu, tapi tiga titik. “Jadi, kalau malam sebelumnya gelap, semenjak ada lampu penerangan, kini sudah terang,” bebernya. (rizal fahmi syatori/one)

 

Rencana Dikembangkan Menjadi Wisata Desa

Keberadaan Dam Winong, disebut-sebut memiliki potensi wisata yang luar biasa.

Karenanya, Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, berencana untuk menjadikannya sebagai obyek wisata.

POTENSI WISATA: Aliran air pada saluaran Dam Winong yang bisa menjadi obyek wisata. Salah satunya dengan memanfaatkannya sebagai water tubing.
POTENSI WISATA: Aliran air pada saluaran Dam Winong yang bisa menjadi obyek wisata. Salah satunya dengan memanfaatkannya sebagai water tubing.

Kades Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Niam Sovie mengatakan, Dam Winong memiliki potensi untuk dijadikan tempat wisata.

Karena memiliki nilai sejarah. Serta pemandangan yang indah.

“Salah satu peluang yang bisa kami ambil, dengan memanfaatkan aliran sungai setempat, sebagai water tubing. Bisa menggunakan ban bekas atau perahu karet. Start di Dam Winong, kemudian finish-nya di ujung Talang Abang,” bebernya.

 

 

Nantinya, akan dikelola oleh BUMDes ataupun Pokdarwis. Bila terealisasi, tentu akan mendorong ekonomi warga.

Karena bukan tidak mungkin, akan muncul ekonomi-ekonomi baru.

Misalnya dengan adanya kafe, taman bunga, arena permainan ataupun outbond di kawasan setempat.

“Kami sedang konsepkan untuk mewujudkannya. Sejauh ini, sudah disurvey lapangan, serta distudi wisata oleh sejumlah mahasiswa,” imbuh dia. (rizal fahmi syatori/one)

Editor : Ronald Fernando
#sungai #belanda #Pandaan #dam #sejarah #gempol