SEJUMLAH infrastruktur di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, terus dibenahi. Baik berupa jalan, irigasi, sampai tembok penahan tanah (TPT). Bahkan, pemerintah desa berencana membangun gedung serbaguna.
Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fanzuri mengatakan, pembangunan yang dilakukan telah sesuai regulasi. Melalui musyawarah desa dan beberapa regulasi lainnya.
“Sehingga, apa yang telah kami bangun dan canangkan tahun ini, sesuai harapan masyarakat. Dengan begitu, kami juga menginginkan masyarakat agar terus men-support kemajuan desa,” katanya.
Salah satu pembangunan yang telah dilakukan tahun ini, ada TPT di Dusun Calokelang. Pembangunan infrastruktur ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa. “Kami lakukan secara bertahap. Sampai nantinya ada pembangunan gedung serbaguna dan tempat UMKM,” katanya.
Adanya RPJM desa, kata Ibang, merupakan upaya untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat jika memiliki kebutuhan tempat. Seperti gelaran pernikahan dan acara-acara lainnya.
“Akses jalan utama kami satu jalur. Gedung serbaguna ini diharapkan dapat menjadi solusi, misalnya ada pernikahan tidak dilakukan (menutup) di jalan. Selain itu, nantinya juga bisa digunakan sebagai tempat berjualan UMKM masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan infrastruktur lainnya adalah paving di tiga lokasi di Dusun Calokelang. Semuanya akses menuju permukiman warga. Tidak hanya itu, di dusun ini juga ada pembangunan drainase.
“Kami juga memiliki pembangunan 5 unit jamban. Agar masyarakat bisa BAB tidak sembarangan. Dengan begitu, upaya peningkatan kualitas kesehatan dapat dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah desa juga membangun irigasi di Dusun Asemkandang. Pembangunan bagian dari program ketahanan pangan. “Drainase dibangun untuk melancarkan aliran air ke lahan pertanian, sehingga hasil panen bisa dimaksimalkan,” katanya. (mu/rud/*)
| APBDES PEMERINTAH DESA ASEMBAGUS TAHUN ANGGARAN 2024 |
| PENDAPATAN Pendapatan asli desa Rp 123.036.000,00 Pendapatan transfer Rp 1.493.698.395,00 Pendapatan lain-lain Rp 60.000.000,00 Jumlah 1.676.734.395,00
BELANJA Belanja pegawai Rp 380.641.120,00 Belanja barang dan jasa Rp 485.182.749,12 Belanja modal Rp 707.715.900,00 Belanja tidak terduga Rp 117.455.900,00 Jumlah Rp 1.690.995.669,12 Surplus/(Defisit) Rp (14.261.274,12)
PEMBIAYAAN Penerimaan pembiayaan Rp 14.261.274,12 Silpa tahun sebelumnya Rp 14.261.274,12 Pembiayaan netto Rp 14.261.274,12 Sisa lebih pembiayaan anggaran 0,00 |
Gali Potensi PAD, Entaskan Kemiskinan Ekstrem
BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) Asembagus Bersatu, Desa Asembagus, terus berkembang. Salah satunya yang dikelola penyediaan air bersih. Tahun ini, ada pengerjaan pemasangan meteran dan rehabilitasi pipa dan tandon air.
Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fanzuri mengatakan, ada dua tandon yang tahun ini direhab. Serta, ratusan pemasangan meterisasi air. “Ada sekitar 360 pemanfaat air bersih. Semua telah kami lakukan pemasangan meteran. Sebelumnya tidak ada meterannya,” ujarnya.
Pemasangan meteran bertujuan mengatur penggunaan air dan retribusi yang akan ditarik oleh BUMDes. Retribusi ini yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan asli desa (PAD). “Biaya yang dikeluarkan sangat murah. Kami kenakan Rp 1.000 per meter kubik,” katanya.
Selain dari air bersih, BUMDes juga mengelola sejumlah unit usaha lain. Di antaranya, ada usaha simpan pinjam, bank sampah, dan warung ATK. “Kami terus berupaya menggerakkan BUMDes untuk menyerap tenaga kerja dari masyarakat. Tentu bonusnya PAD,” ujarnya.
Dalam membangun desa, Ibang mengaku, tak hanya mengandalkan dana desa dan PAD. Namun, juga berusaha mendapatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.
“Ada lima perusahaan yang setiap tahun CSR-nya Rp 10 juta. Kami gunakan untuk tasyakuran desa, petik laut, pengajian akbar, dan santunan kepada anak-anak. Hal ini kami lakukan setiap tahun,” ujarnya.
Desa Asembagus termasuk salah satu desa yang warganya taat pajak. Sejak Mei, pajak bumi dan bangunan (PBB) di desa ini telah terbayarkan 100 persen. “Nominalnya PBB ini Rp 66 juta dari 1.199 wajib pajak. Alhamdulillah sudah terbayarkan keseluruhan,” jelasnya. (mu/rud/*)
Editor : Ronald Fernando