Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Penjelasan Kepala SAR Surabaya Soal Penggunaan Alat Berat di Ponpes Al Khoziny

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 23:10 WIB

 

SESUAI SOP: Eskavator dikerahkan untuk membuka jalan dalam mengevakuasi korban ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny.
SESUAI SOP: Eskavator dikerahkan untuk membuka jalan dalam mengevakuasi korban ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny.

Radar Bromo - Proses evakuasi korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, terus dilakukan tanpa henti.

Memasuki hari keenam, Sabtu (4/10), Tim SAR mulai menggunakan alat berat guna mempercepat pencarian.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menuturkan, penggunaan ekskavator dilakukan dengan pengawasan ketat.

Langkah tersebut diambil agar tubuh korban tetap utuh dan pencarian berjalan aman.

“Ekskavator hanya digunakan untuk membuka akses, jika ada tanda-tanda keberadaan korban, operator langsung dihentikan dan evakuasi dilanjutkan secara manual dengan alat ekstrikasi,” ucapnya, Sabtu (4/10) dilansir dari Radar Sidoarjo.

Nanang menambahkan, alat ekstrikasi merupakan perlengkapan khusus dalam kondisi sempit dan rapuh, seperti pemotong beton serta alat manual yang memungkinkan petugas menjangkau korban di titik sulit.

“Kami tidak mengevakuasi korban dengan alat berat, begitu ditemukan titik korban, proses dilakukan secara manual agar tubuh korban tetap utuh,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan alat berat sepenuhnya sesuai dengan standar operasional (SOP) penyelamatan, dengan tujuan menjaga keamanan petugas maupun korban.

“Kita tetap menjaga kondisi keselamatan petugas dan memastikan korban, baik yang hidup maupun meninggal, tidak mengalami kerusakan tubuh akibat alat berat,” terangnya.

Untuk mempercepat proses, tim gabungan membagi area menjadi empat sektor utama, dari A1 hingga A4.

Pembagian ini memudahkan koordinasi dan akses pencarian.

“Hari ini pencarian masih difokuskan di sektor-sektor kritis, dengan pembagian tim dari SAR, BPBD, TNI, Polri, PMI, hingga relawan,” katanya.

Hingga Sabtu siang, jumlah korban tercatat 167 orang. Dari angka tersebut, 14 santri meninggal, 49 masih dalam pencarian, sementara sisanya dirawat di berbagai rumah sakit sekitar Sidoarjo.

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#sidoarjo #santri #Ponpes Al Khoziny #alat berat #tim sar