SIAPA mengira, gedung Mapolres Pasuruan sejatinya merupakan bekas bangunan kuno peninggalan Belanda. Sempat dimanfaatkan jadi Polsek Bangil, kini hanya tersisa satu gedung yang belum dibongkar.
Gedung Mapolres Pasuruan kini tampak begitu gagah. Bangunan berlantai dua itu, tampak begitu kokoh. Desainnya khas kantor-kantor kepolisian pada umumnya.
Ketika malam hari, lampu warna-warni menghiasi. Menambah keanggunan bangunan tersebut. Sebelum berdiri megah seperti sekarang, Mapolres Pasuruan dulunya merupakan bangunan peninggalan Belanda.
Bangunan tersebut, sempat dimanfaatkan sebagai kantor Mapolsek Bangil. Sampai akhirnya, bangunan tua itupun dibongkar. Hingga ditransformasikan menjadi bangunan yang tampak seperti sekarang.
Menurut AKP (Purn) Supandji, 66, warga Dermo, Kecamatan Bangil, bangunan di area Mapolres Pasuruan, dulunya tidak sebesar seperti sekarang. Dulunya, bangunan yang ada, terbilang tua. Mirip dengan bangunan peninggalan Belanda pada umumnya.
Ia yang lahir dan besar di belakang Mapolres Pasuruan tersebut, tidak mengetahui persis kapan bangunan itu didirikan. Karena saat ia kecil, bangunan kuno itu sudah ada. Bahkan, dulunya dipakai sebagai kantor Komando Sektor atau Polsek Bangil.
"Sejak kapan dipakai kantor Komando Sektor Bangil atau yang kini disebut Polsek Bangil, saya tidak tahu persis. Yang pasti, saat saya masih kecil, gedung di area Mapolres Pasuruan sudah digunakan sebagai kantor kepolisian. Tapi, bangunan yang ada, tidak sebesar seperti sekarang," kata perwira yang sempat menjabat Kanitlantas Polsek Beji ini.
Supandji ingat betul, karena rumahnya berada di belakang kantor yang kini menjadi Mapolres Pasuruan tersebut. Waktu masih kecil, ia bahkan pernah menginap di ruang tahanan setempat. Karena kenakalannya bersama rekan-rekannya, yang mencuri bola.
"Saya dan teman-teman menyerahkan diri. Sebagai pelajaran, saya bersama teman-teman dimasukkan sel tahanan," ucapnya sambil mengenang.
Ia menambahkan, saat masih berupa Mapolsek Bangil, gedung yang ada, memang tidak sebesar seperti sekarang. Bangunan kuno khas Belanda menghiasi. Ada kantor pelayanan, rumah dinas dan beberapa gedung lainnya.
Hingga sekitar 2006 silam, gedung-gedung tua itu dirobohkan. Selanjutnya dibangun gedung yang lebih besar, dan tampak seperti sekarang.
Mapolsek Bangil pun bertransformasi. Menjadi gedung Mapolres Pasuruan pada 2007. Sementara, gedung Mapolsek Bangil dipindah ke kawasan perkantoran yang ada di Kecamatan Bangil.
Pemindahan itu tak lepas dari pemekaran wilayah. Wilayah Pasuruan yang semula hanya satu Mapolres, kemudian dikembangkan. Menjadi dua. Yakni Mapolres Pasuruan Kota dan Mapolres Pasuruan.
"Dulunya kan hanya di Kota. Kemudian ada kebijakan pusat, yang akhirnya di Bangil ini. Terbangun Mapolres Pasuruan," paparnya.
Kantor Mapolsek Bangil, memang sempat berada di kawasan perkantoran kecamatan Bangil. Namun, akhirnya dipindah ke tempat lain yang masih berada di wilayah Pogar, Kecamatan Bangil.
"Tempat yang digunakan sebagai Mapolsek Bangil saat ini, dulunya disebut-sebut akan dimanfaatkan untuk Mapolres Pasuruan. Tapi, mungkin karena pertimbangan lokasi, akhirnya urung dilakukan. Sehingga, Mapolres Pasuruan, ada di Dermo, Kecamatan Bangil seperti sekarang ini," timpal dia.
Gedung Tribrata Masih Orisinal
Tidak semua gedung tua yang ada di Mapolres Pasuruan, dibongkar. Jejak bangun kuno itu, masih ada yang tersisa. Sisa bangunan tersebut, kini dijadikan gedung aula Mapolres Pasuruan, yakni Gedung Tribrata.
Menurut AKP (purn) Supandji, bangunan panaluan atau Gedung Tribrata, merupakan bangunan kuno yang masih tersisa. Meski saat ini, banyak perbaikan yang dilakukan. Namun, nuansa bangunan lama itu, masih terpancar.
Dikatakan Supandji, dulunya bangunan Tribrata Mapolres Pasuruan dimanfaatkan sebagai asrama bagi anggota. Banyak anggota kepolisian yang dulunya memanfaatkan gedung tersebut, untuk tempat tinggal.
Bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya, kawasan setempat menjadi gedung Mapolres Pasuruan. Asrama itupun berubah fungsi. Menjadi ruang pertemuan atau aula Mapolres Pasuruan.
"Gedung Panaluan itu, dulunya merupakan asrama. Sampai akhirnya berubah menjadi aula untuk kegiatan kepolisian. Bangunan kuno pun masih dipertahankan. Meski banyak renovasi yang dilakukan," paparnya.
Kasubaghumas Polres Pasuruan, Ipda Bambang menguraikan, bangunan Polres Pasuruan dulunya memang disebut-sebut bekas Belanda. Sebelum akhirnya dimanfaatkan untuk Mapolsek Bangil dan digunakan sebagai Mapolres Pasuruan.
Hampir semua bangunan eks Belanda dibongkar. Bangunan kuno yang tersisa, dimanfaatkan sebagai Gedung Tribrata. "Gedung Tribrata tersebut juga direnovasi untuk penyesuaian dengan gedung lainnya. Serta untuk kenyamanan dalam kegiatan," jelas Bambang.
Terus Tingkatkan Sarana dan Prasarana
Sejak berpindah ke Bangil, sejumlah peningkatan sarana dan prasarana di Mapolres Pasuruan, terus dilakukan. Hal itu tak lepas dari upaya menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Kasubaghumas Polres Pasuruan, IPDA Bambang mengaku, renovasi area Gedung Mapolres Pasuruan senantiasa dilakukan. Ini sebagai penataan kantor dan juga upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Peningkatan sarana dan prasarana itu, dilakukan mulai dari area parkir, SPKT, layanan SIM dan sederet fasilitas penunjang lain. "Banyak renovasi gedung dan perbaikan sarana serta prasarana yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan, untuk menunjang pelayanan bagi masyarakat," sampainya.
Kondisi Mapolres Pasuruan memang berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Apalagi, ketika masih berupa Mapolsek Bangil.
"Tentu, kondisi saat ini, sudah banyak perubahan. Pembenahan-pembenahan akan terus diupayakan. Semuanya dilakukan, untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat," jelasnya. (one/mie)
Editor : Jawanto Arifin