PEMERINTAH Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terus berinovasi. Tujuannya untuk mewujudkan kemandirian desa. Salah satunya dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pemerintah Desa Clarak, terus berusaha memanfaatkan potensi dan aset yang dimiliki. Salah satunya melalui BUMDes Amanan Desa Clarak. BUMDes ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Memanfaatkan lahan kas desa, pemerintah desa mendirikan sebuah kafe dengan nama Kafe Nyantol. Kafe dengan pemandangan area pesawahan dan jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) ini sudah ada sejak 2021.
Di bawah pengelolaan BUMDes, lahan aset desa ini disulap menjadi sebuah kafe cantic yang terus berkembang hingga saat ini. Sayangnya, sebagaimana sebuah usaha. Kafe Nyantol tidak melalui menguntungkan. Sejak dua tahun terakhir kafe ini mulai sepi. Berdampak terhadap berkurangnya pendapatan asli desa (PAD) yang masuk ke kas desa.
Tahun ini, Pemerintah Desa Clarak kembali menganggarkan penyertaan modal untuk meningkatkan operasional Kafe Nyantol. Pemerintah desa menyiapkan Rp 10 juta. Anggaran ini direncanakan untuk melengkapi kebutuhan kafe, seperti lemari pendingin.
Selain itu, pemerintah desa juga berencana memperbaiki Saung Kafe Nyantol. Karena, sejumlah saung sudah rusak termakan waktu. Perbaikan saung dianggarkan Rp 10 juta.
Kepala Desa Clarak Imam Hidayat berharap, adanya sejumlah perbaikan dan penyertaan modal ini bisa kembali membuat BUMDes mengeliar. Kafe Nyantol, semakin ramai. “Beberapa (fasilitas kafe) sudah ada yang rusak, karena termakan usia, seperti saung, sehingga kami perbaiki tahun ini,” ujarnya. (ran/rud/*)
Target Semua Jalan Desa Mulus
PEMBANGUNAN infrastruktur di Desa Clarak, Kecamatan Leces, terus dikebut. Tahun ini, ada sejumlah infrastruktur yang akan dibangun. Bahkan, ada juga yang sudah mulai digarap dan rampung.
Salah satunya yang sudah rampung ada pavingisasi dua jalan. Salah satunya sepanjang 118 meter dengan lebar 2,5 meter di RT 03/RW 01 Dusun Krajan. Proyek ini menelan anggaran Rp 71.370.000.
Pavingisasi jalan yang juga sudah digarap berada di RT 02/RW 01 Dusun Krajan. Panjangnya 168 meter dengan lebar 2,5 meter. Proyek ini menelan anggaran Rp 99.965.000.
Kepala Desa Clarak Imam Hidayat mengatakan, dulu dua jalan pemukiman warga itu masih berupa tanah. Saat musim hujan sering becek. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat. Karena itu, pemerintah desa memperiortitaskan pembangunannya untuk memudahkan akses transportasi masyarakat.
“Kalau hujan becek, jadinya tidak nyaman saat dilintasi. Akhirnya, tahun ini kami paving,” katanya.
Selain pembuatan jalan, ada juga rencana rehab kantor desa, perbaikan jembatan, dan perbaikan jalan. Semuanya akan dilaksanakan tahun ini menggunakan anggaran dari Bantuan Keuangan Kabupaten (BKK).
Rehab balai desa itu dianggarkan Rp 268.283.000.. Berikutnya ada pembangunan rabat beton jalan di RT 05/RW 01, Dusun Krajan 1 dan pengaspalan jalan di RT 007/RW 002 di Dusun Krajan. Dua proyek ini dialokasikan 162.142.000.
Terakhir ada pembangunan jembatan di RT 003/ RW 001 Dusun Krajan 1. Anggarannya Rp 69.035.000. “Ada sejumlah rencana pembangunan anggarannya dari BKK. Pelaksanannya masih menunggu dananya cair,” katanya. (ran/rud/*)
Tingkatkan Keamanan dengan CCTV
KEAMANAN di wilayah Probolinggo, sedang tidak baik-baik saja. Banyaknya kasus pencurian dan kejahatan membuat warga resah. Kondisi ini turut menjadi perhatian Pemerintah Desa Clarak.
Pemerintah Desa Clarak, turut memberikan atensi terhadap banyaknya kasus kejahatan dan pencurian. Salah satu upayanya adalah turut menciptakan keamanan bagi warganya dengan pengadaan kamera pengintai di beberapa ruas jalan yang dianggap rawan.
Pemasangan kamera CCTV ini bertujuan agar segala gerak-gerik pelaku kejahatan dapat terpantau. Tahun ini, Pemerintah Desa Clarak memasang lima unit kamera CCTV. “Ada lima titik alat perekam CCTV. Ini dilalakukan untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujar Kepala Desa Clarak, Imam Hidayat.
Lima unit CCTV itu kini sudah rampung dipasang. Tersebar di lima lokasi. Di antaranya, di Jalan Dusun Karanganyar, Jalan Dusun Karangtengah, Jalan DAM City, dan di Jalan Dusun Krajan II. Terakhir di Kafe Nyantol.
Lima lokasi ini dilengkapi CCTV, karena jalanan ini merupakan jalan penghubung Desa Clarak dengan desa-desa lain, sehingga keamananya perlu ditingkatkan. “Di jalan tersebut merupakan jalan penghubung dengan desa lain, sehingga rawan jadi jalannya pelaku kejahatan,” katanya. (ran/rud/*)
Editor : Ronald Fernando